Sempat Mundur Dua Kali, Bansos dari Pemerintah Pusat Akhirnya Sampai ke Tangan Warga Tangerang

Kompas.com - 10/05/2020, 05:40 WIB
Tas kain yang digunakan untuk mengemas bansos paket sembako dari pemerintah pusat. Dok MensosTas kain yang digunakan untuk mengemas bansos paket sembako dari pemerintah pusat.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Bantuan sosial (Bansos) dari Pemerintah Pusat untuk wilayah Kota Tangerang mulai didistribusikan pada Sabtu (9/6/2020).

Penyaluran bantuan secara simbolis berlokasi di GOR Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah berharap bantuan tersebut bisa segera didistribusikan untuk masyarakat Kota Tangerang lainnya.

"Mudah-mudahan bansos ini dapat segera diterima oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka," ujar dia dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2020).

Baca juga: Kota Tangerang Menanti Bansos Tas Jinjing Bertuliskan Bantuan Presiden

Arief mengatakan, total bansos sebanyak 55.066 paket sembako akan didistribusikan melalui Kantor Pos Kota Tangerang kepada kecamatan dan kelurahan di wilayah Kota Tangerang.

Atas dimulainya pendistribusian bantuan tersebut, Arief mengajak masyarakat Kota Tangerang untuk bersyukur dengan bantuan yang disalurkan dan mengingatkan warga untuk tetap disiplin melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

"Jangan lupa berdoa dan disiplin. Kalau tidak ada keperluan yang mendesak lebih baik di rumah saja," kata dia.

Baca juga: Dijanjikan Cair 4 Mei, Warga Tangerang Tak Kunjung dapat Bansos dari Pemerintah Pusat hingga Kini

Adapun sebelumnya bansos berupa sembako yang disalurkan Pemerintah Pusat beberapa kali mengalami keterlambatan distribusi.

Bantuan paket sembako dengan tas bertuliskan ' Bantuan Presiden' tersebut semula dijanjikan turun pada 21 April.

Namun diundur hingga 25 April dan kembali diundur untuk kedua kalinya pada 4 Mei. Setelah diundur dua kali, akhirnya bansos yang ditengari terlambat karena tas bertuliskan " bantuan presiden" belum jadi tersebut tersalurkan pada Sabtu (9/5/2020).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

Megapolitan
Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X