Jumlah Penumpang Bus yang Berangkat dari Terminal Pulo Gebang Meningkat

Kompas.com - 23/04/2020, 12:56 WIB
Suasana di dalam Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2020). Dokumentasi Terminal Terpadu Pulo GebangSuasana di dalam Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah penumpang bus yang berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, meningkat.

Peningkatan terjadi sejak Rabu (23/4/2020). Peningkatan itu boleh terkait dengan larangan mudik dari pemerintah. Presiden Joko Widodo Selasa lalu menyatakan mudik dilarang jelang Idul Fitri tahun ini. Larangan itu akan berlaku mulai Jumat besok.

Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang Bernad Octavianus Pasaribu mengatakan, dari pantauannya jumlah penumpang sedikit meningkat siang ini.

Baca juga: Jumlah Penumpang di Terminal Pulo Gebang Merosot akibat Pandemi Covid-19

"Kalau melihat di lapangan ada kenaikan sedikit untuk keberangkatan. Nanti per jam 12 saya infokan ya karena kami menarik data jam 12 dan enam sore di masa PSBB ini," kata Bernad kepada Kompas.com, Kamis.

Berdasarkan data yang diterima dari pihak terminal, kenaikan jumlah penumpang sudah terjadi sejak Rabu kemarin.

Pada Selasa lalu, jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang sebanyak 546 orang. Rabu kemarin jumlahnya meningkat menjadi 840 orang.

"( Penumpang) ke daerah Jawa dominan, mungkin ada kekhawatiran dari warga masyarakat pendatang yang tidak bisa pulang kampung bila mulai diberlakukannya (larangan), tidak boleh mudik," ujar Bernad.

Sesuai arahan pemerintah, pihak terminal memastikan para penumpang melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 dengab mewajibkan penumpang pakai masker.

Jumlah penumpang yang diangkut juga maksimal hanya 50 persen dari kapasitas tempat duduk.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPU Tangsel Sebut Pembukaan Kotak Suara Sudah Sesuai Aturan

KPU Tangsel Sebut Pembukaan Kotak Suara Sudah Sesuai Aturan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akui Kesulitan Pindahkan Tumpukan Sampah di Samping Tol Jorr Bekasi Barat

Pemkot Bekasi Akui Kesulitan Pindahkan Tumpukan Sampah di Samping Tol Jorr Bekasi Barat

Megapolitan
Diperiksa Terkait Senjata Api Suaminya, Nindy Ayunda Diajukan 17 Pertanyaan

Diperiksa Terkait Senjata Api Suaminya, Nindy Ayunda Diajukan 17 Pertanyaan

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Pasien Berkurang, RS Wisma Atlet Rawat 3.785 Orang

UPDATE 27 Januari: Pasien Berkurang, RS Wisma Atlet Rawat 3.785 Orang

Megapolitan
Penyanyi Nindy Kembali Diperiksa Polisi, Kali Ini Soal Kepemilikan Senjata Api Suaminya

Penyanyi Nindy Kembali Diperiksa Polisi, Kali Ini Soal Kepemilikan Senjata Api Suaminya

Megapolitan
Bawaslu Tangsel Sesalkan KPU Buka Kota Suara Tanpa Perintah MK

Bawaslu Tangsel Sesalkan KPU Buka Kota Suara Tanpa Perintah MK

Megapolitan
Beda PPKM di Jakarta Tahap I dan II yang Perlu Diketahui

Beda PPKM di Jakarta Tahap I dan II yang Perlu Diketahui

Megapolitan
Kala Pemprov DKI Sebut Okupansi RS Covid-19 di DKI Menipis karena Warga Non-Jakarta

Kala Pemprov DKI Sebut Okupansi RS Covid-19 di DKI Menipis karena Warga Non-Jakarta

Megapolitan
Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Megapolitan
Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Megapolitan
Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Megapolitan
Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Megapolitan
Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Megapolitan
27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X