PLN Jamin Kembalikan Tagihan yang Lebihi Pemakaian Listrik

Kompas.com - 06/05/2020, 18:21 WIB
Ilustrasi PixabyIlustrasi
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - General Manager PLN UID Jakarta Raya Ikhsan Asaad menjamin bahwa PLN akan mengembalikan sisa tagihan yang melebihi pemakaian listrik.

Tagihan yang melebihi pemakaian listrik terjadi karena PLN menghitung tagihan itu berdasarkan rata-rata pemakaian listrik tiga bulan sebelumnya.

PLN tidak mengecek langsung meteran pemakaian listrik ke rumah-rumah sejak April 2020 akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Untuk Pastikan Masuk Golongan Tarif Bersubsidi, Warga Diminta Cek ID Pelanggan ke PLN

Selain dikembalikan, sisa tagihan itu bisa juga menjadi saldo untuk pembayaran listrik bulan berikutnya.

"Kalau hasil rata-ratanya (pemakaian listrik) lebih besar, nanti akan kami perhitungkan di rekening bulan depan. Jadi tidak usah khawatir, semua datanya terdokumentasi rapi," ujar Ikhsan dalam teleconference, Rabu (6/5/2020).

"Nanti bisa juga langsung direstitusi, dikembalikan. Jadi aman," lanjut dia.

Ikhsan berujar, PLN sudah banyak melayani aduan terkait tagihan yang tidak sesuai pemakaian listrik.

Baca juga: Pemakaian Listrik Rumah Tangga Meningkat Selama PSBB Jakarta

Dari 2.200 aduan yang sudah diselesaikan PLN, enam persen di antaranya merupakan kasus tagihan listrik yang keliru.

Pelanggan harus membayar tagihan sesuai perhitungan rata-rata pemakaian listrik tiga bulan sebelumnya, padahal rumahnya tidak ditinggali.

"Banyak case seperti itu terjadi. Kami merestitusi pelanggan-pelanggan yang rumahnya kosong," ucap Ikhsan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Megapolitan
Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

Megapolitan
Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Megapolitan
Satpol PP Bubarkan Remaja Berseragam SMA yang Berkerumun di Stadion Patriot Bekasi

Satpol PP Bubarkan Remaja Berseragam SMA yang Berkerumun di Stadion Patriot Bekasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Terbakar di Depan Pasar Patra, Api Dipicu Korsleting AC

Sebuah Mobil Terbakar di Depan Pasar Patra, Api Dipicu Korsleting AC

Megapolitan
Alat Tes PCR Rusak, Pemkot Tangsel Masih Tunggu Bantuan Pusat

Alat Tes PCR Rusak, Pemkot Tangsel Masih Tunggu Bantuan Pusat

Megapolitan
4 Upaya Tangsel Atasi Ruang ICU Pasien Covid-19 yang Terisi Penuh

4 Upaya Tangsel Atasi Ruang ICU Pasien Covid-19 yang Terisi Penuh

Megapolitan
Airin: PPKM Masih Diperlukan untuk Tekan Covid-19

Airin: PPKM Masih Diperlukan untuk Tekan Covid-19

Megapolitan
50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

Megapolitan
Pria Ini Malah Curi Sepeda Motor Orang yang Tawari Dia Pekerjaan

Pria Ini Malah Curi Sepeda Motor Orang yang Tawari Dia Pekerjaan

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kembali Berjualan, Harga Dipatok Rp 125.000 Per Kg

Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kembali Berjualan, Harga Dipatok Rp 125.000 Per Kg

Megapolitan
Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Megapolitan
Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Banyak Pasien Covid-19 Melapor Sulit Dapatkan RS

Banyak Pasien Covid-19 Melapor Sulit Dapatkan RS

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X