Kompas.com - 23/04/2020, 08:58 WIB
Kafe Sunyi House of Coffee and Hope di kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2019) Walda MarisonKafe Sunyi House of Coffee and Hope di kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kafe Sunyi House of Coffee and Hope beserta para pegawainya yang mayoritas penyandang disabilitas ikut menolong masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Mereka kerja sama dengan Mula yang bergerak di bidang coworking-space membagikan nasi bungkus beserta masker kepada warga yang bekerja di luar rumah di tengah regulasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Jadi makanan ini diberikan kepada para pekerja seperti teman-teman ojek online yang masih masih bekerja, bagi-bagi juga ke orang orang tukang gali tanah karena dia kan mungkin enggak dapat orderan jadi mungkin mereka tadi dapat orderan selama ini,” ujar Mario Gultom, pendiri Sunyi House of Coffe and Hope, Rabu (22/4/2020).

Baca juga: Bansos Bermasalah, Warga Mustika Jaya Bantu Tetangga yang Terdampak Covid-19

Mario menjelaskan, prakarsa itu datang dari para pegawai penyandang disabilitas dan rekan-rekan komunitas. Mereka melihat wabah Covid-19 mulai terasa di sekeliling mereka, dari mulai banyak warga yang kehilangan mata pencaharian sehingga tidak dapat pemasukan.

Para pegawai kemudian sepakat memasak makanan dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada para pekerja informal.

Kafe mereka hanya buka sekali selama dua minggu saat PSBB sehingga mereka punya banyak waktu untuk lakukan persiapan

“Alhasil, kami bisa siapkan makanan 80 nasi bungkus dan 120 masker. Menurut kami masker sangat diperlukan saat ini sesuai anjuran pemerintah. Namun harganya yang mahal dan terbatas membuat semakin sulit dapatkan ,” ucap dia.

Mereka membagikan paket bantuan tersebut ke beberapa tempat di Jakarta Selatan, antara lain di Lebak Bulus, Fatmawati, dan Cilandak.

“Yang ikut membagikan tadi tim Mula dan dua barista disabilitas tuli-sunyi,” kata dia.

Mario mengaku, apa yang dilakukan pihaknya tidak untuk mencari untung di tengah pandemi Covid-19. Setidanya, dia dan teman-teman disabilitasnya mampu membantu sesama walau tidak seberapa.

Baca juga: Kerja Sama Ibu-ibu PKK di Dapur Umum Bekasi, Siapkan Makanan untuk Warga Terdampak Covid-19

”Bukan berarti di tengah work from home (WFH) ini kita diam di rumah saja, kita bisa bantu masyarakat yang lebih membutuhkan, teman-teman disabilitas saja bisa,” tambah Mario.

Dia menyatakan, aksi itu akan terus berlanjut sampai pandemi Covid-19 berakhir.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan Mudik Berakhir, 200 Penumpang Berangkat dari Terminal Poris Plawad ke Kampung Halaman

Larangan Mudik Berakhir, 200 Penumpang Berangkat dari Terminal Poris Plawad ke Kampung Halaman

Megapolitan
Tanah Longsor Timpa 2 Rumah di Keranggan, Tangsel

Tanah Longsor Timpa 2 Rumah di Keranggan, Tangsel

Megapolitan
Keluarga Korban Kecewa Polisi Lamban Tangani Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa dan Jual Remaja

Keluarga Korban Kecewa Polisi Lamban Tangani Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa dan Jual Remaja

Megapolitan
4 Penumpang Bus di Pulogebang Reaktif Covid-19, Hari Ini

4 Penumpang Bus di Pulogebang Reaktif Covid-19, Hari Ini

Megapolitan
Terminal Kampung Rambutan Adakan Tes Covid-19 Acak, 1 Pemudik Dibawa ke Wisma Atlet

Terminal Kampung Rambutan Adakan Tes Covid-19 Acak, 1 Pemudik Dibawa ke Wisma Atlet

Megapolitan
Libur Lebaran Usai, Operasional MRT Kembali Normal

Libur Lebaran Usai, Operasional MRT Kembali Normal

Megapolitan
ART yang Terekam Video Aniaya Majikannya di Cengkareng Ditangkap

ART yang Terekam Video Aniaya Majikannya di Cengkareng Ditangkap

Megapolitan
Hingga Sekarang, Polisi Belum Periksa Anak Anggota DPRD Bekasi yang Dituduh Perkosa Gadis Remaja

Hingga Sekarang, Polisi Belum Periksa Anak Anggota DPRD Bekasi yang Dituduh Perkosa Gadis Remaja

Megapolitan
Pemudik Berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Bus-bus AKAP Disemprot Disinfektan

Pemudik Berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Bus-bus AKAP Disemprot Disinfektan

Megapolitan
Sehari Usai Larangan Mudik Berakhir, Terminal Poris Plawad Dipenuhi Penumpang

Sehari Usai Larangan Mudik Berakhir, Terminal Poris Plawad Dipenuhi Penumpang

Megapolitan
Polisi Sebut Guru yang Cabuli Murid di Sebuah Masjid di Bekasi seperti Maniak

Polisi Sebut Guru yang Cabuli Murid di Sebuah Masjid di Bekasi seperti Maniak

Megapolitan
Mengaku Kurang Pengetahuan, JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal Minta Maaf

Mengaku Kurang Pengetahuan, JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal Minta Maaf

Megapolitan
Kelurahan Cipete Selatan Data Penghuni Kos dan Kontrakan yang Kembali dari Mudik

Kelurahan Cipete Selatan Data Penghuni Kos dan Kontrakan yang Kembali dari Mudik

Megapolitan
John Kei Nilai Jaksa Tak Hiraukan Fakta Persidangan

John Kei Nilai Jaksa Tak Hiraukan Fakta Persidangan

Megapolitan
Korban Pemerkosaan Maling di Bekasi Alami Trauma Berat sampai Takut Tidur Sendiri

Korban Pemerkosaan Maling di Bekasi Alami Trauma Berat sampai Takut Tidur Sendiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X