Dihadirkan Jaksa dalam Sidang Aulia Kesuma, Saksi Dianggap Tidak Paham Duduk Perkara

Kompas.com - 20/04/2020, 20:07 WIB
Sidang dua eksekutor pembunuh bayaran Aulia Kesuma di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARISidang dua eksekutor pembunuh bayaran Aulia Kesuma di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020)

JAKARTA,KOMPAS.com - Sidang kasus pembunuhan anak dan ayah di Lebak Bulus dengan terdakwa Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020).

Sidang tersebut digelar dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum, yakni dokter Afrianti, petugas polisi dari Polres Sukabumi bernama Juanda, dan saksi lain bernama Suryana.

Afrianti merupakan orang yang merawat Kelvin karena mengalami luka bakar saat membakar korban, yakni Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili dan Muhamad Adi Pradana alias Dana di Sukabumi, Jawa Barat.

Baca juga: Saksi Mengaku Berniat Gagalkan Rencana Pembunuhan oleh Aulia Kesuma, tetapi...

Sementara Suryana dan Juanda dihadirkan lantaran melihat langsung terbakarnya mobil milik Pupung dan Dana di Sukabumi.

Menurut kuasa hukum Aulia Kesuma, Firman Candra, kesaksian saksi yang dihadirkan JPU hanya menerangkan rangkaian fakta peristiwa.

Dia menilai, ketiga saksi tidak tahu apa-apa terkait ini dari kasus pembunuhan tersebut 

"Kita memaklumi jika kesaksianya bukan saksi kunci atau saksi mahkota, jadi tidak mengerti pokok perkara. Tapi itu hak dari JPU untuk menghadirkan sebanyak-banyaknya saksi," kata Firman Candra saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2020).

Apalagi, kata Firman, JPU tidak membawa barang bukti apapun dalam persidangan. 

Walau demikian, dia masih menunggu dihadirkanya saksi mahkota dalam kasus.

Saksi mahkota yang dimaksud adalah keempat eksekutor yang membantu proses pembunuhan Pupung Sadili dan Dana.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wartawan Berbagi, Terinspirasi Pemulung Cari Ponsel Bekas untuk Belajar dari Rumah

Wartawan Berbagi, Terinspirasi Pemulung Cari Ponsel Bekas untuk Belajar dari Rumah

Megapolitan
Rentetan Penembakan Misterius di Tangsel, Beraksi di Jalan Raya Incar Pengendara

Rentetan Penembakan Misterius di Tangsel, Beraksi di Jalan Raya Incar Pengendara

Megapolitan
Polemik Informasi Pedagang Terpapar Covid-19 di Pasar Mayestik, Disebut Hoaks Kemudian Diakui

Polemik Informasi Pedagang Terpapar Covid-19 di Pasar Mayestik, Disebut Hoaks Kemudian Diakui

Megapolitan
Tiga Gerbang Tol Bekasi Berlakukan Ganjil Genap

Tiga Gerbang Tol Bekasi Berlakukan Ganjil Genap

Megapolitan
Wagub DKI: Delapan Persen Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Berusia di Bawah 19 Tahun

Wagub DKI: Delapan Persen Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Berusia di Bawah 19 Tahun

Megapolitan
Satu Tahun Pascakejadian, Pemerkosa di Bintaro Akhirnya Ditangkap Setelah Korban Memviralkan Kisahnya

Satu Tahun Pascakejadian, Pemerkosa di Bintaro Akhirnya Ditangkap Setelah Korban Memviralkan Kisahnya

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kenangan Ahok soal Demo 411, Tolak Mengungsi ke Pulau | Pemerkosa di Bintaro Ditangkap

[POPULER JABODETABEK] Kenangan Ahok soal Demo 411, Tolak Mengungsi ke Pulau | Pemerkosa di Bintaro Ditangkap

Megapolitan
UPDATE 9 Agustus, Kasus Positif Covid-19 Aktif di Kota Bekasi Terbanyak Se-Jawa Barat

UPDATE 9 Agustus, Kasus Positif Covid-19 Aktif di Kota Bekasi Terbanyak Se-Jawa Barat

Megapolitan
Hal-Hal yang Harus Diingat Saat Sanksi Ganjil Genap Kembali Berlaku

Hal-Hal yang Harus Diingat Saat Sanksi Ganjil Genap Kembali Berlaku

Megapolitan
Hari Ini Putra Siregar Akan Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Hari Ini Putra Siregar Akan Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Megapolitan
Hari Ini Polisi Panggil Anji Terkait Konten Video Hoaks Temuan Obat Covid-19

Hari Ini Polisi Panggil Anji Terkait Konten Video Hoaks Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Sebaran Kasus Covid-19 di Jakarta 10 Agustus: Tertinggi di Pademangan Barat, Disusul Lagoa

Sebaran Kasus Covid-19 di Jakarta 10 Agustus: Tertinggi di Pademangan Barat, Disusul Lagoa

Megapolitan
Wagub DKI: Kebutuhan Stok Darah di Jakarta Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Wagub DKI: Kebutuhan Stok Darah di Jakarta Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Sepekan Terakhir Mencapai 8 Persen

Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Sepekan Terakhir Mencapai 8 Persen

Megapolitan
Anies Sorot Restoran yang Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan

Anies Sorot Restoran yang Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X