Kompas.com - 22/04/2020, 22:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) membatalkan seluruh perjalanan kereta api jarak jauh dari dan menuju Jakarta dan Bandung mulai 24 April 2020.

“Pembatalan seluruh perjalanan kereta jarak jauh ini kami lakukan guna menindaklanjuti keputusan pemerintah atas larangan mudik Lebaran 2020 untuk masyarakat,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus melalui keterangan tertulis, Rabu (22/4/2020).

Bahkan sejak 21 April 2020, KAI sudah membatalkan 14 perjalanan kereta jarak jauh dari dan menuju Daop 1 Jakarta dan Daop 2 Bandung.

Baca juga: Soal Larangan Mudik, Ini 19 Titik Pantau yang Dijaga Polisi untuk Cegah Pemudik

Dengan begitu, mulai 24 April 2020, KAI tidak lagi mengoperasikan kereta api jarak jauh dari Jakarta dan Bandung menuju kota-kota di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

“Total sejak 23 Maret 2020, KAI telah membatalkan sebanyak 401 perjalanan kereta, dengan rincian 213 kereta jarak jauh dan 188 kereta lokal,” ucap Joni.

Kebijakan pembatalan keberangkatan kereta untuk mendukung arahan Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Terbatas di Istana Presiden, Selasa (21/4), yang melarang mudik Lebaran 2020 untuk masyarakat.

Bila penumpang sudah memiliki tiket, Joni juga mengatakan bila penumpang yang keretanya batal berangkat akan dikembalikan bea tiketnya 100 persen.

Caranya, penumpang akan dihubungi melalui kontak center 121 dan dipersilakan untuk mengikuti petunjuk selanjutnya.

Bila belum dihubungi, penumpang dapat membatalkan tiketnya sendiri melalui aplikasi KAI Access dan loket stasiun.

Baca juga: Ada Larangan Mudik, Antrean Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Sempat Menumpuk

Pembatalan melalui aplikasi dapat dilakukan hingga maksimal 3 jam sebelum jadwal keberangkatan dan uang akan ditransfer paling lambat 45 hari kemudian.

Joni menambahkan, kebijakan pembatalan perjalanan KA ini akan terus dievaluasi dari waktu ke waktu.

“KAI memohon maaf bagi para penumpang yang perjalanannya tertunda akibat pembatalan perjalanan ini. Hal ini bertujuan untuk menghentikan penyebaran Covid-19 pada saat mudik Lebaran 2020,” tutup Joni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Pemalakan Sopir Truk di Penjaringan, Polisi Imbau Korban Melapor

Viral Video Pemalakan Sopir Truk di Penjaringan, Polisi Imbau Korban Melapor

Megapolitan
Dijadwalkan Bertemu AHY, Anies: Tunggu Besok Saja

Dijadwalkan Bertemu AHY, Anies: Tunggu Besok Saja

Megapolitan
Tiga Siswa MTsN 19 Jakarta Sedang Bermain Hujan Saat Tertimpa Tembok hingga Tewas

Tiga Siswa MTsN 19 Jakarta Sedang Bermain Hujan Saat Tertimpa Tembok hingga Tewas

Megapolitan
Tembok Madrasah Tsanawiyah 19 Pondok Labu Roboh, Petugas Mulai Angkat Puing

Tembok Madrasah Tsanawiyah 19 Pondok Labu Roboh, Petugas Mulai Angkat Puing

Megapolitan
BPBD Terjunkan Empat Perahu Karet ke 5 Titik Banjir di Tangsel

BPBD Terjunkan Empat Perahu Karet ke 5 Titik Banjir di Tangsel

Megapolitan
Jalan Kemang Raya Terendam Banjir, Kendaraan Tak Bergerak Terjebak Macet

Jalan Kemang Raya Terendam Banjir, Kendaraan Tak Bergerak Terjebak Macet

Megapolitan
Kepala BPBD DKI: Tembok Roboh di MTSN 19 karena Tak Kuat Tahan Luapan Air

Kepala BPBD DKI: Tembok Roboh di MTSN 19 karena Tak Kuat Tahan Luapan Air

Megapolitan
Jalan Cempaka Putih Barat 26 Banjir 40 Cm, Banyak Kendaraan Mogok

Jalan Cempaka Putih Barat 26 Banjir 40 Cm, Banyak Kendaraan Mogok

Megapolitan
Anies Masukkan Sumur Resapan ke Pergub RDTR, Ariza: Bukan Untuk Intervensi PJ Gubernur

Anies Masukkan Sumur Resapan ke Pergub RDTR, Ariza: Bukan Untuk Intervensi PJ Gubernur

Megapolitan
Tembok Madrasah Tsanawiyah 19 Pondok Labu yang Roboh Jadi Tontonan Masyarakat

Tembok Madrasah Tsanawiyah 19 Pondok Labu yang Roboh Jadi Tontonan Masyarakat

Megapolitan
Warga Sebut Hal Ini yang Bikin Banjir di Kolong Tol Meruya Lebih Cepat Surut

Warga Sebut Hal Ini yang Bikin Banjir di Kolong Tol Meruya Lebih Cepat Surut

Megapolitan
Tiga RT di Cipete Utara Terendam Banjir 1,2 Meter

Tiga RT di Cipete Utara Terendam Banjir 1,2 Meter

Megapolitan
Masih Ada Anak Stunting di 7 Kelurahan Jakarta Utara

Masih Ada Anak Stunting di 7 Kelurahan Jakarta Utara

Megapolitan
Banyak Motor Mogok karena Nekat Terobos Banjir di Jalan Bujana Tirta Pulogadung

Banyak Motor Mogok karena Nekat Terobos Banjir di Jalan Bujana Tirta Pulogadung

Megapolitan
Massa Gelar Aksi Solidaritas di Istana: Pak Jokowi, Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan!

Massa Gelar Aksi Solidaritas di Istana: Pak Jokowi, Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.