McDonald's Sarinah Tutup Minggu Besok, Tinggalkan Berbagai Kenangan Nongkrong hingga Kerjakan Tugas

Kompas.com - 09/05/2020, 07:50 WIB
McDonalds Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat Twitter/@duwiryMcDonalds Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat


JAKARTA, KOMPAS.com- McDonald’s Sarinah Thamrin, restoran McDonald’s pertama yang berdiri di Indonesia resmi akan tutup mulai Minggu (10/5/2020) ini pukul 22.05 WIB

Hal ini pun mengejutkan banyak orang dan ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan, unggahan foto McDonald’s ini tersebar di media sosial.

McDonald's yang sangat legendaris ini mulai membuka gerainya di Tanah Air pada 14 Februari 1991 di gedung Mal Sarinah Thamrin.

Baca juga: McDonalds Sarinah Tutup Permanen Mulai 10 Mei karena Renovasi Mal

McDonald’s Sarinah ini juga jadi restoran pertamanya di Indonesia.

Sejak 2009, lisensi McDonald’s Indonesia dimiliki oleh PT Rekso Nasional Food (RNF), salah satu anak perusahaan Rekso Group.

Hingga saat ini, McDonald's sudah memiliki sekitar 227 restoran yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Bangunan akan direnovasi

Restoran cepat saji asal Amerika Serikat yang telah beroperasi 30 tahun ini terpaksa ditutup atas permintaan dari Manajemen gedung Sarinah.

Direktur Marketing Communications, Digital, dan CBI McDonald’s Indonesia Michael Hartono menyampaikan, tutupnya McDonald’s ini lantaran akan adanya perubahan strategi bisnis.

Penutupan gerai McDonald’s Sarinah yang sudah 29 tahun berdiri ini lantaran adanya renovasi gedung dan perubahan strategi bisnis terhadap bangunan milik BUMN tersebut.

Meski demikian, ia tak menyebutkan gerai McDonald’s Sarinah itu kapan dibuka kembali.

"Tentu peristiwa ini memiliki kesan yang sangat mendalam karena sejarah, kenangan, dan perayaan berbagai peristiwa penting yang selalu bertempat di McDonald’s Sarinah," kata Michael.

 Baca juga: Kisah Mantan Presdir Bank di Balik McDonalds Pertama Indonesia di Sarinah

Tak Ada Pemecatan Karyawan

Meski ada penutupan, pihak manajemen memastikan karyawan yang berkerja di McD Sarinah Thamrin, Jakarta, tidak dipecat.

Karyawan McD Sarinah ini nantinya akan direlokasi ke restoran di lokasi lain.

"Seluruh karyawan yang selama ini bekerja di restoran tersebut akan tetap mempertahankan pekerjaannya dan direlokasi ke berbagai restoran McDonald’s lainnya,” ujar Michael.

Oleh karena itu, Michael menyarankan konsumen langganan dapat mengunjungi restoran lain yang berdekatan dengan Sarinah, seperti McDonald’s Hayam Wuruk, Raden Saleh, Cideng, dan Central Plaza.

Tempat sejuta kenangan

Tidak hanya karyawan, sejumlah warga juga menyayangkan penutupan McD Sarinah ini.

Sebab banyak kenangan yang tersisa ketika nongkrong, ngerjain tugas, hingga kencan sekalipun di McD Sarinah.

Tak hanya berada di pusat kota, McD Sarinah ini letaknya sangat strategis dan mudah dijangkau banyak orang.

Sehingga keberadaannya sering sekali menjadi meeting point masyarakat.

Kabar hendak ditutup McD Sarinah ini pun disayangkan banyak orang.

Misalnya, Setiawan, seorang karyawan swasta di Jakarta Pusat mengaku memiliki banyak kenangan di restoran tempat saji legendaris itu.

Setiawan menyampaikan, McD Sarinahnlah tempat berkumpul ia dengan teman-temannya hingga pagi. Sebab McD Sarinah buka selama 24 jam.

Ia mengatakan, McD Sarinah pilihan utamanya berkumpul bahkan mengerjakan tugas akhir bersama rekan-rekannya.

"Dulu tempat buat ngerjain skripsi, sharing-sharing soal permasalahan apa pun, termasuk di kampus gitu kan. Sekarang juga jadi tempat melepas penat kalau pulang ngantor," ungkapnya.

