Kompas.com - 27/04/2020, 21:36 WIB
Anggota Polsek Tambora mengevakuasi jenazah EA dari dalam rumah untuk dibawa ke RSCM Ciptomangumkusumo, Senin (27/4/2020) Dok. Humas Polres Jakarta Barat Anggota Polsek Tambora mengevakuasi jenazah EA dari dalam rumah untuk dibawa ke RSCM Ciptomangumkusumo, Senin (27/4/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga RW 06 Kelurahan Angke Jaya, Tambora, Jakarta Barat, dikejutkan penemuan mayat berinisial EA (49) di rumahnya pada Minggu (26/4/2020) sore.

Warga yang saat itu berada di lokasi langsung menghubungi Polsek Tambora.

Kapolsek Tambora Kompol Iver Manossoh memimpin langsung proses pemindahan jenazah EA dari dalam rumah.

Saat itu, salah seorang anggota sudah coba menghubungi pihak Puskesmas setempat.

Baca juga: Sopir Ojol Meninggal Saat Antre Makanan di Tanjung Duren, Polisi: Korban Sakit Jantung

Hal ini untuk mengetahui apakah EA meninggal karena virus Corona atau tidak.

Namun, pihak Puskesmas tidak bisa menindaklanjuti karena kondisi jenazah sudah tiga jam pascameninggal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mengingat korban sekitar 4 jam terlantar dan tidak ada respons dari Puskesmas Tambora maka saya memimpin langsung penanganan TKP bersama tim gabungan identifikasi Polres Metro Jakarta Barat dan Reskrim Polsek Tambora," ucap Iver di Jakarta, Senin (27/4/2020).

Setelah selesai melakukan penanganan terhadap EA, pihak Polsek Tambora berkoordinasi dengan Palang Hitam Petamburan.

Baca juga: Pemprov DKI Sayangkan Penyerangan Rumah Warga yang Laporkan Tarawih di Pulogadung

Jenazah EA yang sudah empat jam berada di rumah akhirnya dibawa ke RSCM Jakarta guna penanganan lebih lanjut.

Menurut Iver, guna menghindari terulangnya kejadian yang sama, yakni terlantarnya mayat berjam-jam dan menjadi tontonan warga sekitar, maka perlu adanya MoU antara Tim Puskesmas Kecamatan dengan Polsek Tambora.

"MoU itu nantinya menyepakati hal-hal yang perlu disepakati bersama misalnya pada saat mana penanganan harus dilakukan secara terpadu atau pada saat mana ditangani secara sendiri-sendiri," kata Iver.

"Sehingga diharapkan ke depan tidak menimbulkan kesan adanya pembiaran oleh petugas yang berwenang terhadap jenazah yang ditemukan dalam kondisi tidak jelas apalagi di tengah kondisi penyebaran Covid-19 saat ini," sambung Iver.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak Tidak Merembet ke Permukiman Warga

Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak Tidak Merembet ke Permukiman Warga

Megapolitan
Pemkot Tangerang: 7.625 Pemohon Insentif Start Up Rp 760.000 Lolos Verifikasi

Pemkot Tangerang: 7.625 Pemohon Insentif Start Up Rp 760.000 Lolos Verifikasi

Megapolitan
Pemkab Bekasi Terkendala Anggaran Keruk Sampah di Kali Cikarang

Pemkab Bekasi Terkendala Anggaran Keruk Sampah di Kali Cikarang

Megapolitan
Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak KKO, Damkar Kesulitan Sumber Air

Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak KKO, Damkar Kesulitan Sumber Air

Megapolitan
Kebakaran Pasar Swalayan di Cilandak KKO, Damkar Kerahkan 25 Mobil

Kebakaran Pasar Swalayan di Cilandak KKO, Damkar Kerahkan 25 Mobil

Megapolitan
Depok Dilanda Angin Puting Beliung, 622 Gardu PLN Gangguan, Listrik Padam Sejak Sore

Depok Dilanda Angin Puting Beliung, 622 Gardu PLN Gangguan, Listrik Padam Sejak Sore

Megapolitan
Perawatan Jaringan, Pelayanan Adminduk Kabupaten Bekasi Offline Sepekan Kedepan

Perawatan Jaringan, Pelayanan Adminduk Kabupaten Bekasi Offline Sepekan Kedepan

Megapolitan
Sudah Dua Jam, Pasar Swalayan di Cilandak KKO Masih Terbakar

Sudah Dua Jam, Pasar Swalayan di Cilandak KKO Masih Terbakar

Megapolitan
Selain Pasar Swalayan, Toko Parfum hingga Toko Handphone di Cilandak KKO Terbakar

Selain Pasar Swalayan, Toko Parfum hingga Toko Handphone di Cilandak KKO Terbakar

Megapolitan
Sejumlah Titik di Bintaro Gelap dan Rawan Pembegalan, Polisi Minta Penerangan Jalan Ditambah

Sejumlah Titik di Bintaro Gelap dan Rawan Pembegalan, Polisi Minta Penerangan Jalan Ditambah

Megapolitan
Pohon Tumbang di Stasiun Depok, Perjalanan KRL Terganggu

Pohon Tumbang di Stasiun Depok, Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
UPDATE 21 September: Bertambah 20 Kasus Covid-19 di Tangsel

UPDATE 21 September: Bertambah 20 Kasus Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Pasar Swalayan Terbakar, Arus Lalu Lintas Jalan Cilandak KKO Lumpuh Total

Pasar Swalayan Terbakar, Arus Lalu Lintas Jalan Cilandak KKO Lumpuh Total

Megapolitan
Jambret Pesepeda di Taman Sari Sudah Enam Kali Beraksi

Jambret Pesepeda di Taman Sari Sudah Enam Kali Beraksi

Megapolitan
Terlibat Tawuran Antargeng, Tiga Remaja di Bekasi Diamankan Polisi

Terlibat Tawuran Antargeng, Tiga Remaja di Bekasi Diamankan Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.