Hanya 9 Keluarga Tercatat Jadi Penerima Bansos di Warakas, Warga Pertanyakan Data Kemensos

Kompas.com - 11/05/2020, 16:07 WIB
Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/04). ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/04).

JAKARTA, KOMPAS.com - Permasalahan data terkait bantuan sosial bagi masyarakat mencuat di Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Warakas Zaenal Arifin mengatakan, hanya sembilan keluarga yang terdaftar jadi penerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial di periode pertama pembagian.

"Jadi sampai sejauh ini kami bantuan dari Kementerian Sosial, itu hanya sembilan paket di Kelurahan Warakas yang pada prinsipnya Kelurahan lain itu sudah selesai," kata Zaenal saat dihubungi Kompas.com, Senin (11/5/2020).

Baca juga: 8.146 Pelajar di Kota Tangerang Terima Bantuan Pulsa

Padahal, kata Zaenal, pada bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya, ada 7.023 keluarga yang mendapat bantuan tersebut.

Saat data penerima bansos Kemensos itu muncul pada tanggal 2 Mei 2020 lalu, warga merasa kebingungan.

Pejabat setempat kemudian berinisiatif menolak sembilan paket bantuan sosial tersebut karena merasa data yang ada tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Awalnya bersama pejabat setempat yaitu dari kelurahan konfirmasi ke Kemensos. Tapi dari Kemensos melemparkan ke Sudin dan Dinas Sosial," ucap Zaenal.

Beberapa tokoh masyarakat kemudian mencoba mengonfirmasikan hal tersebut ke Sudinsos Jakarta Utara dan Dinsos Pemprov DKI.

Namun, hingga saat ini, mereka belum menerima penjelasan mengapa hanya ada sembilan orang penerima bansos di Kelurahan Warakas tersebut.

Zaenal menyampaikan, warga Warakas menuntut penjelasan dari pemerintah dalam dua hari ke depan karena mereka sangat membutuhkan bantuan tersebut.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Putusan Polusi Udara Jakarta Ditunda Lagi, Kali Ini akibat Klaster Covid-19

Sidang Putusan Polusi Udara Jakarta Ditunda Lagi, Kali Ini akibat Klaster Covid-19

Megapolitan
Pusingnya Calon Pengantin Menikah Saat PPKM Diperketat, Resepsi Dirombak Sepekan Sebelum Hari H

Pusingnya Calon Pengantin Menikah Saat PPKM Diperketat, Resepsi Dirombak Sepekan Sebelum Hari H

Megapolitan
Usai Vonis 4 Tahun Penjara, Hakim Beri Opsi ke Rizieq Shihab Minta Pengampunan ke Presiden Jokowi

Usai Vonis 4 Tahun Penjara, Hakim Beri Opsi ke Rizieq Shihab Minta Pengampunan ke Presiden Jokowi

Megapolitan
Lonjakan Kasus Covid-19, Bayi 6 Bulan Terinfeksi, Banyak Pegawai RS dan Keluarga Ikut Terpapar

Lonjakan Kasus Covid-19, Bayi 6 Bulan Terinfeksi, Banyak Pegawai RS dan Keluarga Ikut Terpapar

Megapolitan
Dinkes Tangsel: Puskesmas Layani Vaksinasi Warga Usia 18 Tahun ke Atas Setelah 29 Juni

Dinkes Tangsel: Puskesmas Layani Vaksinasi Warga Usia 18 Tahun ke Atas Setelah 29 Juni

Megapolitan
Tes Swab Antigen di Stasiun, 24 Calon Penumpang KRL Reaktif Covid-19

Tes Swab Antigen di Stasiun, 24 Calon Penumpang KRL Reaktif Covid-19

Megapolitan
SD di Cempaka Putih dan Johar Baru Disulap Jadi Sentra Vaksinasi

SD di Cempaka Putih dan Johar Baru Disulap Jadi Sentra Vaksinasi

Megapolitan
Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Megapolitan
Bentrok dengan Simpatisan Rizieq, Polisi Sebut Kendaraannya Sempat Dimasukkan ke Sungai

Bentrok dengan Simpatisan Rizieq, Polisi Sebut Kendaraannya Sempat Dimasukkan ke Sungai

Megapolitan
Sempat Ricuh, Simpatisan Rizieq Shihab Mulai Tinggalkan Flyover Pondok Kopi

Sempat Ricuh, Simpatisan Rizieq Shihab Mulai Tinggalkan Flyover Pondok Kopi

Megapolitan
Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab: Lawan Terus!

Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab: Lawan Terus!

Megapolitan
Bentrok dengan Polisi, Simpatisan Rizieq Shihab Berlarian Hindari Semprotan Water Cannon

Bentrok dengan Polisi, Simpatisan Rizieq Shihab Berlarian Hindari Semprotan Water Cannon

Megapolitan
Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong, Hakim: Nyatakan Sehat meski Tahu Hasil Swab Antigen Reaktif

Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong, Hakim: Nyatakan Sehat meski Tahu Hasil Swab Antigen Reaktif

Megapolitan
Ini Hal yang Meringankan Vonis Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap di RS Ummi Bogor

Ini Hal yang Meringankan Vonis Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap di RS Ummi Bogor

Megapolitan
Ricuh, Massa Simpatisan Rizieq Shihab Lempar Batu, Polisi Tembak Gas Air Mata

Ricuh, Massa Simpatisan Rizieq Shihab Lempar Batu, Polisi Tembak Gas Air Mata

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X