Besok Hari Terakhir PSBB, Pemkot Bekasi Kembali Ajukan Perpanjangan hingga 26 Mei

Kompas.com - 11/05/2020, 20:00 WIB
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Selasa (28/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANWali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Selasa (28/1/2020).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi mengajukan usulan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid III ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Adapun, Selasa (12/5/2020) besok adalah hari terakhir PSBB tahap dua di Kota Bekasi.

“Baru diajukan tadi pagi,” ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (11/5/2020).

Rahmat menyampaikan Kota Bekasi minta perpanjang PSBB jilid tiga hingga 14 hari ke depan mulai dari tanggal 13 Mei hingga tanggal 26 Mei 2020.

Baca juga: Tes Swab Massal di Pasar Kota Bekasi, Dua Orang Positif Covid-19

Namun, pihak Pemkot masih menunggu surat balasan dari Ridwan yang berkomunikasi langsung dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Sebab keputusan tersebut ada di Menteri Kesehatan.

"Kan kalau PSBB itu maksimal 14 hari, tapi kemudian DKI selesai 22 Mei. Nah makanya apakah nanti kita ikut DKI atau genapin sampai 26 Mei. Kita hanya usul ke Gubernur dan Gubernur yang nanti ke Kemenkes,” ucap Wakil Wali Kota Tri Adhianto.

Tri berharap masyarakat lebih mentaati aturan yang dibuat Pemerintah dengan perpanjangan PSBB ini.

Baca juga: Marah Kena Razia, Pedagang Warung Kopi di Bekasi Mengacungkan Golok ke Satpol PP

Baik itu mengenakan masker saat keluar rumah dan membatasi masyarakat keluar rumah.

“Kita akan coba untuk masyarakat yang hendak keluar rumah beraktivitas kerja harus ada surat izin dari perusahaanya,” ucap dia.

Dengan begitu, pergerakan masyarakat semakin berkurang, sehingga bisa mengurangi penyebaran Covid-19.

“Ya semoga pergerakan orang bisa kita tekan menurun hingga 30 persen, sekarang masih banyak orang di luar juga kan, semoga makin taat,” tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Megapolitan
Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Megapolitan
Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Megapolitan
Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Megapolitan
Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Megapolitan
Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Megapolitan
Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Megapolitan
Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Megapolitan
Dua Kelompok Warga Tawuran di Dekat Pintu Air Manggarai

Dua Kelompok Warga Tawuran di Dekat Pintu Air Manggarai

Megapolitan
Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat 72 persen Dalam Sepekan, Ada Apa?

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat 72 persen Dalam Sepekan, Ada Apa?

Megapolitan
Saat Kematian Akibat Covid-19 Meningkat Karena Faskes Penuh . . .

Saat Kematian Akibat Covid-19 Meningkat Karena Faskes Penuh . . .

Megapolitan
Tempat Tidur ICU di RS Rujukan Covid-19 Jakarta Tersisa 63

Tempat Tidur ICU di RS Rujukan Covid-19 Jakarta Tersisa 63

Megapolitan
Tangis Tak Henti dan Kenangan Rekan Sejawat di Pemakaman Pramugari Nam Air Isti Yudha Prastika

Tangis Tak Henti dan Kenangan Rekan Sejawat di Pemakaman Pramugari Nam Air Isti Yudha Prastika

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X