Cegah Penyebaran Covid-19, Perusahaan di Jakarta Diminta Beri Layanan Antar Jemput Pegawai

Kompas.com - 24/04/2020, 15:49 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

DEPOK, KOMPAS.com - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengimbau perusahaan-perusahaan yang masih beroperasi di Jakarta menyediakan fasilitas antar-jemput untuk pegawainya yang berdomisili di Depok.

Dadang mengatakan, hal ini sebagai alternatif kebijakan setiap perusahaan untuk melindungi kesehatan pegawainya di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya, moda transportasi kereta rel listrik (KRL) yang biasanya digunakan, kini dilakukan pembatasan sehingga rentan terjadi penumpukan penumpang yang dapat mempermudah penularan Covid-19.

Baca juga: Hampir 80 Persen Wilayah Depok Zona Merah Covid-19, Wali Kota Mohon Warga Patuh PSBB

"Banyak kantor di Jakarta yang buka. Kami mengimbau perusahaan di Jakarta melakukan antar-jemput bagi karyawannya," jelas Dadang kepada wartawan, Jumat (24/4/2020).

Ia menganggap, kebijakan ini lebih baik daripada membuat para pekerja berdesakan di stasiun-stasiun KRL.

Dadang memberi contoh inisiatif Pemprov DKI Jakarta untuk mengantar jemput para tenaga medis setiap hari yang menurutnya layak diterapkan secara lebih luas.

"Pemprov DKI menjemput tenaga kesehatan yang bekerja di Jakarta, setiap hari dijemput di terminal sini. Kalau itu terjadi secara masif, maka physical distancing bisa terjadi," ungkap dia.

Baca juga: Depok Telah Gunakan Rp 59 Miliar Dana APBD untuk Tangani Covid-19

Pembatasan operasional dan okupansi KRL membuat volume kendaraan di jalan raya di Depok meningkat lagi pada masa pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Padahal, Dadang yang juga Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok mencatat, terjadi tren penurunan volume kendaraan jalan raya di Depok sebanyak 11,43 persen selama tiga hari pertama PSBB.

"Kami coba lacak, ternyata lebih besar dikarenakan peralihan moda dari KRL. Antrean yang cukup panjang beralih ke kendaraan pribadi, sehingga kendaraan pribadi meningkat saat ini," tutup dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran di Toko Elektronik Pasar Minggu, Diduga karena Puntung Rokok

Kebakaran di Toko Elektronik Pasar Minggu, Diduga karena Puntung Rokok

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Tangerang Raya, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Tangerang Raya, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 21 April 2021

Megapolitan
Tak Mau Pompa ASI karena Kesakitan, Seorang Ibu Dianiaya Suaminya di Serpong

Tak Mau Pompa ASI karena Kesakitan, Seorang Ibu Dianiaya Suaminya di Serpong

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 21 April 2021

Megapolitan
10 Artis yang Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, dari Tio Pakusadewo hingga Rio Reifan

10 Artis yang Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, dari Tio Pakusadewo hingga Rio Reifan

Megapolitan
KSAD Sebut Kasus Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru Dikawal Danpuspom hingga Pangdam Jaya

KSAD Sebut Kasus Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru Dikawal Danpuspom hingga Pangdam Jaya

Megapolitan
Cerita Warga Bogor Rela Menginap di GOR Pajajaran Demi Hindari Antrean BLT UMKM

Cerita Warga Bogor Rela Menginap di GOR Pajajaran Demi Hindari Antrean BLT UMKM

Megapolitan
Pencuri Motor Berkedok Driver Ojek Online di Duren Sawit Ditangkap Polisi

Pencuri Motor Berkedok Driver Ojek Online di Duren Sawit Ditangkap Polisi

Megapolitan
Polisi Berencana Dirikan 2 Posko Cek Poin di Kota Tangerang Selama Larangan Mudik Lebaran

Polisi Berencana Dirikan 2 Posko Cek Poin di Kota Tangerang Selama Larangan Mudik Lebaran

Megapolitan
Pemkot Jakpus Akan Tutup Jembatan yang Jadi Akses Tawuran di Johar Baru

Pemkot Jakpus Akan Tutup Jembatan yang Jadi Akses Tawuran di Johar Baru

Megapolitan
Polisi Tangkap Pencuri Motor di Duren Sawit yang Gunakan Gunting untuk Lancarkan Aksinya

Polisi Tangkap Pencuri Motor di Duren Sawit yang Gunakan Gunting untuk Lancarkan Aksinya

Megapolitan
Sejarah Masjid Jami Kebon Jeruk, Saksi Bisu Penyebaran Islam dari Tiongkok

Sejarah Masjid Jami Kebon Jeruk, Saksi Bisu Penyebaran Islam dari Tiongkok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X