Baca juga: Kenangan Warga Jakarta di McDonalds Sarinah, dari Bikin Skripsi hingga Nongkrong Sampai Pagi...

Dari lantai atas McD Sarinah, Setiawan mengaku gemar memperhatikan hiruk-pikuk Jalan MH Thamrin yang ramai karena membuatnya bisa lebih menikmati suasana.

Sementara itu, Novina pegawai swasta di salah satu perusahaan di Jakarta menyebut bahwa McDonald's di pusat perbelanjaan Sarinah itu merupakan legendanya tempat 'nongkrong'.

Sebab, McDonald's tersebut seakan tidak pernah sepi pengunjung baik siang hari maupun malam hari.

"Kalau malam ramai banget kayak bubaran pabrik gitu. Macem dari anak kuliahan sampai yang kerja ya ngumpul plek di situ," ujarnya menggambarkan suasana McDonald's Sarinah.

Novina mengatakan, tidak heran banyak masyarakat Ibu Kota yang merasa kehilangan tempat berkumpulnya karena penutupan tersebut.

Ditambah lagi McD Sarinah sudah berdiri sejak lama dan sudah beroperasi hampir 30 tahun lamanya.

"Soalnya McD Sarinah tuh ya tempat nongkrong, tempat kerja, curhat, macam-macam aktivitas banyak dilakukan di sana. Macam cagar budaya Mcd Sarinah tuh sudah lama banget kan adanya," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alat PCR Rusak, Sampel Swab Pasien Covid-19 di Tangsel Dikirim ke Laboratorium Lain

Alat PCR Rusak, Sampel Swab Pasien Covid-19 di Tangsel Dikirim ke Laboratorium Lain

Megapolitan
Alat PCR Rusak, Labkesda Tangsel Tak Terima Sampel Terkait Covid-19 Mulai Hari Ini

Alat PCR Rusak, Labkesda Tangsel Tak Terima Sampel Terkait Covid-19 Mulai Hari Ini

Megapolitan
Satgas Covid-19 IDI: Menambah RS Covid-19 Tidak Menyelesaikan Masalah

Satgas Covid-19 IDI: Menambah RS Covid-19 Tidak Menyelesaikan Masalah

Megapolitan
Kisah Penyintas Bom Thamrin: Berjuang Setelah Kehilangan Pekerjaan dan Masih Trauma

Kisah Penyintas Bom Thamrin: Berjuang Setelah Kehilangan Pekerjaan dan Masih Trauma

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok Massal, Los di Pasar Kranji Bekasi Kosong

Pedagang Daging Sapi Mogok Massal, Los di Pasar Kranji Bekasi Kosong

Megapolitan
Jawaban Basarnas Soal Heboh Tanda SOS di Pulau Laki

Jawaban Basarnas Soal Heboh Tanda SOS di Pulau Laki

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso Harus Siapkan Dokumen Ini

Pasien Covid-19 yang Dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso Harus Siapkan Dokumen Ini

Megapolitan
Aksi Pelecehan Seksual di Kompleks Perumahan Isa Bajaj, Ada yang Pamer Alat Vital hingga Begal Payudara

Aksi Pelecehan Seksual di Kompleks Perumahan Isa Bajaj, Ada yang Pamer Alat Vital hingga Begal Payudara

Megapolitan
Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di RS Fatmawati Hampir 100 Persen Terisi

Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di RS Fatmawati Hampir 100 Persen Terisi

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Barat Melonjak Dua Kali Lipat 2 Pekan Terakhir

Kasus Covid-19 di Jakarta Barat Melonjak Dua Kali Lipat 2 Pekan Terakhir

Megapolitan
Menanti Gebrakan Pemerintah Pusat di Tengah Kolapsnya RS Covid-19 di Jabodetabek

Menanti Gebrakan Pemerintah Pusat di Tengah Kolapsnya RS Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Pasien Antre, RSPI Sulianti Saroso Tambah Ruang Perawatan Pasien Covid-19

Pasien Antre, RSPI Sulianti Saroso Tambah Ruang Perawatan Pasien Covid-19

Megapolitan
Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Megapolitan
Hari Ini, John Kei Bacakan Nota Keberatan atas Dakwaan Pembunuhan Berencana

Hari Ini, John Kei Bacakan Nota Keberatan atas Dakwaan Pembunuhan Berencana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X