Kompas.com - 23/04/2020, 15:03 WIB
lustrasi proses Produksi Diagonostik Kit berbasis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Dok BIO FARMAlustrasi proses Produksi Diagonostik Kit berbasis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

DEPOK, KOMPAS.com - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Devi Maryori mengatakan bahwa pihaknya akan segera memiliki mesin untuk pemeriksaan laboratorium Covid-19.

Hadirnya mesin yang dikenal sebagai mesin PCR (polymerase chain reaction) itu akan membuat ketergantungan RSUD Kota Depok pada laboratorium lain berkurang, sehingga proses pemeriksaan bisa lebih cepat.

"Pengadaan 1 (mesin) PCR. Masih menunggu cartridge-nya datang. Awal Mei sudah mulai (siap digunakan)," ujar Devi kepada wartawan, Rabu (22/4/2020).

Baca juga: RSUD Depok Kekurangan Dokter dan Perawat Tangani Covid-19

Selama ini, RSUD Kota Depok tak memiliki laboratorium yang dilengkapi dengan mesin PCR.

Akibatnya, RSUD Kota Depok memang dapat melakukan uji swab, mengambil sampel lendir tenggorokan pasien.

Namun spesimen itu harus dikirim ke laboratorium lain, yakni RS Universitas Indonesia dan LBM Eijkman Jakarta, buat diperiksa positif atau negatif Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini memperpanjang birokrasi, sehingga pasien harus bertahan berhari-hari di rumah sakit hanya demi menanti hasil tesnya, positif atau negatif Covid-19.

Padahal, jumlah kasus dan pasien terduga Covid-19 setiap hari terus bertambah dan memerlukan ruangan di rumah sakit juga untuk dirawat.

"Pasien itu enggak sehari 10, tapi lama di sini, karena hasil laboratorium tidak kunjung keluar. Selama ini hasil PCR dua minggu lebih, kami kan nggak berani pulangkan mereka," jelas Devi.

Baca juga: Kapasitas Tes Covid-19 Rendah, IDI Depok Harap Pemerintah Izinkan RS Swasta Beli Mesin PCR

Kapasitas tes yang rendah memang jadi salah satu isu dalam penanganan Covid-19 di Depok.

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok, Alif Noeriyanto mengatakan, idealnya Depok sanggup menjalankan tes PCR 200-300 pasien sehari.

Kondisi ideal itu jauh dari kenyataan, karena saat ini hanya puluhan sampel yang dapat dites PCR setiap hari, karena sedikitnya jumlah laboratorium yang memiliki mesin PCR.

Baca juga: 11 Dokter Terinfeksi Covid-19 di Kota Bekasi

Di samping mengadakan mesin PCR, Devi berujar, RSUD Kota Depok tengah mempersiapkan pengadaan ventilator untuk antisipasi kondisi kesehatan pasien yang memburuk.

Hal ini juga sehubungan dengan rencana penambahan kapasitas RSUD Kota Depok sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Depok.

"(Ventilator) sedang persiapan 3 unit, walaupun sementara belum ada yang butuh ventilator," ujar Devi.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Demo di Depan Gedung KPK, Polisi Siagakan 600 Personel dan Kendaraan Taktis

Ada Demo di Depan Gedung KPK, Polisi Siagakan 600 Personel dan Kendaraan Taktis

Megapolitan
Pembangunan Saluran Air di Klender Dimulai Hari Ini, Kendaraan Bisa Lewat Jalur Transjakarta

Pembangunan Saluran Air di Klender Dimulai Hari Ini, Kendaraan Bisa Lewat Jalur Transjakarta

Megapolitan
Bocah Perempuan 5 Tahun di Ciracas Dianiaya Ibu Tirinya Sendiri, Ayah Lapor Polisi

Bocah Perempuan 5 Tahun di Ciracas Dianiaya Ibu Tirinya Sendiri, Ayah Lapor Polisi

Megapolitan
Luhut Penuhi Panggilan Polisi untuk Klarifikasi Laporan terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Luhut Penuhi Panggilan Polisi untuk Klarifikasi Laporan terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Megapolitan
Masih Ada 27 Persen Warga Jakpus yang Belum Divaksin Covid-19

Masih Ada 27 Persen Warga Jakpus yang Belum Divaksin Covid-19

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 41,6 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 41,6 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Megapolitan
Senin Ini, Luhut Pandjaitan Diminta Keterangan Terkait Laporan terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Senin Ini, Luhut Pandjaitan Diminta Keterangan Terkait Laporan terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras

Megapolitan
Pegawai KPI Korban Pelecehan Jalani Pemeriksaan Psikologi di LPSK

Pegawai KPI Korban Pelecehan Jalani Pemeriksaan Psikologi di LPSK

Megapolitan
5 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Senin Ini

5 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Senin Ini

Megapolitan
Anies Ibaratkan Terkendalinya Covid-19 di Jakarta seperti Film 'Avengers'

Anies Ibaratkan Terkendalinya Covid-19 di Jakarta seperti Film "Avengers"

Megapolitan
Bagaimana Aturan Pembuatan Polisi Tidur di Jakarta?

Bagaimana Aturan Pembuatan Polisi Tidur di Jakarta?

Megapolitan
Vaksinasi Pfizer di RPTRA Taman Gajah Cipete Selatan, 120 Dosis Setiap Hari

Vaksinasi Pfizer di RPTRA Taman Gajah Cipete Selatan, 120 Dosis Setiap Hari

Megapolitan
Berapa Denda Tilang Ganjil Genap di Jakarta?

Berapa Denda Tilang Ganjil Genap di Jakarta?

Megapolitan
UPDATE: Tambah 14 Kasus di Kota Tangerang, 99 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 14 Kasus di Kota Tangerang, 99 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar | Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

[POPULER JABODETABEK] Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar | Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.