Kompas.com - 29/04/2020, 14:44 WIB
Petugas mengambil sampel swab spesimen saat swab test secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (LABKESDA) Kota Tangerang, Banten, Selasa (14/4/2020). Berdasarkan data pemerintah hingga Selasa (14/4/2020) kasus COVID-19 di Banten mencapai 285 kasus positif COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/hp. ANTARA FOTO/FAUZANPetugas mengambil sampel swab spesimen saat swab test secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (LABKESDA) Kota Tangerang, Banten, Selasa (14/4/2020). Berdasarkan data pemerintah hingga Selasa (14/4/2020) kasus COVID-19 di Banten mencapai 285 kasus positif COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/hp.

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang memastikan akan melakukan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 15 Mei.

"Kami akan melakukan perpanjangan PSBB mulai terhitung 14 hari sejak tanggal 1, jadi tanggal 2 pukul 00.00 nyambung hingga tanggal 15 Mei," ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dalam konferensi pers di Tangerang, Rabu (29/4/2020).

Arief juga mengatakan bahwa hasil evaluasi PSBB selama 10 hari di Kota Tangerang menunjukkan penurunan laju pertumbuhan kasus positif Covid-19.

Baca juga: Ibu Hamil Positif Covid-19 di Tangerang Melahirkan Bayi Laki-laki yang Sehat

"Sudah ada penurunan sedikit, tapi belum maksimal," kata dia.

Untuk itu, lanjut Arief, pada PSBB selanjutnya diharapkan bisa maksimal dengan mendorong masyarakat untuk lebih disiplin terhadap peraturan PSBB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Begitu juga dengan titik-titik check point yang sudah dievaluasi yang akan dikurangi agar penjagaan lebih ketat.

"Di jalan provinsi dan nasional tetap ada, dari 15 titik jadi 6 titik, dan sisanya akan kami taruh di keramaian, di pasar, tempat-tempat jualan takjil agar masyarakat semakin disiplin," tutur Arief.

Baca juga: Bantuan Sosial Covid-19 di Kota Tangerang Terbelit Birokrasi

Pada PSBB jilid dua tersebut, kata Arief, akan disiapkan tim reaksi cepat tanggap dalam penanganan pasien positif agar bisa ditangani secara cepat.

"Jadi kita siapkan mekanismenya, mudah-mudahan ini bisa lebih maksimal dalam memutus Covid-19," tutur Arief.

Adapun sebelumnya Kota Tangerang mulai berstatus PSBB sejak Sabtu, 18 April lalu dan sudah terhitung berjalan selama 11 hari.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BOR di RSUP Sitanala Sentuh 40 Persen, Tak Ada Lagi Antrean Pasien

BOR di RSUP Sitanala Sentuh 40 Persen, Tak Ada Lagi Antrean Pasien

Megapolitan
Polisi Buru Penyelundup 16 Kg Sabu lewat Pengiriman Patung dari Afrika

Polisi Buru Penyelundup 16 Kg Sabu lewat Pengiriman Patung dari Afrika

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Dirawat di Rusun Nagrak Kini Berjumlah 61 Orang

Pasien Covid-19 yang Dirawat di Rusun Nagrak Kini Berjumlah 61 Orang

Megapolitan
NIK Dipakai Orang Lain di Tangsel, Warga Jakarta Tunda Vaksinasi Covid-19

NIK Dipakai Orang Lain di Tangsel, Warga Jakarta Tunda Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Bekasi Tegaskan Pekerja Non-esensial WFH 100 Persen

PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Bekasi Tegaskan Pekerja Non-esensial WFH 100 Persen

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Akan Data Jumlah Yatim Piatu akibat Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Akan Data Jumlah Yatim Piatu akibat Covid-19

Megapolitan
Sebelum Meninggal, Kakek yang Dianiaya Menantu Tak Sempat Dirawat karena RS Penuh Pasien Covid-19

Sebelum Meninggal, Kakek yang Dianiaya Menantu Tak Sempat Dirawat karena RS Penuh Pasien Covid-19

Megapolitan
Pungutan Bansos Tunai di Cimanggis Depok Disebut untuk Bantu Warga yang Tak Masuk Daftar Penerima

Pungutan Bansos Tunai di Cimanggis Depok Disebut untuk Bantu Warga yang Tak Masuk Daftar Penerima

Megapolitan
Pungli BST Rp 600.000 di Depok, Warga Mengaku Diminta Rp 400.000

Pungli BST Rp 600.000 di Depok, Warga Mengaku Diminta Rp 400.000

Megapolitan
16 Kg Sabu Diselundupkan lewat Pengiriman Patung dari Afrika, Polisi Tangkap 2 Tersangka

16 Kg Sabu Diselundupkan lewat Pengiriman Patung dari Afrika, Polisi Tangkap 2 Tersangka

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Transjakarta Lakukan Penyesuaian Jumlah Operasional Armada

PPKM Level 4 Diperpanjang, Transjakarta Lakukan Penyesuaian Jumlah Operasional Armada

Megapolitan
Babak Belur karena Pandemi Covid-19, Pengusaha Warteg: Mau sampai Kapan PPKM Level 4?

Babak Belur karena Pandemi Covid-19, Pengusaha Warteg: Mau sampai Kapan PPKM Level 4?

Megapolitan
Temukan Pungli Parkir di Jakarta, Adukan ke Nomor Ini

Temukan Pungli Parkir di Jakarta, Adukan ke Nomor Ini

Megapolitan
Anggaran Pengadaan Bahan Pakaian DPRD Kota Tangerang 2021 Capai Rp 675 Juta, Naik Dua Kali Lipat dari 2020

Anggaran Pengadaan Bahan Pakaian DPRD Kota Tangerang 2021 Capai Rp 675 Juta, Naik Dua Kali Lipat dari 2020

Megapolitan
Rumah Warga di Ciracas yang Roboh Akan Dibangun Lagi, Fondasi Digeser dari Bibir Kali

Rumah Warga di Ciracas yang Roboh Akan Dibangun Lagi, Fondasi Digeser dari Bibir Kali

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X