Kompas.com - 20/04/2020, 08:03 WIB
Penyerahan Dana Bantuan Sosial Pemprov Jabar ke Bekasi, Rabu (15/4/2020). Tangkap Layar Wali Kota Bekasi, Rahmat EffendiPenyerahan Dana Bantuan Sosial Pemprov Jabar ke Bekasi, Rabu (15/4/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi mendistribusikan bantuan sosial (bansos) bagi 150.000 keluarga yang terdampak Covid-19. Pendistribusian dilakukan secara bertahap selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Nilai paket sebesar Rp 200.000.

Ketua Tim Terpadu Pengendalian Bantuan Sosial Dalam Penaganan Covid-19 Kota Bekasi Taufiq R Hidayat mengatakan, bantuan itu sudah mulai disalurkan ke beberapa kelurahan.

Bantuan disiapkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Bekasi.

“Bantuannya berupa 5 kilogram beras, 7 buah mi instan, 1 kaleng sarden, 1 botol kecil kecap dan saus, dan ada beberapa produk UMKM,” kata Taufiq dalam keterangan tertulis, Minggu (20/4/2020).

Baca juga: 3 Jenis Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19 di Kota Bekasi

Menurut Taufiq, penyampaian bantuan tersebut dilakukan bertahap karena ada beberapa barang masih dalam tahap pengemasan untuk didistribusikan.

“Di awal ini pembagian ke 20.000 (keluarga) terus bertahap. Tahapannya sesuai kesiapan paket yang di-packing,” ucap Taufiq.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengatakan, bantuan dari Pemkot Bekasi tidak sama dengan Pemprov Jawa Barat maupun pemerintah pusat. Hal itu disebabkan terbatasnya kemampuan keuangan Pemkot Bekasi.

“Tentu tidak sama dengan bantuan dari Bapak Presiden maupun juga Pak Gubernur karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah,” katanya.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi atau Pepen, sebelumnya menyampaikan bahwa bantuan Pemkot Bekasi ke keluarga yang terdampak Covid-19 itu senilai Rp 200.000.

“Kalau dari kita (bantuannya) di bawah Rp 200.000. Ada beras, kecap. Satu kepala keluarga Rp 200. 000 aja. Nilai tahap pertama totalnya Rp 21 miliar,” kata Pepen.

Rumah warga yang berhak mendapat bantuan tersebut diberikan stiker atau label sebagai tanda telah menerima bantuan. Hal itu untuk mencegah ada warga yang menerima bantuan dobel.

Bantuan akan disampaikan door to door oleh petugas yang mengenakan seragam Covid-19.

“Ada stiker, nanti bisa ditunjukin ke petugas. Distribusinya by name by address. Nanti pembagian dari petugas kami yang menggunakan seragam Covid-19,” ujar Pepen.

Bantuan didistribusikan ke rumah-rumah warga untuk mencegah kerumunan orang.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPN Sewa Toko Dihapus, Hippindo Minta PPh Final Sewa Juga Dibebaskan

PPN Sewa Toko Dihapus, Hippindo Minta PPh Final Sewa Juga Dibebaskan

Megapolitan
Guru Dikerahkan Jadi Tenaga Administrasi dalam Vaksinasi Siswa di Jakarta Barat

Guru Dikerahkan Jadi Tenaga Administrasi dalam Vaksinasi Siswa di Jakarta Barat

Megapolitan
Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair karena Data Dobel Kemensos, Ini Respons Risma

Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair karena Data Dobel Kemensos, Ini Respons Risma

Megapolitan
Terima 47 Aduan soal Pungli, Wali Kota Tangerang: Yang Potong Bansos Kami Tindak

Terima 47 Aduan soal Pungli, Wali Kota Tangerang: Yang Potong Bansos Kami Tindak

Megapolitan
Pemprov DKI Tegaskan Mal Masih Tutup Selama PPKM Level 4 Kecuali untuk Layanan Online

Pemprov DKI Tegaskan Mal Masih Tutup Selama PPKM Level 4 Kecuali untuk Layanan Online

Megapolitan
Volume Kendaraan di 3 Gerbang Tol Arah Jakarta Turun Saat PPKM Level 4

Volume Kendaraan di 3 Gerbang Tol Arah Jakarta Turun Saat PPKM Level 4

Megapolitan
UPDATE 3 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 295 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 3 Agustus: Kabupaten Bekasi Catat 295 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Merasa Dihalangi hingga Bohong Hendak Jemput Pasien Kritis, Awak Ambulans: Saya Khilaf, Terbawa Emosi

Merasa Dihalangi hingga Bohong Hendak Jemput Pasien Kritis, Awak Ambulans: Saya Khilaf, Terbawa Emosi

Megapolitan
Dirut PT ASA yang Timbun Obat Terkait Covid-19 Tak Ditahan, Polisi: Alasan Kesehatan, Diminta Wajib Lapor

Dirut PT ASA yang Timbun Obat Terkait Covid-19 Tak Ditahan, Polisi: Alasan Kesehatan, Diminta Wajib Lapor

Megapolitan
Pemkot Tangerang Mau Fokus Gencarkan Vaksinasi, Wali Kota: Mumpung Kasus Covid-19 Turun

Pemkot Tangerang Mau Fokus Gencarkan Vaksinasi, Wali Kota: Mumpung Kasus Covid-19 Turun

Megapolitan
Turun Drastis, Kini Ada 7 RT Zona Merah Covid-19 di Jakarta Barat

Turun Drastis, Kini Ada 7 RT Zona Merah Covid-19 di Jakarta Barat

Megapolitan
UPDATE 3 Agustus: Tambah 1.601 Kasus Covid-19 di Jakarta, 2.506 Pasien Sembuh

UPDATE 3 Agustus: Tambah 1.601 Kasus Covid-19 di Jakarta, 2.506 Pasien Sembuh

Megapolitan
Terjaring Razia Masker di Cakung, Pengendara Ini Pilih Sanksi Lafalkan Pancasila, tapi Justru Tak Hafal

Terjaring Razia Masker di Cakung, Pengendara Ini Pilih Sanksi Lafalkan Pancasila, tapi Justru Tak Hafal

Megapolitan
Tukang Parkir Minimarket di Koja Ditusuk Orang Tak Dikenal, Kini Dirawat di RS

Tukang Parkir Minimarket di Koja Ditusuk Orang Tak Dikenal, Kini Dirawat di RS

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pungli oleh Karang Taruna Gadungan di Ciputat

Polisi Selidiki Dugaan Pungli oleh Karang Taruna Gadungan di Ciputat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X