Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/04/2020, 18:51 WIB
Sandro Gatra

Editor

Sumber Antara

JAKARTA, KOMPAS.com - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwilkumham) DKI Jakarta mencatat baru satu dari total 1.900 warga binaan program asimilasi yang kembali terlibat kriminal.

"Sejauh ini hanya satu orang saja yang kembali berulah, kini sedang kami tangani," kata Kepala Kanwilkumham DKI Jakarta, Bambang Sumardiono di Jakarta, Kamis (23/4/2020), seperti dikutip Antara.

Bambang mengatakan, dari hasil evaluasi 1.899 lainnya telah kembali ke masyarakat dan menjalani hidup dengan layak.

Baca juga: Residivis yang Dapat Asimilasi Akan Ditempatkan di Sel Khusus Selama 14 Hari

Sedangkan satu warga binaan asimilasi yang terbukti secara hukum melakukan kejahatan, saat ini telah dikembalikan ke tahanan.

Dikatakan Bambang, warga binaan itu telah dibuat berita acara pemeriksaan sesuai petunjuk Menteri Hukum dan HAM di internal Kemenkumham.

Dengan adanya satu kasus itu, Bambang berharap tak ada lagi warga binaan yang melanggar hukum.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan semua unsur dengan mengabarkan mereka bahwa warga binaan asimilasi yang sudah keluar juga terus diawasi.

Baca juga: Catat, Ini Daftar Nomor Telepon Polisi jika Ingin Lapor Kejahatan di Jakarta dan Sekitarnya

"Karena kalau sampai berulah lagi, hukumannya akan ditambah untuk memberi efek jera," ujarnya.

Bambang menambahkan, program asimilasi di DKI akan berlangsung hingga 31 Desember 2020.

"Ada beberapa program yang sedang kita siapkan berupa jaring pengaman sosial terhadap warga binaan yang diasimiliasi dengan dukungan kementerian sosial," katanya.

Tujuan dari program itu untuk membuat yang bersangkutan tenang di rumah dan tidak perlu keluar rumah, apalagi melakukan tindakan kriminal.

Kasie Bimbingan Klien Dewasa Bapas Kelas 1 Jakarta Timur - Jakarta Utara Christin Sari sebelumnya mengatakan, jika napi program asimilasi kembali berbuat kriminal, maka hak asimilasi napi tersebut akan dicabut.

Baca juga: Polisi Ancam Tembak Pelaku Kejahatan

Mereka harus kembali ke dalam lembaga permasyarakatan menjalankan sisa pidana ditambah pidana yang baru, setelah putusan majelis hakim.

Namun, para residivis yang kembali tertangkap nantinya tak akan langsung digabungkan dengan narapidana lain.

Mereka akan ditahan di sel khusus selama 14 hari. Langkah tersebut untuk memastikan residivis tersebut terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jadwal dan Lokasi Beras Murah di Tangerang dan Bekasi Februari 2024

Jadwal dan Lokasi Beras Murah di Tangerang dan Bekasi Februari 2024

Megapolitan
Bacakan Duplik, Polda Metro Kembali Minta Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Aiman

Bacakan Duplik, Polda Metro Kembali Minta Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Aiman

Megapolitan
Masih Buronnya Enam dari 16 Tahanan Polsek Tanah Abang yang Kabur, Kinerja Kapolsek Dipertanyakan

Masih Buronnya Enam dari 16 Tahanan Polsek Tanah Abang yang Kabur, Kinerja Kapolsek Dipertanyakan

Megapolitan
Zita Anjani Minta Pemerintah Wadahi Minat Siswa Terhadap Teknologi

Zita Anjani Minta Pemerintah Wadahi Minat Siswa Terhadap Teknologi

Megapolitan
Perempuan Terjun dari 'Flyover' Ancol, Polisi: Percobaan Bunuh Diri

Perempuan Terjun dari "Flyover" Ancol, Polisi: Percobaan Bunuh Diri

Megapolitan
Sempat Tak Sadarkan Diri, Perempuan yang Lompat dari 'Flyover' Ancol Sudah Siuman

Sempat Tak Sadarkan Diri, Perempuan yang Lompat dari "Flyover" Ancol Sudah Siuman

Megapolitan
Heru Budi Kenang Sosok Eks Sekda DKI Fadjar Panjaitan: Selama Berkarier Pribadinya Baik

Heru Budi Kenang Sosok Eks Sekda DKI Fadjar Panjaitan: Selama Berkarier Pribadinya Baik

Megapolitan
Polisi Tangkap 8 Tahanan Kabur dari Polsek Tanah Abang, 6 Masih Buron

Polisi Tangkap 8 Tahanan Kabur dari Polsek Tanah Abang, 6 Masih Buron

Megapolitan
Belum Dapat Bantuan Pemerintah, Warga Gang Barjo Andalkan Uang Donasi Perbaiki Fasum yang Rusak akibat Longsor

Belum Dapat Bantuan Pemerintah, Warga Gang Barjo Andalkan Uang Donasi Perbaiki Fasum yang Rusak akibat Longsor

Megapolitan
Pembebasan Lahan Terdampak Longsor di Bogor Tak Jelas, Nasib Warga 'Digantung'

Pembebasan Lahan Terdampak Longsor di Bogor Tak Jelas, Nasib Warga "Digantung"

Megapolitan
Heru Budi: Selama Menjadi Sekda DKI, Fadjar Panjaitan Dikenang sebagai Pribadi yang Baik

Heru Budi: Selama Menjadi Sekda DKI, Fadjar Panjaitan Dikenang sebagai Pribadi yang Baik

Megapolitan
Aiman Witjaksono Hadirkan Ahli Hukum Pidana dan Pers di Sidang Praperadilan

Aiman Witjaksono Hadirkan Ahli Hukum Pidana dan Pers di Sidang Praperadilan

Megapolitan
Aiman Witjaksono Bawa Tiga Bukti di Sidang Praperadilan Hari Ini

Aiman Witjaksono Bawa Tiga Bukti di Sidang Praperadilan Hari Ini

Megapolitan
Operasi Pasar Murah di Bekasi Membeludak, Pj Wali Kota: Ada Keterlambatan Datangnya Pasokan

Operasi Pasar Murah di Bekasi Membeludak, Pj Wali Kota: Ada Keterlambatan Datangnya Pasokan

Megapolitan
Pedagang Kelontong di Tomang Keluhkan Distribusi Sembako yang Tidak Merata

Pedagang Kelontong di Tomang Keluhkan Distribusi Sembako yang Tidak Merata

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com