Hari Pertama PSBB Tahap 2, Ratusan Pedagang dan Pengunjung Pasar Bogor Jalani Rapid Test

Kompas.com - 29/04/2020, 13:35 WIB
Petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bogor menggelar uji cepat (rapid test) massal Covid-19 di Pasar Bogor, Kota Bogor, Rabu (29/4/2020).  Rapid test untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPetugas medis Dinas Kesehatan Kota Bogor menggelar uji cepat (rapid test) massal Covid-19 di Pasar Bogor, Kota Bogor, Rabu (29/4/2020). Rapid test untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, mengadakan tes cepat atau rapid test di kawasan Pasar Bogor, Rabu (29/4/2020).

Kegiatan itu melibatkan 300 orang peserta tes, terdiri dari pedagang, pengunjung, dan petugas pasar yang dilakukan secara random atau acak.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap kedua ini, pemerintah daerah akan melakukan pengawasan lebih ketat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Baca juga: Satu Keluarga dan ART-nya di Kabupaten Bogor Positif Corona

"Dua minggu ke depan ini perpanjangan PSBB tahap dua akan lebih ketat, karena kuncinya di situ," kata Bima.

Bima berujar, berdasarkan hasil evaluasi PSBB tahap satu, lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi penyebaran virus corona terjadi di pasar dan stasiun.

Sebab itu, dirinya akan melakukan kontrol ketat agar tidak terjadi kerumunan di dua lokasi itu.

"Berdasarkan analisis, kemungkinan terpapar itu adalah orang-orang yang memang berinteraksi di pasar dan stasiun," kata Bima.

Baca juga: Sidak Usai Sembuh Covid-19, Bima Arya Tutup Paksa Puluhan Toko yang Langgar PSBB Bogor

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Perusahaan Daerah (PD) Pasar Pakuan Jaya Muzakir mengatakan, pelaksanaan rapid test juga akan dilakukan di sejumlah pasar di Kota Bogor.

Selain Pasar Bogor, sambung Muzakir, rapid test juga bakal dilakukan di Plaza Bogor, Pasar Sukasari, serta kepada para pedagang kaki lima (PKL) yang berada di kawasan Lawang Seketeng.

"Kita minta kepada Dinkes untuk difasilitasi rapid test di kawasan pasar. Kita lakukan secara acak selama dua minggu ke depan," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Museum dan Gedung Pertunjukan Seni Budaya di Jakarta Mulai Dibuka Lagi

Museum dan Gedung Pertunjukan Seni Budaya di Jakarta Mulai Dibuka Lagi

Megapolitan
Polres Jakarta Barat Sita 144 Ton Ganja dari Ladang di Mandailing Natal

Polres Jakarta Barat Sita 144 Ton Ganja dari Ladang di Mandailing Natal

Megapolitan
Fakta Pelecehan oleh Lurah di Bekasi, Pelaku Sebut Bercanda hingga Korban Mengaku Dikunci

Fakta Pelecehan oleh Lurah di Bekasi, Pelaku Sebut Bercanda hingga Korban Mengaku Dikunci

Megapolitan
Hari Ini, 86 Aparat Polres Jakbar Terima Vaksinasi Covid-19

Hari Ini, 86 Aparat Polres Jakbar Terima Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Pedagang Pasar Induk Kramatjati Jalani Vaksinasi, Target 4.300 Orang

Pedagang Pasar Induk Kramatjati Jalani Vaksinasi, Target 4.300 Orang

Megapolitan
Soal Hasil Kajian Penjualan Saham Perusahaan Bir, Pemprov DKI: Begitu Ada Permintaan Resmi, Kami Kirim

Soal Hasil Kajian Penjualan Saham Perusahaan Bir, Pemprov DKI: Begitu Ada Permintaan Resmi, Kami Kirim

Megapolitan
LRT Jakarta Buka Lowongan Pekerjaan untuk 12 Posisi, Ini Panduan Cara Mendaftar

LRT Jakarta Buka Lowongan Pekerjaan untuk 12 Posisi, Ini Panduan Cara Mendaftar

Megapolitan
Pencuri di Perumahan Mewah di Tangsel Ditembak Polisi, Satu Pelaku Kabur

Pencuri di Perumahan Mewah di Tangsel Ditembak Polisi, Satu Pelaku Kabur

Megapolitan
Pemprov DKI Enggan Komentari Status Lahan Rumah DP Rp 0 Terkait Dugaan Korupsi

Pemprov DKI Enggan Komentari Status Lahan Rumah DP Rp 0 Terkait Dugaan Korupsi

Megapolitan
Direktur Diculik Pemilik Perusahaan, Korban Dianiaya dan Disuruh Minum Air Kencing

Direktur Diculik Pemilik Perusahaan, Korban Dianiaya dan Disuruh Minum Air Kencing

Megapolitan
Polisi Tangkap 9 Anggota Mafia Tanah yang Ancam Warga di Kemayoran

Polisi Tangkap 9 Anggota Mafia Tanah yang Ancam Warga di Kemayoran

Megapolitan
Tak Ada Ganjil Genap di Kota Bogor Saat Libur Panjang Akhir Pekan Ini

Tak Ada Ganjil Genap di Kota Bogor Saat Libur Panjang Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Komunitas Pesepeda Sebut Masih Ada Jalur Sepeda Kurang Layak di Jakarta

Komunitas Pesepeda Sebut Masih Ada Jalur Sepeda Kurang Layak di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Tunggu Pengumuman Resmi KPK untuk Tindak Lanjuti Penonaktifan Dirut Sarana Jaya

Pemprov DKI Tunggu Pengumuman Resmi KPK untuk Tindak Lanjuti Penonaktifan Dirut Sarana Jaya

Megapolitan
Penculikan di Tebet, Pelaku Kesal karena Duga Korban Gelapkan Aset Perusahaan

Penculikan di Tebet, Pelaku Kesal karena Duga Korban Gelapkan Aset Perusahaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X