Warga Sulit Diimbau untuk Tak Berkerumun, Wawalkot Jakpus: Bawa ke Polisi Supaya Kapok

Kompas.com - 16/04/2020, 11:03 WIB
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi di lantai 9, Gedung DPRD DKI, Rabu (15/1/2020) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIWakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi di lantai 9, Gedung DPRD DKI, Rabu (15/1/2020)
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat akan menindak tegas masyarakat yang berkumpul saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Hal tersebut karena masih banyak warga yang berkumpul di sekitar rumah, terutama di kawasan wilayah padat penduduk seperti di wilayah Petamburan, Johar Baru, Kemayoran dan Senen.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menjelaskan bahwa jajarannya bersama TNI Polri akan terus melalukan pemantauan dan pengawasan untuk mencegah terjadinya kerumunan warga. Termasuk ke jalan-jalan kecil di lingkungan padat penduduk.

“Jadi yang berkumpul di gang dilarang itu yang kita bubarin,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (16/4/2020).

Baca juga: Kasus Covid-19 di Petamburan Melonjak, Wakil Wali Kota Sebut Banyak Masyarakat Belum Jaga Jarak Fisik

Sejauh ini, kata Irwandi, para petugas baru memberikan imbauan dan peringatan karena banyak masyarakat yang belum memahami bahwa berkumpul di sekitar rumah juga tidak diperbolehkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun masyarakat yang masih membandel dan tetap berkumpul selama pemberlakuan PSBB bisa diberikan tindakan tegas seperti diamankan ke kantor kepolisian.

“Anak-anak kecil kan susah, apalagi yang orang orang tuanya juga pada ngumpul. Kita bubarin, kalau begitu kan susah kalau kita harus tindak bawa ke polisi,” ungkapnya.

“Tapi kalau sudah berkali-kali si yang bersangkutan kata Binmas, mau dibawa ke polisi, mungkin dipanggil supaya mereka kapok,” tambah Irwandi.

Baca juga: Pemkab Bekasi Dirikan Enam Dapur Umum dan Lumbung Pangan Selama PSBB

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah memberlakukan PSBB di Jakarta selama 14 hari terhitung sejak Jumat pekan lalu sampai 23 April 2020.

Semua aktivitas masyarakat dan kegiatan perkantoran akan dibatasi, termasuk dilarang bekumpul lebih dari lima orang dalamsatu tempat untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Berdasarkan data dari situs corona.jakarta.go.id, jumlah Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 2.447 orang hingga Rabu (15/4/2020).

Dari total pasien positif Covid-19 di Ibu Kota, sebanyak 164 orang dinyatakan sembuh, sementara 246 pasien lainnya meninggal dunia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Banjir, Pemkot Jakut Bangun 3 Waduk sebagai Kolam Retensi

Cegah Banjir, Pemkot Jakut Bangun 3 Waduk sebagai Kolam Retensi

Megapolitan
Anies Minta Banjir di Jakarta Harus Surut dalam 6 Jam, Ini Penjelasan Wagub

Anies Minta Banjir di Jakarta Harus Surut dalam 6 Jam, Ini Penjelasan Wagub

Megapolitan
Anies Instruksikan Seluruh Wali Kota Antisipasi Banjir pada Musim Hujan

Anies Instruksikan Seluruh Wali Kota Antisipasi Banjir pada Musim Hujan

Megapolitan
Simpang Siur Data Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka di Jakarta

Simpang Siur Data Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka di Jakarta

Megapolitan
Tidak Semua Bansos Dihentikan di Jakarta, Ini Program yang Masih Berlanjut

Tidak Semua Bansos Dihentikan di Jakarta, Ini Program yang Masih Berlanjut

Megapolitan
Sebanyak 7.560 Nakes di Tangsel Belum Dapat Vaksinasi Booster

Sebanyak 7.560 Nakes di Tangsel Belum Dapat Vaksinasi Booster

Megapolitan
Sudin Pendidikan Jaksel Yakin Tak Ada Klaster Covid-19 PTM di Wilayahnya

Sudin Pendidikan Jaksel Yakin Tak Ada Klaster Covid-19 PTM di Wilayahnya

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksin Keliling di Jakarta pada Jumat, 24 September

Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksin Keliling di Jakarta pada Jumat, 24 September

Megapolitan
Akhir Pelarian Perampok yang Bacok Korbannya di Cipulir, Pelaku Terlilit Utang Judi Togel

Akhir Pelarian Perampok yang Bacok Korbannya di Cipulir, Pelaku Terlilit Utang Judi Togel

Megapolitan
Fakta Penyegelan 6 TPS Liar di Kota Tangerang: Diadukan oleh Warga, Pengelola Pasrah

Fakta Penyegelan 6 TPS Liar di Kota Tangerang: Diadukan oleh Warga, Pengelola Pasrah

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] 25 Klaster Covid-19 di Sekolah di Jakarta | Jam Operasional Kafe dan Restoran Terbaru

[POPULER JABODETABEK] 25 Klaster Covid-19 di Sekolah di Jakarta | Jam Operasional Kafe dan Restoran Terbaru

Megapolitan
UPDATE 23 September: Tambah 12 Kasus di Kota Tangerang, 147 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 23 September: Tambah 12 Kasus di Kota Tangerang, 147 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Banyak Situ Jadi Perumahan, Pemkot Depok Berupaya Amankan Sisanya agar Tidak Diserobot

Banyak Situ Jadi Perumahan, Pemkot Depok Berupaya Amankan Sisanya agar Tidak Diserobot

Megapolitan
UPDATE 23 September: 42 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

UPDATE 23 September: 42 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

Megapolitan
Rumah Produksi Furnitur di Pondok Aren Terbakar Jumat Dini Hari, Pegawai Berusaha Padamkan Api

Rumah Produksi Furnitur di Pondok Aren Terbakar Jumat Dini Hari, Pegawai Berusaha Padamkan Api

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.