Kompas.com - 05/05/2020, 19:34 WIB
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyampaikan hasil pemeriksaan swab penumpang Commuterline rute Bekasi-Jakarta jadi pertimbangannya untuk minta operasional KRL dihentikan.

Hal itu mengingat banyaknya warga Bekasi yang bekerja di Jakarta menggunakan transportasi KRL.

"Iya jadi pertimbangan melihat terutama pergerakan orang (tinggi yang naik Commuterline). Kalau memang pergerakan tinggi kita minta kereta api untuk diberhentikan (operasionalnya sementara),” ujar Rahmat di Bekasi, Selasa (5/5/2020).

Menurutnya, pemeriksaan swab penumpang KRL yang dilaksanakan hari ini di Stasiun Bekasi akan memberikan gambaran terkait kondisi penyebaran Covid-19 di KRL.

Baca juga: Hasil Tes Swab Ratusan Warga di Stasiun Bekasi Hari Ini Akan Keluar Besok

Rahmat mengatakan, jumlah pergerakan masyarakat yang menggunakan commuterline jauh lebih berkurang dibanding penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap satu.

Adapun saat ini Kota Bekasi telah memasuki enam hari PSBB tahap kedua yang mulai diterapkan sejak 29 April 2020.

“Ini kan baru kita itu, kalau kita lihat pergerakan kan sudah minim sekarang. Tapi gini, ini pergerakan, mudah-mudahan dengan upaya masif (yang dilakukan Pemkot Bekasi), masif tapi tidak dengan sanksi ya, lihat ini sudah mulai menurun,” kata Rahmat.

Sebelumnya diberitakan sebanyak tiga penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Bogor-Jakarta dinyatakan positif Covid-19 dari hasil uji swab PCR yang dilakukan di Stasiun Bogor, pada Senin 27 April lalu.

Temuan penumpang positif tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui akun twitternya.

Baca juga: Kota Bekasi Punya Alat PCR, Hasil Tes Swab Bisa Keluar dalam 2 Jam

Dia mengatakan, dari 325 penumpang yang menjadi sampel uji swab PCR, tiga orang diantaranya positif Covid-19.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru Besar IPDN Sampaikan Sejumlah Kriteria Pj Gubernur DKI yang Ideal

Guru Besar IPDN Sampaikan Sejumlah Kriteria Pj Gubernur DKI yang Ideal

Megapolitan
7 Nightclub di Jakarta Selatan untuk Muda-Mudi

7 Nightclub di Jakarta Selatan untuk Muda-Mudi

Megapolitan
15 Lapangan Badminton di Jakarta Barat

15 Lapangan Badminton di Jakarta Barat

Megapolitan
7 Bioskop Mini di Jabodetabek

7 Bioskop Mini di Jabodetabek

Megapolitan
Ini Tiga Hal yang Dinilai Penting dan Harus Dijalankan Pj Gubernur DKI

Ini Tiga Hal yang Dinilai Penting dan Harus Dijalankan Pj Gubernur DKI

Megapolitan
Ridwan Kamil: Jawa Barat Paling Siap Terapkan Konversi ke Kendaraan Listrik

Ridwan Kamil: Jawa Barat Paling Siap Terapkan Konversi ke Kendaraan Listrik

Megapolitan
Guru Besar IPDN Ingatkan soal Transparansi Penunjukan Pj Gubernur DKI

Guru Besar IPDN Ingatkan soal Transparansi Penunjukan Pj Gubernur DKI

Megapolitan
Polisi Gerebek Rumah di Pamulang Terkait Dugaan Perdagangan Orang

Polisi Gerebek Rumah di Pamulang Terkait Dugaan Perdagangan Orang

Megapolitan
Terbukti Cemari Lingkungan, Operasional Pabrik Keramik di Cikarang Barat Dihentikan Sementara

Terbukti Cemari Lingkungan, Operasional Pabrik Keramik di Cikarang Barat Dihentikan Sementara

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Matangkan Kajian soal Titik Lokasi Sumur Resapan Pengendali Banjir

Pemprov DKI Diminta Matangkan Kajian soal Titik Lokasi Sumur Resapan Pengendali Banjir

Megapolitan
Polisi Pastikan Granat Asap 'Flashbang' yang Meledak di Cilincing Tak Mematikan

Polisi Pastikan Granat Asap "Flashbang" yang Meledak di Cilincing Tak Mematikan

Megapolitan
Periode Januari hingga September 2022, Ada 577 Kasus DBD di Tangsel

Periode Januari hingga September 2022, Ada 577 Kasus DBD di Tangsel

Megapolitan
Polisi Sebut Benda Meledak di Cilincing adalah Granat Asap 'Flashbang', Biasa Dipakai Latihan Tangkap Teroris

Polisi Sebut Benda Meledak di Cilincing adalah Granat Asap "Flashbang", Biasa Dipakai Latihan Tangkap Teroris

Megapolitan
Jumlah Pemilih di Tangsel pada Triwulan III-2022 Turun Jadi 987.730 Orang

Jumlah Pemilih di Tangsel pada Triwulan III-2022 Turun Jadi 987.730 Orang

Megapolitan
Sisa Material Trotoar di Margonda Berserakan, Pemkot Depok: Sabar, kalau Sudah Rapi Juga Nyaman...

Sisa Material Trotoar di Margonda Berserakan, Pemkot Depok: Sabar, kalau Sudah Rapi Juga Nyaman...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.