Pelanggar PSBB Bogor Mengamuk ke Petugas: Membandingkan Aturan dan Logika Pengemudi

Kompas.com - 04/05/2020, 05:31 WIB
Seorang pria mengamuk karena ditegur petugas saat melanggar aturan PSBB di Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/5/2020). Pria itu ditegur lantaran duduk bersampingan dengan istrinya di dalam mobil yang menurut aturan, baris terdepan seharusnya hanya diisi oleh sopir. TwitterSeorang pria mengamuk karena ditegur petugas saat melanggar aturan PSBB di Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/5/2020). Pria itu ditegur lantaran duduk bersampingan dengan istrinya di dalam mobil yang menurut aturan, baris terdepan seharusnya hanya diisi oleh sopir.

Padahal, di atas kertas, jarak antara sopir dan penumpang di area depan, tidak ada bedanya dengan jarak dua penumpang di jok tengah atau belakang.

Persoalan ini tentu bukan jadi urusan petugas gabungan yang berjaga di jalan raya.

Sebagai aparat penegak hukum, tugas mereka memang mengacu pada ketentuan yang telah disusun pemerintah.

Bertolak dari sudut pandang ini, para petugas gabungan di wilayah Empang, Kota Bogor tak salah jika menegur pria pengemudi mobil yang enggan memindahkan penumpangnya ke area belakang.

Namun, di sisi lain, pria pengemudi mobil itu juga tak bisa disalahkan sepenuhnya.

Penolakan pria itu punya alasan yang masuk akal: penumpang yang dipaksa pindah ialah istri yang setiap hari bahkan berbagi tempat tidur dengannya.

Maka, persoalan di Empang, Bogor, Minggu kemarin, berpangkal pada peraturan yang tak cukup memadai dalam menjawab persoalan yang mungkin timbul di lapangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baik warga maupun aparat penegak hukum justru bentrok di lapangan karena aturan yang mestinya jelas hitam-putihnya, justru menyisakan celah abu-abu.

Kasus keributan di Bogor tersebut juga menjadi aneh jika dibandingkan dengan diizinkannya pengendara motor berboncengan, asalkan keduanya tinggal dalam alamat yang sama.

Jarak antara pengendara motor dan penumpang tentu lebih dekat jika dibanding jarak antara sopir dengan penumpang di area depan mobil.

Di Kota Depok, Jawa Barat, 15 April 2020 lalu, ada pasangan suami-istri yang berboncengan di jalan raya dan membawa buku nikah untuk ditunjukkan kepada aparat gabungan.

Pasalnya, pemotor hanya diizinkan membonceng penumpang yang satu alamat dengan dirinya, sedangkan pasutri itu tidak sedang memegang KTP untuk ditunjukkan sebagai bukti.

Sementara itu di Jakarta Timur, Kasatlantas Polres Metro Jakarta Timur AKBP Suhli pada 21 April 2020 mengatakan, bukti pernikahan harus ditunjukkan oleh pasangan pengantin baru agar diizinkan melintas di wilayah PSBB.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pegawai KPI Korban Pelecehan Seksual Jalani Pemeriksaan Jiwa Ke-4 di RS Polri

Pegawai KPI Korban Pelecehan Seksual Jalani Pemeriksaan Jiwa Ke-4 di RS Polri

Megapolitan
Silang Pendapat Para Pimpinan DPRD DKI Jakarta soal Agenda Rapat Interpelasi Formula E

Silang Pendapat Para Pimpinan DPRD DKI Jakarta soal Agenda Rapat Interpelasi Formula E

Megapolitan
Komplotan Pencuri Beraksi di Minimarket Pondok Aren, Motor Karyawan Raib

Komplotan Pencuri Beraksi di Minimarket Pondok Aren, Motor Karyawan Raib

Megapolitan
Eksploitasi Bayi yang Dicat Silver dan Respons Aparat Setelah Fotonya Viral

Eksploitasi Bayi yang Dicat Silver dan Respons Aparat Setelah Fotonya Viral

Megapolitan
Polisi Cek TKP Perampokan di Cilandak KKO

Polisi Cek TKP Perampokan di Cilandak KKO

Megapolitan
Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO, Ancam Bacok dan Kalungi Leher Korban dengan Celurit

Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO, Ancam Bacok dan Kalungi Leher Korban dengan Celurit

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Berpeluang Hujan

Megapolitan
Komplotan Perampok Bersenjata Tajam dan Bawa Pistol Gasak Tiga Handphone di Cilandak KKO

Komplotan Perampok Bersenjata Tajam dan Bawa Pistol Gasak Tiga Handphone di Cilandak KKO

Megapolitan
Warga Bangun Polisi Tidur di Pulomas, Diprotes Pesepeda, lalu Diganti Speed Trap

Warga Bangun Polisi Tidur di Pulomas, Diprotes Pesepeda, lalu Diganti Speed Trap

Megapolitan
UPDATE: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 91 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 91 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga  dan Penyertaan Tuhan

Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga dan Penyertaan Tuhan

Megapolitan
Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Megapolitan
UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Depok Capai 1 Juta Penduduk, Masih Kurang 600.000 dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Depok Capai 1 Juta Penduduk, Masih Kurang 600.000 dari Target

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.