RSUI dan Pemkot Depok Kembangkan Aplikasi untuk Lacak ODP dan PDP Covid-19

Kompas.com - 22/04/2020, 14:59 WIB
Ilustrasi penyebaran virus corona ShutterstockIlustrasi penyebaran virus corona

DEPOK, KOMPAS.com - Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) mengklaim tengah menyiapkan aplikasi untuk melacak orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

"Kami juga mengadakan kerja sama dengan Pemerintah Kota Depok untuk membuat aplikasi tracing (pelacakan) ODP dan PDP untuk wilayah Depok,” ujar Plt. Direktur Utama RSUI, Sukamto melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (22/4/2020).

"Pengembangan aplikasi tracing ini berfungsi untuk mengetahui pemetaan dan pendeteksian kasus, sehingga ODP dan PDP lebih mudah dan cepat untuk dilacak di suatu tempat," kata dia.

Baca juga: Hari Keenam PSBB, Pengguna Kendaraan Pribadi di Depok Naik Lagi

Inovasi ini, lanjut Sukamto, telah disampaikan kepada parlemen dalam agenda rapat dengar pendapat umum bersama Komisi X DPR RI, Senin (20/4/2020) lalu, yang dihadiri kalangan rumah sakit perguruan tinggi negeri.

Sukamto menjelaskan, selain menyiapkan aplikasi pelacakan ODP dan PDP, RSUI juga sudah memperkuat jumlah tenaga medis dengan rekrutmen relawan.

Sejumlah ruang rawat di RSUI juga telah dimodifikasi agar sesuai standar ruang isolasi perawatan pasien Covid-19.

Laboratorium RSUI pun, kata Sukamto, sudah dikembangkan agar dapat sesuai standar dan mampu memeriksa tes Covid-19.

Baca juga: Pemkot Depok Diminta Segera Salurkan Bansos agar Warga Tak Mati Kelaparan

"RSUI juga berencana mengembangkan penggunaan robot bagi pelayanan pasien Covid-19, bilik disinfektan, ventilator portabel dan juga penelitian lainnya yang mendukung penanganan Covid-19," kata Sukamto.

Data terhimpun hingga Selasa (21/4/2020), total terkonfirmasi 198 pasien positif Covid-19 di Kota Depok.

Pasien sembuh 13 orang, sementara yang meninggal karena Covid-19 sebanyak 16 orang.

Hitungan angka kematian itu belum memasukkan data 43 suspect Covid-19 yang telah meninggal sejak 18 Maret 2020.

Mereka dicurigai meninggal karena Covid-19, sedangkan hasil tes resminya belum diumumkan Kemenkes RI hingga sekarang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hampir Jadi Korban Begal, Pesepeda Ini Putuskan Tak Lapor Polisi

Hampir Jadi Korban Begal, Pesepeda Ini Putuskan Tak Lapor Polisi

Megapolitan
Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Inspeksi Kampung Pulo, Hanya Tersisa Bajunya di Tepi Kali

Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Inspeksi Kampung Pulo, Hanya Tersisa Bajunya di Tepi Kali

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

[POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

Megapolitan
Bentrok 2 Kelompok Ormas di Ciledug Berakhir Damai

Bentrok 2 Kelompok Ormas di Ciledug Berakhir Damai

Megapolitan
Terserempet Kereta di Cengkareng, Pengendara Ojol Selamat, Motornya Terseret ke Kali

Terserempet Kereta di Cengkareng, Pengendara Ojol Selamat, Motornya Terseret ke Kali

Megapolitan
Lagi, Tanah Longsor Terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Lagi, Tanah Longsor Terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan Sebuah Pabrik Busa di Tangerang

Kebakaran Hanguskan Sebuah Pabrik Busa di Tangerang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Capai 2.140, Paling Banyak di Kecamatan Periuk

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Capai 2.140, Paling Banyak di Kecamatan Periuk

Megapolitan
UPDATE 29 Oktober: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta 379 Orang, Menurun dari Hari Sebelumnya

UPDATE 29 Oktober: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta 379 Orang, Menurun dari Hari Sebelumnya

Megapolitan
UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

Megapolitan
Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

Megapolitan
Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

Megapolitan
Bawaslu Tangsel Tindak 39 Pelanggaran Pilkada, Mayoritas Kasus Netralitas ASN

Bawaslu Tangsel Tindak 39 Pelanggaran Pilkada, Mayoritas Kasus Netralitas ASN

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X