[HOAKS] Info Perampok yang Dikumpulkan dan Diturunkan di Satu Titik Tertentu

Kompas.com - 04/05/2020, 08:14 WIB
Ilustrasi hoaks ShutterstockIlustrasi hoaks

JAKARTA, KOMPAS.com - Pesan berantai meresahkan di tengah pandemi Covid-19 kembali beredar di media sosial.

Kali ini, pesan berantai beredar melalui aplikasi pesan WhatsApp. Isinya menginformasikan adanya pelaku kriminal yang dikumpulkan dan diturunkan di satu lokasi tertentu.

Tak hanya itu, pesan berantai tersebut juga berisikan jam operasi para perampok dan target sasarannya, yakni ibu-ibu dan anak-anak yang tengah memainkan ponsel.

Baca juga: Pelanggar PSBB Bogor Mengamuk ke Petugas: Membandingkan Aturan dan Logika Pengemudi

Berikut isi pesan berantai tersebut:

Sekedar Info. Kriminal Semakin Marak

1. Pelaku diturunkan serentak dengan jumlah banyak dengan kendaraan box (truk) biasa menjelang magrib

2. Selanjutnya pelaku menyebar untuk survey sasaran

3. Jika dimungkinkan mereka ini langsung eksekusi dan akan berkumpul lagi di titik jemput

4. Jam operasi antara jam 21.00 s/d 05.00 pagi

5. Sasaran untuk pedesaan ternak dan hasil bumi, serta perampasan motor untuk jalur-jalur yang sepi

6. Untuk daerah kota yaitu kantor, toko dan rumah, pelaku lakukan survey di siang dan sore untuk mencatat jam-jam sepi / rawan.

7. Perampasan tanpa survey

Sasarannya ibu-ibu, anak-anak yang lagi bawa tas, dompet, atau yang main HP, baik yang lagi jalan atau yang naik sepeda motor.

Waspadai (1) Orang asing yang nanya alamat, pura-pura memancing di sungai, naik motor pelan-pelan atau pura-pura motor atau mobilnya mogok,

(2) Waspada jam-jam rawan di atas

Saran

1. Perkuatlah sistem keamanan baik secara lingkungan (ronda atau jaga giliran) & secara mandiri

2. Perkuat koordinasi keamanan dengan lingkungan sekitar

3. Tumbuhkan kesadaran pada diri sendiri, arti pentinganya keamanan bersama

Ingat : kejahatan terjadi karena ada niat dan kesempatan. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Dua Pemuda Tepergok Curi Ponsel di Rumah Warga di Kebon Jeruk

Terkait penyebaran pesan berantai itu, Polda Metro Jaya menegaskan informasi perampokan tersebut adalah tidak benar alias hoaks.

Kendati demikian, polisi tetap meminta masyarakat meningkatkan keamanana selama pandemi Covid-19.

"(Pesan berantai) Hoaks," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi, Senin (4/5/2020).

Baca juga: 125 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Bekasi, Ini Data Hari ke Hari

Seperti diketahui, tercatat adanya peningkatan angka kriminalitas sebesar 10 persen di wilayah Jadetabek selama pandemi Covid-19 sejak Maret hingga April 2020.

Jenis kriminalitas yang sering terjadi selama pandemi Covid-19 adalah penyebaran berita bohong atau hoaks, perampokan atau pencurian dengan pemberatan (curat) minimarket, pencurian kendaraan bermotor, dan penyalahgunaan narkoba.

Selama April 2020, polisi mencatat telah mengungkap 18 kasus penyebaran berita bohong dari 48 kasus yang diselidiki di wilayah Jakarta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KAI: Jumlah Penumpang Kereta Api dari Jakarta Masih Terpantau Normal

KAI: Jumlah Penumpang Kereta Api dari Jakarta Masih Terpantau Normal

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 131 Kasus Baru Covid-19 pada 18 April

Kota Bekasi Catat 131 Kasus Baru Covid-19 pada 18 April

Megapolitan
Kebakaran di Taman Sari, 1.000 Warga Terdampak, 5 Orang Luka-luka

Kebakaran di Taman Sari, 1.000 Warga Terdampak, 5 Orang Luka-luka

Megapolitan
BMKG: Sebagian Wilayah Jabodetabek Hujan Hari Ini

BMKG: Sebagian Wilayah Jabodetabek Hujan Hari Ini

Megapolitan
Anggota TNI Dikeroyok Hingga Tewas di Kebayoran Baru

Anggota TNI Dikeroyok Hingga Tewas di Kebayoran Baru

Megapolitan
Saat Anak 5 Tahun Keluar dari Pesawat Jatuh Tanpa Menderita Luka dalam Kecelakaan 24 Tahun Lalu

Saat Anak 5 Tahun Keluar dari Pesawat Jatuh Tanpa Menderita Luka dalam Kecelakaan 24 Tahun Lalu

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Depok Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Depok Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Senin 19 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Senin 19 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Pencuri di Jatinegara Buron, Mengaku Polisi dan Tembak Korban Pakai Airsoft Gun

Pencuri di Jatinegara Buron, Mengaku Polisi dan Tembak Korban Pakai Airsoft Gun

Megapolitan
Pembobol Indekos Sekaligus Pembegal di Pulogadung Diamankan Polisi

Pembobol Indekos Sekaligus Pembegal di Pulogadung Diamankan Polisi

Megapolitan
Akhir Pekan Ini, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Akhir Pekan Ini, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Megapolitan
Viral Video Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Jaksel, Satu Tewas

Viral Video Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Jaksel, Satu Tewas

Megapolitan
UPDATE 18 April: 950 Kasus Baru Covid-19 di DKI

UPDATE 18 April: 950 Kasus Baru Covid-19 di DKI

Megapolitan
UPDATE 18 April: 10.628 Kasus Covid-19 di Tangsel, 554 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 18 April: 10.628 Kasus Covid-19 di Tangsel, 554 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X