Satu Karyawan Positif Covid-19, Produsen Alat Musik di Jakarta Timur Tutup Sementara

Kompas.com - 21/04/2020, 19:04 WIB
Ilustrasi pencegahan dan penularan virus corona, pasien virus corona ShutterstockIlustrasi pencegahan dan penularan virus corona, pasien virus corona

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Timur menutup sementara operasional produsen alat musik, PT Yamaha Music Manufacturing Indonesia yang terletak di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Kepala Sudin Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Timur Galuh Prasiwi mengatakan bahwa penutupan sementara itu karena terdapat salah satu karyawan perusahaan itu yang positif Covid-19.

"Perusahaan juga sudah kooperatif memberikan informasi bahwa terdapat salah satu karyawan positif virus corona," kata Galuh dalam keterangannya, Selasa (21/4/2020).

Baca juga: Langgar PSBB Jakarta, 34 Perusahaan Ditutup Sementara

Adapun penutupan sementara perusahaan tersebut dilakukan selama dua minggu. Hal itu sesuai Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 33 tahun 2020 Pasal 10.

"Aturan tersebut berbunyi apabila satu karyawan di perusahaan terdapat positif virus corona atau ODP (orang dalam pengawasan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan), maka perusahaan tersebut harus diberhentikan aktifitasnya selama 2 minggu," ujar Galuh.

Diketahui, hingga Selasa ini, kasus positif Covid-19 di Indonesia berjumlah 7.135 kasus.

Dari jumlah tersebut, DKI Jakarta masih menjadi daerah dengan jumlah kasus positif Covid-19 tertinggi, yakni 3.260 kasus.

Adapun jumlah pasien sembuh saat ini 842 pasien dan meninggal dunia 616 pasien.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Surat Eksekusi Lahan di Pinang Tak Bisa Dicabut, Ini Penjelasan PN Tangerang

Surat Eksekusi Lahan di Pinang Tak Bisa Dicabut, Ini Penjelasan PN Tangerang

Megapolitan
2 Sepeda Motor Bertabrakan di Duren Sawit, 1 Pengendara Tewas

2 Sepeda Motor Bertabrakan di Duren Sawit, 1 Pengendara Tewas

Megapolitan
Pencuri Koil Mobil di Karang Tengah, Tangerang, Ditangkap Warga

Pencuri Koil Mobil di Karang Tengah, Tangerang, Ditangkap Warga

Megapolitan
Pembangunan Jalur MRT Bawah Tanah Fase 2A Disebut Lebih Menantang

Pembangunan Jalur MRT Bawah Tanah Fase 2A Disebut Lebih Menantang

Megapolitan
Update 16 April: 228 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang

Update 16 April: 228 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang

Megapolitan
Mafia Tanah Saling Gugat Pakai Surat Palsu, Mengapa PN Tangerang Keluarkan Surat Eksekusi Lahan?

Mafia Tanah Saling Gugat Pakai Surat Palsu, Mengapa PN Tangerang Keluarkan Surat Eksekusi Lahan?

Megapolitan
[Update 16 April]: Bertambah 979, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 397.088

[Update 16 April]: Bertambah 979, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 397.088

Megapolitan
Anggota DPRD DKI: Seleksi PPDB 2021 Utamakan Zona RT/RW

Anggota DPRD DKI: Seleksi PPDB 2021 Utamakan Zona RT/RW

Megapolitan
Begal di Tebet Tewas Diduga karena Kepala Terbentur dan Diamuk Massa

Begal di Tebet Tewas Diduga karena Kepala Terbentur dan Diamuk Massa

Megapolitan
Anggota DPRD: 5 Tahun Tak Ada Penambahan Sekolah Negeri di Jakarta

Anggota DPRD: 5 Tahun Tak Ada Penambahan Sekolah Negeri di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Begal Tewas di Tebet: Tabrak Pot Besar, Terpental lalu Masuk Got dan Sekarat

Kronologi Begal Tewas di Tebet: Tabrak Pot Besar, Terpental lalu Masuk Got dan Sekarat

Megapolitan
Depok Catat 192 Kasus Baru Covid-19 pada 17 April

Depok Catat 192 Kasus Baru Covid-19 pada 17 April

Megapolitan
Antrean Vaksinasi Lansia di Bogor Membludak, Bima Arya Kecewa dengan Halodoc

Antrean Vaksinasi Lansia di Bogor Membludak, Bima Arya Kecewa dengan Halodoc

Megapolitan
Modus Mafia Tanah di Kota Tangerang, Saling Gugat di Pengadilan Pakai Surat Palsu

Modus Mafia Tanah di Kota Tangerang, Saling Gugat di Pengadilan Pakai Surat Palsu

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Pertahankan Mekanisme PPBD Tahun Lalu di Tahun 2021

Pemprov DKI Akan Pertahankan Mekanisme PPBD Tahun Lalu di Tahun 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X