Kompas.com - 16/04/2020, 09:14 WIB
Sejumlah penumpang menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line menuju Jakarta di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Pada hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) penumpang kereta api menuju Jakarta diatur untuk menjaga jarak fisik dan jumlah penumpang dibatasi. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHSejumlah penumpang menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line menuju Jakarta di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Pada hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) penumpang kereta api menuju Jakarta diatur untuk menjaga jarak fisik dan jumlah penumpang dibatasi.

JAKARTA, KOMPAS.com – Enam wilayah Jabodebek, terdiri dari DKI Jakarta, Kota Depok, lalu Kota serta Kabupaten Bogor dan Bekasi telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pada Senin (13/4/2020) dan Selasa (14/4/2020), dua hari kerja saat masa PSBB di Jakarta, penumpukan penumpang di stasiun kereta rel listrik (KRL)/commuter line jadi sorotan.

Sementara pada Rabu (15/4/2020), hari pertama penerapan PSBB di wilayah Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi), jumlah penumpang KRL pada pagi hari mengalami penurunan cukup signifikan, yaitu 48.800 orang selama pukul 06.00-09.00.

Baca juga: Ridwan Kamil Beberkan Rencana Penghentian Operasional KRL pada 18 April, Tunggu PSBB Tangerang Raya

Melihat kondisi itu, pimpinan lima wilayah Bodebek sepakat mengusulkan kepada PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) agar operasional KRL dihentikan guna melindungi warga dari kemungkinan tertular Covid-19, akibat berdesakan di stasiun.

Menanggapi hal ini, Vice President Corporate Communications PT KCI, Anne Purba mengaku telah mengetahui usulan tersebut. Namun, keputusan soal usulan itu belum dapat diambil.

Baca juga: Jumlah Penumpang KRL Pagi Ini Terendah Selama Hari Kerja pada Masa PSBB Jakarta

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sampai saat ini pembahasan usulan tersebut masih dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT KAI, dan PT KCI,” ujar Anne melalui keterangan tertulis, Rabu malam.

Anne menyampaikan, PT KCI sebagai operator KRL di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten akan patuh terhadap kebijakan PSBB. Regulasi PSBB memang juga mengatur soal pembatasan angkutan umum, namun tidak secara detail.

Baca juga: Perjuangan Penumpang Naik KRL pada Masa PSBB, Antre Panjang di Stasiun sejak Pukul 05.00 WIB

“PT KCI sebagai operator KRL yang beroperasi dan melayani masyarakat di tiga provinsi akan patuh terhadap kesepakatan yang dikeluarkan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” kata dia.

“Kita tunggu keputusannya, ya,” pungkas Anne.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil membocorkan bahwa operasional KRL akan dihentikan mulai Sabtu (18/4/2020) nanti.

Hal itu ia sampaikan dalam lawatannya mengecek PSBB hari pertama di Depok dan Kota Bekasi, Rabu siang, berdasarkan hasil kajian PT KCI.

Pria yang akrab disapa Emil itu berujar, penghentian operasional KRL dilakukan pada Sabtu karena menanti penetapan PSBB wilayah Tangerang Raya, Banten, agar PSBB terintegrasi di wilayah Jabodetabek.



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras dan Angin Kencang di Margonda Depok, 2 Mobil Ringsek Tertimpa Panel Bangunan

Hujan Deras dan Angin Kencang di Margonda Depok, 2 Mobil Ringsek Tertimpa Panel Bangunan

Megapolitan
Kejaksaan Cabut Banding Vonis Eks Dirut Garuda Terkait Penyelundupan Harley dan Brompton

Kejaksaan Cabut Banding Vonis Eks Dirut Garuda Terkait Penyelundupan Harley dan Brompton

Megapolitan
Polisi: Pelaku Rentetan Aksi Begal di Bintaro Semuanya di Bawah Umur

Polisi: Pelaku Rentetan Aksi Begal di Bintaro Semuanya di Bawah Umur

Megapolitan
Anak yang Bunuh Ayahnya di Cengkareng Idap Gangguan Kejiwaan

Anak yang Bunuh Ayahnya di Cengkareng Idap Gangguan Kejiwaan

Megapolitan
Polisi: Ada Kemungkinan Tersangka Lain pada Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Polisi: Ada Kemungkinan Tersangka Lain pada Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Megapolitan
4 Begal Motor di Kalideres Ditangkap, Polisi: Awalnya Mau Tawuran tapi Tak Dapat Lawan

4 Begal Motor di Kalideres Ditangkap, Polisi: Awalnya Mau Tawuran tapi Tak Dapat Lawan

Megapolitan
Aksi Begal Terjadi 3 Hari Berturut-turut di Bintaro, 4 Pelaku Dibekuk Polisi

Aksi Begal Terjadi 3 Hari Berturut-turut di Bintaro, 4 Pelaku Dibekuk Polisi

Megapolitan
Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Sudah Boleh Dilintasi Pekerja yang Bersepeda

Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Sudah Boleh Dilintasi Pekerja yang Bersepeda

Megapolitan
Serba-serbi Ganjil Genap Depok 2021

Serba-serbi Ganjil Genap Depok 2021

Megapolitan
Polsek Pondok Gede Tangkap Pembuat Kartu Vaksin Palsu

Polsek Pondok Gede Tangkap Pembuat Kartu Vaksin Palsu

Megapolitan
Disperindag Kota Bekasi Sebut Anak Boleh Masuk Mal Bisa Bangkitkan Ekonomi lewat Wisata Keluarga

Disperindag Kota Bekasi Sebut Anak Boleh Masuk Mal Bisa Bangkitkan Ekonomi lewat Wisata Keluarga

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya di Depok, Polisi Sasar Pengguna Lampu Rotator dan 'Pelat Sakti'

Operasi Patuh Jaya di Depok, Polisi Sasar Pengguna Lampu Rotator dan "Pelat Sakti"

Megapolitan
Maling Motor di Cilincing Tepergok dan Dihakimi Warga

Maling Motor di Cilincing Tepergok dan Dihakimi Warga

Megapolitan
Diperiksa KPK, Anies Ditanya Soal Aturan Program Perumahan

Diperiksa KPK, Anies Ditanya Soal Aturan Program Perumahan

Megapolitan
Ganjil Genap di Margonda Depok Berlaku Oktober 2021 Hanya untuk Mobil, Ini Alasannya

Ganjil Genap di Margonda Depok Berlaku Oktober 2021 Hanya untuk Mobil, Ini Alasannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.