Kompas.com - 30/04/2020, 17:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara atas kasus penyiraman terhadap dirinya oleh dua anggota polisi aktif bernama Ronny Bugis dan Rahmat Kadir.

Dalam persidangan itu, Novel mengaku rumahnya telah diamati oleh beberapa orang dua minggu sebelum kejadian penyiraman air keras itu.

"Jadi di depan rumah saya ada sungai, posisi pengamatan ini ada di seberang rumah saya," kata Novel sebagaimana dikutip dari akun Youtube PN Jakarta Utara, Kamis (30/4/2020).

Baca juga: Hakim Temukan Ada Bekas Guntingan di Baju Novel Baswedan yang Jadi Barang Bukti

Saat itu, ada sejumlah orang dan beberapa mobil yang menunjukkan gerak gerik mencurigakan.

Melihat hal tersebut, salah seorang tetanga Novel kemudian mengambil foto orang-orang yang mengamati tersebut dan mengirimnya ke Novel.

"Sudah saya berikan (fotonya) ke Kapolda Metro (saat itu) Pak Iriawan, itu saya dapatkan dari tetangga," ucap Novel.

Setelah Novel memberi tahu hal tersebut kepada Iriawan, Iriawan mewanti-wanti Novel untuk lebih berhati-hati.

"Saya ketika melihat itu rasanya ada kekuatan yang cukup besar, Pak Kapolda pun rasanya sedikit takut," ucap Novel.

Dua terdakwa dalam kasus itu, yaitu Ronny Bugis dan Rahmat Kadir, didakwa telah melakukan penganiayaan berat terencana terhadap Novel. Mereka diacam dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara. 

Baca juga: Novel Baswedan Bantah Air Keras yang Disiramkan ke Wajahnya adalah Air Aki

Ronny dan Rahmat yang disebut sebagai polisi aktif itu melakukan aksinya lantaran rasa benci karena Novel dianggap mengkhianati institusi Polri.

Dalam dakwaan mereka dikenakan Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, lebih Subsider Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Novel disiram air keras pada 11 April 2017 seusai menunaikan shalat subuh di Masjid Al Ihsan, tak jauh dari rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat penyerangan tersebut, Novel mengalami luka pada matanya yang menyebabkan gangguan pengelihatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini, Car Free Day Jakarta Kembali Digelar Setelah Dua Tahun Ditiadakan akibat Pandemi

Hari Ini, Car Free Day Jakarta Kembali Digelar Setelah Dua Tahun Ditiadakan akibat Pandemi

Megapolitan
Cara ke Grand Indonesia Naik KRL Commuter Line, Transjakarta, dan MRT

Cara ke Grand Indonesia Naik KRL Commuter Line, Transjakarta, dan MRT

Megapolitan
Terjatuh dari Motor Saat Kabur, Jambret yang Beraksi di Cilandak Ditangkap Warga

Terjatuh dari Motor Saat Kabur, Jambret yang Beraksi di Cilandak Ditangkap Warga

Megapolitan
Pelatihan Kerja Gratis dari Toyota di Jakarta Utara Dibuka

Pelatihan Kerja Gratis dari Toyota di Jakarta Utara Dibuka

Megapolitan
Warga Tangsel Ungkap Kondisi Anjingnya yang Terluka Saat Dititip di Pet Shop, Jari Membusuk hingga Diamputasi

Warga Tangsel Ungkap Kondisi Anjingnya yang Terluka Saat Dititip di Pet Shop, Jari Membusuk hingga Diamputasi

Megapolitan
25.000 Warganet Teken Petisi JusticeForMaxi agar Petshop di Tangsel Ditutup

25.000 Warganet Teken Petisi JusticeForMaxi agar Petshop di Tangsel Ditutup

Megapolitan
Pelatihan Kerja Gratis Berbagai Kejuruan di PPKD Jakarta Barat Dibuka

Pelatihan Kerja Gratis Berbagai Kejuruan di PPKD Jakarta Barat Dibuka

Megapolitan
Oknum Polisi di Kompleks Polri Ragunan Disebut Lepaskan Tembakan 8 Kali

Oknum Polisi di Kompleks Polri Ragunan Disebut Lepaskan Tembakan 8 Kali

Megapolitan
Anjingnya Mati Usai Dititipkan, Warga Tangsel Bikin Petisi Minta Sebuah Pet Shop Ditutup

Anjingnya Mati Usai Dititipkan, Warga Tangsel Bikin Petisi Minta Sebuah Pet Shop Ditutup

Megapolitan
Polisi Pastikan Demo Buruh di Patung Kuda Berjalan Tertib

Polisi Pastikan Demo Buruh di Patung Kuda Berjalan Tertib

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pastikan Oknum Polisi yang Lepaskan Tembakan di Kompleks Polri Ragunan Sudah Diamankan

Polda Metro Jaya Pastikan Oknum Polisi yang Lepaskan Tembakan di Kompleks Polri Ragunan Sudah Diamankan

Megapolitan
Tiga Kios Terbakar di Kramat Jati, Diduga akibat Korsleting Listrik

Tiga Kios Terbakar di Kramat Jati, Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
Ada Pengalihan Rute Transjakarta akibat Demo, Berikut Rinciannya...

Ada Pengalihan Rute Transjakarta akibat Demo, Berikut Rinciannya...

Megapolitan
Demo Buruh di Patung Kuda Selesai, Massa Mulai Membubarkan Diri

Demo Buruh di Patung Kuda Selesai, Massa Mulai Membubarkan Diri

Megapolitan
Sejumlah Tuntutan Buruh yang Demo di Patung Kuda Hari Ini

Sejumlah Tuntutan Buruh yang Demo di Patung Kuda Hari Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.