Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dilema Para Pengguna KRL, Semakin Khawatir Setelah 6 Penumpang Positif Covid-19

Kompas.com - 08/05/2020, 09:08 WIB
Tria Sutrisna,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Enam penumpang kereta rel listrik (KRL) Jakarta-Bogor dan Jakarta-Bekasi terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani tes swab.

Fakta tersebut membuat para penumpang semakin khawatir menggunakan KRL.

Pasalnya, tidak semua pegawai bekerja dari rumah. Mereka harus tetap berangkat ke kantor di tengah pandemi Covid-19.

Savira Maulidia (23), misalnya. Setiap hari kerja, karyawan swasta ini masih menggunakan KRL pergi dan pulang kantor.

Baca juga: Enam Penumpang Positif Covid-19, Lima Kepala Daerah Desak Hentikan Operasional KRL

Ia bekerja di perusahaan yang termasuk sektor pengecualian untuk bisa beroperasi selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Masih kerja, perusahaan saya kan (sektor) pengamanan," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (7/5/2020).

Sehari-harinya, Savira menggunakan KRL tujuan Bogor-Jakarta. Ia mengaku semakin khawatir setelah mengetahui adanya penumpang yang positif Covid-19.

"Makin khawatir sih pasti, tapi bingung juga sebenarnya harus gimana. Itu baru stasiun Bogor ya yang ketahuan (Positif Covid-19). Belum (penumpang yang naik dari) stasiun yang lain, pasti banyak juga yang enggak ketahuan," ujar dia.

Savira mengaku terpaksa tetap menggunakan KRL karena perjalanannya lebih cepat dan mudah dijangkau dibandingkan angkutan umum lain.

Baca juga: 6 Penumpang KRL Positif Covid-19, Depok Segera Gelar Tes Swab Massal

Untuk mengurangi potensi penularan Corona di KRL, dia menghindari jadwal pemberangkatan pertama yang kerap padat dengan penumpang.

"Sampai sengaja jalan agak siang biar lenggang. Pasti selalu dapat duduk kalau berangkat siang. Kalau pulang pasti berdiri," kata Savira.

Dia berharap agar kedepannya pengguna KRL bisa lebih dibatasi. Misalnya, hanya untuk masyarakat yang memang bekerja atau benar-benar mendesak.

"Seharusnya di setiap stasiun ada petugas yang cek pengguna KRL itu bener kerja atau enggak. Ada surat tugasnya atau enggak. Saya dapat surat dari kantor dari awal PSBB sampai sekarang. Belum pernah ada yang cek," kata Savira.

Petugas medis mengambil sampel petugas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) saat tes swab di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (27/4/2020). PT KCI bersama Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Dishub dan Labkesda Provinsi Jawa Barat serta Dinkes Kota Bogor melakukan tes swab untuk 350 warga yang terdiri dari petugas PT KCI dan penumpang KRL Commuter Line yang dilakukan secara massal dan random dengan mengumpulkan cairan atau sampel dari bagian belakang hidung dan tenggorokan sebagai salah satu metode untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di moda transportasi KRL Commuter Line. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH Petugas medis mengambil sampel petugas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) saat tes swab di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (27/4/2020). PT KCI bersama Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Dishub dan Labkesda Provinsi Jawa Barat serta Dinkes Kota Bogor melakukan tes swab untuk 350 warga yang terdiri dari petugas PT KCI dan penumpang KRL Commuter Line yang dilakukan secara massal dan random dengan mengumpulkan cairan atau sampel dari bagian belakang hidung dan tenggorokan sebagai salah satu metode untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di moda transportasi KRL Commuter Line. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.

Hal senada diungkapkan pengguna KRL lain, Fitra (24). Pada awalnya, dia tidak terlalu memikirkan potensi penularan Covid-19 di transportasi umum selama disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Namun, ketika ada enam penumpang yang ternyata positif, Fitra mengaku khawatir ketika menggunakan KRL, terutama ketika kondisi kereta cukup padat.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Amankan 2 Konser K-Pop di GBK, Polisi Terjunkan 865 Personel

Amankan 2 Konser K-Pop di GBK, Polisi Terjunkan 865 Personel

Megapolitan
Ada Konser NCT Dream dan Kyuhyun, MRT Jakarta Beroperasi hingga Pukul 01.00 WIB

Ada Konser NCT Dream dan Kyuhyun, MRT Jakarta Beroperasi hingga Pukul 01.00 WIB

Megapolitan
Pastikan Masih Usut Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel, Polisi: Ada Unsur Pidana

Pastikan Masih Usut Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel, Polisi: Ada Unsur Pidana

Megapolitan
Polisi Sebut Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel Mandek 2 Tahun karena Kondisi Korban Belum Stabil

Polisi Sebut Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel Mandek 2 Tahun karena Kondisi Korban Belum Stabil

Megapolitan
Kasus di Polisi Mandek, Keluarga Korban Pemerkosaan di Tangsel Dituduh Damai dengan Pelaku

Kasus di Polisi Mandek, Keluarga Korban Pemerkosaan di Tangsel Dituduh Damai dengan Pelaku

Megapolitan
Minta Pemerkosa Anaknya Cepat Ditangkap, Ibu Korban: Pengin Cepat Selesai...

Minta Pemerkosa Anaknya Cepat Ditangkap, Ibu Korban: Pengin Cepat Selesai...

Megapolitan
Remaja Diperkosa Staf Kelurahan, Pelaku Belum Ditangkap 2 Tahun Usai Kejadian

Remaja Diperkosa Staf Kelurahan, Pelaku Belum Ditangkap 2 Tahun Usai Kejadian

Megapolitan
Gerebek Pabrik Narkoba di Bogor, Polisi Sita 1,2 Juta Butir Pil PCC

Gerebek Pabrik Narkoba di Bogor, Polisi Sita 1,2 Juta Butir Pil PCC

Megapolitan
Perundungan Pelajar SMP di Citayam, Pelaku Jambak dan Pukul Korban Pakai Tangan Kosong

Perundungan Pelajar SMP di Citayam, Pelaku Jambak dan Pukul Korban Pakai Tangan Kosong

Megapolitan
Kemenhub Sesalkan Kasus Dugaan KDRT yang Dilakukan Pegawainya

Kemenhub Sesalkan Kasus Dugaan KDRT yang Dilakukan Pegawainya

Megapolitan
Dijebak Bertemu Perundungnya, Siswi SMP di Bogor Awalnya Diajak 'Ngopi' Bareng

Dijebak Bertemu Perundungnya, Siswi SMP di Bogor Awalnya Diajak "Ngopi" Bareng

Megapolitan
Tingkah Oknum Pejabat Kemenhub: Ucap Sumpah Sambil Injak Kitab Suci Usai Ketahuan Selingkuh, lalu Lakukan KDRT

Tingkah Oknum Pejabat Kemenhub: Ucap Sumpah Sambil Injak Kitab Suci Usai Ketahuan Selingkuh, lalu Lakukan KDRT

Megapolitan
2 Perundung Siswi SMP di Bogor Terancam Dikeluarkan dari Sekolah

2 Perundung Siswi SMP di Bogor Terancam Dikeluarkan dari Sekolah

Megapolitan
Polisi Bongkar “Home Industry” Narkoba di Bogor

Polisi Bongkar “Home Industry” Narkoba di Bogor

Megapolitan
Polisi Amankan Dua Pelaku Perundungan Siswi SMP di Citayam

Polisi Amankan Dua Pelaku Perundungan Siswi SMP di Citayam

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com