Hanya Punya 1 Kapal Ambulans, Pemkab Kepulauan Seribu Harap Warga Patuhi PSBB

Kompas.com - 25/04/2020, 04:00 WIB
Wakil Bupati Kepulauan Seribu Junaedi memberikan keterangan pada wartawan saat meninjau Pelabuhan Kali Adem, Kamis (7/2/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DWakil Bupati Kepulauan Seribu Junaedi memberikan keterangan pada wartawan saat meninjau Pelabuhan Kali Adem, Kamis (7/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu baru saja mengisolasi empat pasien positif pertama Covid-19 di wilayah mereka.

Empat kasus pertama ini dikhawatirkan menyebar di wilayah yang terdiri dari banyak pulau tersebut.

Alasannya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu hanya memiliki satu buah ambulans kapal untuk menjangkau seluruh gugus pulau yang ada.

Baca juga: Jadi Kasus Positif Covid-19 Pertama di Kepulauan Seribu, 4 Orang Diisolasi

"Kita ada kapal ambulans dari RSUD, tapi masih kurang, baru satu itu. Makanya kita mesti siaga. Karena bagaimana kalau banyak terpapar di pulau yang kondisi transportasinya susah," kata Wakil Bupati Kepulauan Seribu Junaedi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (24/4/2020).

Oleh karena itu, Pemkab Kepulauan Seribu tengah memperketat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah mereka untuk mencegah adanya penularan lanjutan.

Mereka tidak akan segan-segan memberi sanksi pada warga yang melanggar lewat gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di masing-masing pulau.

Junaedi juga mengimbau warga untuk menaati aturan yang ada, mengingat kemampuan Pemkab terbatas.

"Artinya imbauan pemerintah dari Presiden, Gubernur, kita sampaikan. Intinya harus dilakukan sama-sama, harus disiplin. Jadi imbauan tidak shalat berjemaah di masjid, imbauan sebenarnya sama. Itu lah cara utama," ucap Junaedi.

Mereka saat ini juga tengah berupaya memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan masker gratis dan sarana cuci tangan.

Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS) demi mencegah terjangkit Covid-19.

Adapun empat kasus Covid-19 di Kepulauan Seribu itu salah satunya masuk dalam klaster jemaah tabligh akbar Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Salah satu pasien diisolasi di Wisma Atlet Kemayoran, sementara tiga sisanya diisolasi di SMKN 61 Jakarta yang ada di Pulau Tidung.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Demonstrasi di Jakarta Hari Ini, Begini Kondisi Lalin Bekasi

Ada Demonstrasi di Jakarta Hari Ini, Begini Kondisi Lalin Bekasi

Megapolitan
Ada Demo Tolak UU Cipta Kerja, Jalan Medan Merdaka Barat Ditutup Selasa Pagi

Ada Demo Tolak UU Cipta Kerja, Jalan Medan Merdaka Barat Ditutup Selasa Pagi

Megapolitan
Pukul 09.10 WIB, Massa Demo Tolak UU Cipta Kerja Mulai Padati Patung Kuda

Pukul 09.10 WIB, Massa Demo Tolak UU Cipta Kerja Mulai Padati Patung Kuda

Megapolitan
Cara Anarko Susupi Aksi Massa, Ganti Pedemo dengan Anggota Perusuh

Cara Anarko Susupi Aksi Massa, Ganti Pedemo dengan Anggota Perusuh

Megapolitan
Ada Demo di Sekitar Istana, Ini Modifikasi 4 Rute Layanan Bus Transjakarta

Ada Demo di Sekitar Istana, Ini Modifikasi 4 Rute Layanan Bus Transjakarta

Megapolitan
Kota Tangerang Buka Pendaftaran Online untuk Stimulus UMKM

Kota Tangerang Buka Pendaftaran Online untuk Stimulus UMKM

Megapolitan
DPRD DKI: Perda Penanganan Covid-19 Memperkuat Jaminan Sosial Masyarakat

DPRD DKI: Perda Penanganan Covid-19 Memperkuat Jaminan Sosial Masyarakat

Megapolitan
PSBB Jilid Ke-12 Berakhir Hari Ini, Bagaimana Perkembangan Kasus Covid-19 di Tangsel?

PSBB Jilid Ke-12 Berakhir Hari Ini, Bagaimana Perkembangan Kasus Covid-19 di Tangsel?

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Perda Jakarta: Warga Tolak Swab Test dan Vaksin Didenda Rp 5 juta

[POPULER JABODETABEK] Perda Jakarta: Warga Tolak Swab Test dan Vaksin Didenda Rp 5 juta

Megapolitan
Lima Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Dewi Sartika, Truk hingga Taksi Ringsek

Lima Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Dewi Sartika, Truk hingga Taksi Ringsek

Megapolitan
Polres Tangerang Patroli Cegah Pelajar ke Jakarta Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja

Polres Tangerang Patroli Cegah Pelajar ke Jakarta Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja

Megapolitan
Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini, Sejumlah Elemen Buruh Ikut Turun

Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini, Sejumlah Elemen Buruh Ikut Turun

Megapolitan
Sederet Fakta Kasus Narkoba yang Menjerat RR, Artis Sinetron 'Dari Jendela SMP'

Sederet Fakta Kasus Narkoba yang Menjerat RR, Artis Sinetron "Dari Jendela SMP"

Megapolitan
Blak-blakan John Kei Bahas Perseteruannya dengan Nus Kei, Bantah Bersaudara hingga Utang Rp 1 M

Blak-blakan John Kei Bahas Perseteruannya dengan Nus Kei, Bantah Bersaudara hingga Utang Rp 1 M

Megapolitan
Ini 6 Aturan Baru dalam Perda Penanggulangan Covid-19, Siap-siap Denda Jutaan Rupiah jika Melanggar

Ini 6 Aturan Baru dalam Perda Penanggulangan Covid-19, Siap-siap Denda Jutaan Rupiah jika Melanggar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X