Dinyatakan Sembuh, 13 Pasien Covid-19 Klaster Bethel Akan Lanjutkan Isolasi Mandiri di Gereja

Kompas.com - 01/05/2020, 16:26 WIB
Petugas PMI Jakarta Pusat mempersiapkan diri untuk penyemprotan disinfektan di Asrama Bethel Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2020). ANTARA/Livia KristiantiPetugas PMI Jakarta Pusat mempersiapkan diri untuk penyemprotan disinfektan di Asrama Bethel Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 13 pasien Covid-19 klaster Bethel, Petamburan, Jakarta Pusat dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang di rumah sakit.

Mereka akan melanjutkan isolasi mandiri di gereja yang telah disiapkan oleh pihak Asrama Seminari Bethel.

"Total mahasiswa kita kan ada 64 yang menjalani perawatan, nah saat ini tinggal 51 lagi yang masih menjalani perawatan,” ujar Kepala Asrama Seminari Bethel Tony Wattimena ketika di konfirmasi, Jumat (1/5/2020).

Tony mengatakan dari 13 orang yang dinyatakan positif, delapan di antaranya dipulangkan dari Rumah Sakit Darurat Penanggulangan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Sedangkan lima orang lainnya dipulangkan dari RSUD Cengkareng, Jakarta Barat.

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 dari Klaster Bethel Bertambah 27 Orang, Kini Dirawat di Wisma Atlet

Menurut Tony, 13 orang yang sudah diperbolehkan pulang itu wajib menjalani isolasi sesuai dengan perarturan yang diberlakukan oleh pihak Seminari Bethel.

Mereka tidak diperbolehkan membawa pulang pakaian yang sudah pernah digunakan dari tempat perawatan, dan hanya diperkenankan membawa dompet berisi identitas, handphone atau perhiasan yang sudah didisfeksi.

Adapun para penghuni yang sudah sembuh tersebut akan dibawa ke tempat yang sudah disediakan pihak Seminari Bethel dan menjalani isolasi selama 14 hari ke depan.

"Ada beberapa gereja yang mau menampung mahasiswa untuk diisolasi selama 14 hari," katanya.

Baca juga: Penularan Covid-19 Klaster Bethel, dari Lembang ke Asrama Petamburan

Tony menyebut, seluruh kebutuhan para mahasiswa juga dipenuhi pihak seminari bethel dan gereja yang menjadi tempat isolasi.

Dia menambahkan, pihaknya baru akan menghubungi keluarga mereka untuk melakukan penjemputan apabila proses isolasi telah selesai.

"Nanti kita minta juga kepada orang tua, jika sudah sampai di rumah mereka harus diisolasi lagi selama 14 hari ke depan di dalam rumah. Tidak diperkenankan mereka keluar rumah," pungkasnya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Megapolitan
Afifah Sindir Hasil 15 Tahun PKS Berkuasa di Depok, Imam: Jawabnya Terlalu Jauh

Afifah Sindir Hasil 15 Tahun PKS Berkuasa di Depok, Imam: Jawabnya Terlalu Jauh

Megapolitan
Debat Pilkada Depok, Imam dan Pradi Malah Saling Tuduh soal Singkatan

Debat Pilkada Depok, Imam dan Pradi Malah Saling Tuduh soal Singkatan

Megapolitan
Imam Mengaku 20 Tahun Bekerja untuk Depok, Afifah: Yang Terjadi Kita Jauh Tertinggal

Imam Mengaku 20 Tahun Bekerja untuk Depok, Afifah: Yang Terjadi Kita Jauh Tertinggal

Megapolitan
UPDATE 4 Desember: Pasien Covid-19 di Tangerang Kota Tembus 402, Terbanyak dari Karawaci

UPDATE 4 Desember: Pasien Covid-19 di Tangerang Kota Tembus 402, Terbanyak dari Karawaci

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X