Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Empat Maling Helm Tinggalkan Rekannya yang Tertangkap Warga...

Kompas.com - 25/04/2020, 12:54 WIB
Vitorio Mantalean,
Fabian Januarius Kuwado

Tim Redaksi

DEPOK, KOMPAS.com - Empat pemuda lari tunggang langgang meninggalkan seorang rekannya yang tertangkap basah mencuri helm.

Peristiwa itu terjadi di salah rumah seseorang berinisial JO (26) yang terletak di Jalan Kebembem, Abadijaya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat pada Kamis (23/4/2020) dini hari.

Petugas Humas Polres Metro Kota Depok Iptu Made Budi menjelaskan, awalnya kelima pemuda itu hendak mencuri sebuah helm yang ada di dalam teras sebuah rumah.

"Modusnya, (salah seorang) pelaku memanjat pagar rumah mau ambil helm," ujar Made melalui keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2020).

Baca juga: Maling Helm di Samsat Jaktim Tertangkap Bawa Ganja

Sementara seorang pelaku memanjat pagar serta memasuki rumah, empat pemuda lainya menunggu di luar pagar.

Rupanya, aksi tersebut diketahui oleh tetangga korban berinisial EK.

EK kemudian keluar rumah, kemudian berteriak menegur para pemuda tersebut.

"Empat orang teman pelaku yang menunggu di luar langsung melarikan diri," ujar Made.

Sementara itu, seorang pemuda yang sudah terlanjur berada di dalam pekarangan tetangganya tidak bisa berkutik. EK pun mengamankan pelaku.

JO pemilik rumah yang mendengar suara gaduh terbangun dari tidur dan keluar rumah untuk melihat apa yang sedang terjadi. Sejumlah warga di sekitarnya pun ikut keluar rumah.

Baca juga: Antisipasi Kriminalitas, Polda Metro Jaya Bentuk Satgas Begal dan Preman

Sontak, JO dan beberapa warga mengejar empat pemuda yang melarikan diri. Seluruhnya dapat diamankan.

Dari lima pelaku, empat di antaranya diketahui masih di bawah umur, yakni MR (16), DAP (19), IF (16) dan DI (16). Sementara seorang pelaku lagi berinisial RAS diketahui berusia 20 tahun.

"Selanjutnya, para pelaku diserahkan ke Tim Jaguar yang pada saat itu sedang patroli. Para pelaku dan barang milik pelaku diserahkan ke Polsek Sukmajaya," jelas Made.

Atas percobaan pencurian ini, lima pemuda yang saat ini masih ditahan polisi itu terancam dijerat Pasal 53 juncto 363 KUHP.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Pembunuh Pedagang Perabot di Duren Sawit, Ternyata Anak Kandung Sendiri

Polisi Tangkap Pembunuh Pedagang Perabot di Duren Sawit, Ternyata Anak Kandung Sendiri

Megapolitan
Diduga Korsleting, Bengkel Motor Sekaligus Rumah Tinggal di Cibubur Terbakar

Diduga Korsleting, Bengkel Motor Sekaligus Rumah Tinggal di Cibubur Terbakar

Megapolitan
Kardinal Suharyo Tegaskan Gereja Katolik Tak Sama dengan Ormas Keagamaan

Kardinal Suharyo Tegaskan Gereja Katolik Tak Sama dengan Ormas Keagamaan

Megapolitan
Ditawari Izin Tambang, Kardinal Suharyo: Itu Bukan Wilayah Kami

Ditawari Izin Tambang, Kardinal Suharyo: Itu Bukan Wilayah Kami

Megapolitan
Pemuda yang Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Pondok Aren Ditangkap Polisi

Pemuda yang Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Pondok Aren Ditangkap Polisi

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Lapor Polisi soal Penjarahan Sejak 2023

Pengelola Rusunawa Marunda Lapor Polisi soal Penjarahan Sejak 2023

Megapolitan
Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia: Waktu Singkat dan Enggan Naik Mobil Antipeluru

Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia: Waktu Singkat dan Enggan Naik Mobil Antipeluru

Megapolitan
Pedagang Perabot di Duren Sawit Tewas dengan Luka Tusuk

Pedagang Perabot di Duren Sawit Tewas dengan Luka Tusuk

Megapolitan
Tak Disangka, Grafiti Bikin Fermul Belajar Mengontrol Emosi

Tak Disangka, Grafiti Bikin Fermul Belajar Mengontrol Emosi

Megapolitan
Sambut Positif jika Anies Ingin Bertemu Prabowo, PAN: Konsep 'Winner Takes All' Tidak Dikenal

Sambut Positif jika Anies Ingin Bertemu Prabowo, PAN: Konsep "Winner Takes All" Tidak Dikenal

Megapolitan
Seniman Grafiti Ingin Buat Tembok Jakarta Lebih Berwarna meski Aksinya Dicap Vandalisme

Seniman Grafiti Ingin Buat Tembok Jakarta Lebih Berwarna meski Aksinya Dicap Vandalisme

Megapolitan
Kunjungan Paus ke Indonesia Jadi yang Kali Ketiga Sepanjang Sejarah

Kunjungan Paus ke Indonesia Jadi yang Kali Ketiga Sepanjang Sejarah

Megapolitan
Kardinal Suharyo: Kunjungan Paus Penting, tapi Lebih Penting Mengikuti Teladannya

Kardinal Suharyo: Kunjungan Paus Penting, tapi Lebih Penting Mengikuti Teladannya

Megapolitan
Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia, Diagendakan Mampir ke Istiqlal hingga GBK

Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia, Diagendakan Mampir ke Istiqlal hingga GBK

Megapolitan
Warga Langsung Padati CFD Thamrin-Bundaran HI Usai Jakarta Marathon

Warga Langsung Padati CFD Thamrin-Bundaran HI Usai Jakarta Marathon

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com