Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inisiatif Warga di Pegangsaan, Sekretariat RW Disulap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Kompas.com - 04/05/2020, 18:12 WIB
Jimmy Ramadhan Azhari,
Jessi Carina

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga RW 012 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara berinisiatif menyediakan tempat isolasi bagi warga yang terkena Covid-19.

Mereka mengubah aula kantor sekretariat RW menjadi tempat isolasi yang bisa menampung hingga 15 pasien.

"Pengajuan lokasi isolasi mandiri ini sudah sepengetahuan seluruh warga RW 012 Pegangsaan Dua," kata Sudirman, Ketua Gugus Tugas COVID-19 RW 012 Pegangsaan Dua dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2020).

Baca juga: Tertular Sang Kepala Keluarga, Satu Keluarga di Tangerang Diisolasi di Wisma Atlet Kemayoran

Ruang isolasi yang disediakan oleh warga terbilang cukup megah karena dilengkapi sejumlah fasilitas yakni AC, televisi, tempat tidur, kamar mandi terpisah untuk pria dan wanita serta ruang senam bagi pasien orang dalam pemantauan (ODP).

Fasilitas ruang isolasi ini juga diawasi selama 24 jam oleh petugas keamanan setempat.

Sementara itu, Lurah Pegangsaan Dua, Suci Cintya Pola Putri mengapresiasi para Ketua Gugus Tugas RW yang secara mandiri telah mempersiapkan lokasi isolasi.

Suci mengatakan, lokasi ini digunakan untuk mengisolasi pasien dengan kriteria orang tanpa gejala dan tidak berisiko.

"Ini sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan kasus Covid yang mengharuskan warga tersebut menjalani isolasi mandiri. Ada 2 RW yang sudah mempersiapkan lokasi isolasi mandiri yaitu RW 012 dan RW 026," ucap Suci.

Baca juga: 3 Penumpang Positif Covid-19, Bima Arya Minta Kemenhub Pertimbangkan Stop Operasional KRL

Suci kemudian mengimbau agar ketua gugus tugas di RW lain mempersiapkan secara mandiri lokasi isolasi bagi warganya.

Adapun pasien positif Covid-19 di Jakarta mencapai 4.472 orang hingga Senin (4/5/2020) ini.

Jumlah pasien yang terinfeksi virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) itu bertambah 55 orang dibandingkan data terakhir pada kemarin, yakni 4.417 pasien.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, dari total pasien, 650 orang dinyatakan sembuh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Langkah PDI-P Untuk Pilkada 2024 di DKI dan Sumut Dinilai Tak Ringan

Langkah PDI-P Untuk Pilkada 2024 di DKI dan Sumut Dinilai Tak Ringan

Megapolitan
Akhir Pelarian Caleg PKS Asal Aceh yang Terlibat Bisnis Narkoba, Buron sejak Maret 2024

Akhir Pelarian Caleg PKS Asal Aceh yang Terlibat Bisnis Narkoba, Buron sejak Maret 2024

Megapolitan
Runutan Polemik Kampung Susun Bayam yang Dimulai sejak Pembangunan JIS

Runutan Polemik Kampung Susun Bayam yang Dimulai sejak Pembangunan JIS

Megapolitan
FBJ Deklarasikan Dukungan untuk Anies Baswedan Maju Jadi Calon Gubernur Jakarta 2024

FBJ Deklarasikan Dukungan untuk Anies Baswedan Maju Jadi Calon Gubernur Jakarta 2024

Megapolitan
Diperkosa Ayah Tiri, Anak di Kemayoran Diberi Rp 5.000 Sambil Diancam Dicelakai jika Mengadu

Diperkosa Ayah Tiri, Anak di Kemayoran Diberi Rp 5.000 Sambil Diancam Dicelakai jika Mengadu

Megapolitan
Perkosa Anak Disabilitas, Pemilik Warung di Kemayoran Beri Rp 10.000 agar Korban Tutup Mulut

Perkosa Anak Disabilitas, Pemilik Warung di Kemayoran Beri Rp 10.000 agar Korban Tutup Mulut

Megapolitan
3 Kios di Pasar Poncol dan Satu Rumah Warga Terbakar, Diduga akibat Korsleting

3 Kios di Pasar Poncol dan Satu Rumah Warga Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Polisi Tetapkan Eks Staf Kelurahan di Tangsel sebagai Tersangka Pemerkosaan Remaja

Polisi Tetapkan Eks Staf Kelurahan di Tangsel sebagai Tersangka Pemerkosaan Remaja

Megapolitan
Terkait Dorongan ke Pilkada Sumut, Pengamat: Ahok Digunakan PDI-P buat Pusat Pemberitaan

Terkait Dorongan ke Pilkada Sumut, Pengamat: Ahok Digunakan PDI-P buat Pusat Pemberitaan

Megapolitan
Saat DPRD DKI Kritik Penyelenggaraan PPDB, Berujung Permohonan Maaf Disdik

Saat DPRD DKI Kritik Penyelenggaraan PPDB, Berujung Permohonan Maaf Disdik

Megapolitan
Setelah 1,5 Tahun Dilaporkan, Pelaku Pemerkosaan Remaja di Tangsel Akhirnya Ditangkap Polisi

Setelah 1,5 Tahun Dilaporkan, Pelaku Pemerkosaan Remaja di Tangsel Akhirnya Ditangkap Polisi

Megapolitan
Penolakan Revisi UU Penyiaran Menguat, Kebebasan Pers Terancam dan Demokrasi Dikhawatirkan Melemah

Penolakan Revisi UU Penyiaran Menguat, Kebebasan Pers Terancam dan Demokrasi Dikhawatirkan Melemah

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jakarta 28 Mei 2024

Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jakarta 28 Mei 2024

Megapolitan
Daftar Lokasi SIM Keliling di Jakarta 28 Mei 2024

Daftar Lokasi SIM Keliling di Jakarta 28 Mei 2024

Megapolitan
Kala Komnas HAM Turun Tangan di Kasus 'Vina Cirebon', Janji Dampingi Keluarga Korban

Kala Komnas HAM Turun Tangan di Kasus "Vina Cirebon", Janji Dampingi Keluarga Korban

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com