Kompas.com - 22/04/2020, 18:13 WIB
Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan akan membuka crisis centre bagi korban LGBT, ditemui usai menghadiri acara peresmian alun-alun Kota Depok, Minggu (12/1/2020) KOMPAS.com/ANGGITA NURLITASARIWali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan akan membuka crisis centre bagi korban LGBT, ditemui usai menghadiri acara peresmian alun-alun Kota Depok, Minggu (12/1/2020)

DEPOK, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Depok masih menunggu langkah pemerintah pusat secara rinci mengenai teknis pelarangan mudik bagi warga yang berdomisili di wilayah PSBB maupun zona merah Covid-19.

Tanpa surat atau arahan resmi pemerintah pusat soal larangan mudik itu, Pemkot Depok belum bisa bergerak lebih jauh untuk mencegah mudik.

"Terkait dengan larangan mudik bagi warga, kami masih menunggu surat atau arahan resmi dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan Republik Indonesia," ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris melalui keterangan tertulis, Rabu (22/4/2020). 

Baca juga: Larangan Mudik, Tak Ada Pembatasan Keluar dan Masuk Jakarta dari Kota Penyangga

Idris melanjutkan, jajarannya sudah berkoordinasi dengan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono mengenai larangan ini, namun belum memperoleh kejelasan tata laksananya.

Padahal, larangan mudik bagi warga berlaku efektif mulai Jumat (24/4/2020) atau tak sampai 3 hari ke depan.

"Informasi yang didapatkan (dari BPTJ), bahwa kebijakan larangan mudik masih bersifat general dan sedang dirumuskan kebijakan teknisnya," ujar Idris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi menetapkan larangan bagi seluruh masyarakat perantauan untuk mudik ke kampung halaman masing-masing.

Menteri Perhubungan Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, masyarakat yang dilarang mudik adalah yang tinggal di wilayah yang telah menetapkan Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan masuk zona merah.

"Larangan ini untuk wilayah Jabodetabek dan daerah lainnya yang menetapkan PSBB," kata Luhut, Selasa (21/4/2020).

Ia menyebutkan, pemerintah akan menutup akses jalan keluar masuk kota-kota tersebut. Namun, akses tetap dibuka untuk distribusi barang.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Covid-19 Turun Signifikan, RSUD Kota Bekasi Bongkar Semua Tenda Darurat

Pasien Covid-19 Turun Signifikan, RSUD Kota Bekasi Bongkar Semua Tenda Darurat

Megapolitan
Deretan Kasus Pungli Bansos, Oknum Diduga Kutip Puluhan hingga Ratusan Ribu Uang Warga

Deretan Kasus Pungli Bansos, Oknum Diduga Kutip Puluhan hingga Ratusan Ribu Uang Warga

Megapolitan
IKAPPI Keluhkan Kurangnya Sosialisasi Kebijakan Wajib Vaksinasi di Pasar Tradisional Jakarta

IKAPPI Keluhkan Kurangnya Sosialisasi Kebijakan Wajib Vaksinasi di Pasar Tradisional Jakarta

Megapolitan
Jadi Tersangka, Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro Tak Ditahan

Jadi Tersangka, Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro Tak Ditahan

Megapolitan
Ribuan Barang Bukti Narkoba Dihancurkan Pakai Blender dan Dicampur Larutan Pembersih

Ribuan Barang Bukti Narkoba Dihancurkan Pakai Blender dan Dicampur Larutan Pembersih

Megapolitan
Maling Motor Bobol Pagar dan Cakram di Pulogadung, Polisi Lakukan Penyelidikan

Maling Motor Bobol Pagar dan Cakram di Pulogadung, Polisi Lakukan Penyelidikan

Megapolitan
Pajak Sewa Toko Dibebaskan, Asosiasi Mal Butuh Penghapusan PPh Final Selama Setahun

Pajak Sewa Toko Dibebaskan, Asosiasi Mal Butuh Penghapusan PPh Final Selama Setahun

Megapolitan
Ketua RT di Jakpus Diduga Lakukan Pungli Bansos, Kutip Rp 10.000 dari Tiap Penerima

Ketua RT di Jakpus Diduga Lakukan Pungli Bansos, Kutip Rp 10.000 dari Tiap Penerima

Megapolitan
Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro Jadi Tersangka

Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro Jadi Tersangka

Megapolitan
Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di Jakarta Barat Belum Capai Target Harian

Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di Jakarta Barat Belum Capai Target Harian

Megapolitan
Laporan Terhadap Anak Akidi Tio Dicabut, Polisi Akan Klarifikasi Pelapor

Laporan Terhadap Anak Akidi Tio Dicabut, Polisi Akan Klarifikasi Pelapor

Megapolitan
Polda Metro: Anak Akidi Tio Dilaporkan atas Dugaan Penipuan pada 2020, Kini Pelapor Ingin Cabut Laporan

Polda Metro: Anak Akidi Tio Dilaporkan atas Dugaan Penipuan pada 2020, Kini Pelapor Ingin Cabut Laporan

Megapolitan
Polisi Tangkap WN China di Ancol, 1 Kilogram Ketamine Diamankan

Polisi Tangkap WN China di Ancol, 1 Kilogram Ketamine Diamankan

Megapolitan
Insiden Ambulans dan Sedan di Pamulang Berujung Damai, Polisi Tak Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong

Insiden Ambulans dan Sedan di Pamulang Berujung Damai, Polisi Tak Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong

Megapolitan
BOR Pasien Covid-19 di Jakarta Kini Sentuh Angka 56 Persen, ICU 79 Persen

BOR Pasien Covid-19 di Jakarta Kini Sentuh Angka 56 Persen, ICU 79 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X