Jika Tertangkap Angkut Pemudik Lagi, Sopir Travel Bisa Didenda Rp 100 Juta

Kompas.com - 12/05/2020, 17:08 WIB
Polisi mengamankan kendaraan travel gelap yang mengangkut pemudik selama 18 hari Operasi Ketupat 2020. Dokumentasi Polda Metro Jaya (Istimewa)Polisi mengamankan kendaraan travel gelap yang mengangkut pemudik selama 18 hari Operasi Ketupat 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Para sopir kendaraan travel gelap yang tertangkap kembali karena mengangkut pemudik akan dijerat Undang-Undang Karantina Kesehatan dan pasal tindak pidana.

"Apabila tertangkap lagi, kita bisa kenakan pasal lebih berat, bisa Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan atau pasal-pasal di KUHP," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2020).

Sebagaimana diketahui, Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 berbunyi: "Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta".

Baca juga: Kendaraan Travel Gelap Baru Bisa Diambil Pemiliknya Setelah Sidang Tilang

Saat terjaring operasi penyekatan, sopir kendaraan travel gelap itu awalnya hanya dikenakan sanksi tilang dan diminta membuat sebuah surat pernyataan.

Dalam surat tersebut, mereka menuliskan pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah mereka menyelesaikan administrasinya (administrasi tilang), kita akan datakan. Sopir ini sudah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi," ungkap Sambodo.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo melarang masyarakat untuk mudik guna mencegah penularan Covid-19. Larangan mudik tersebut mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB.

Baca juga: Ketika Jalur Tikus Digunakan sebagai Akses ke Luar Jakarta oleh Pemudik dan Oknum Travel Gelap

Polisi telah mengamankan 228 kendaraan travel gelap yang mengangkut 1.389 pemudik selama 18 hari Operasi Ketupat 2020 sejak 24 April hingga 11 Mei 2020.

Keseluruhan kendaraan travel gelap yang disita terdiri dari 11 unit bus, 112 unit minibus, 78 mobil pribadi, dan sebuah truk pengangkut barang.

Para pengemudi kendaraan travel tersebut dikenakan saksi tilang dengan dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan penjara maksimal 2 bulan.

Sementara, pengemudi truk yang mengangkut penumpang dikenakan Pasal 303 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baru Divaksin Dosis Satu, Sejumlah Pengunjung Dilarang Masuk Bioskop XXI Blok M Plaza

Baru Divaksin Dosis Satu, Sejumlah Pengunjung Dilarang Masuk Bioskop XXI Blok M Plaza

Megapolitan
2 Truk Terlibat Kecelakaan di Ciledug, Tak Ada Korban

2 Truk Terlibat Kecelakaan di Ciledug, Tak Ada Korban

Megapolitan
Residivis Jambret yang Kerap Beraksi di Jakut dan Jaktim Ditangkap

Residivis Jambret yang Kerap Beraksi di Jakut dan Jaktim Ditangkap

Megapolitan
Penjambret yang Ambil Barang Korban Lewat Kaca Mobil yang Terbuka Kerap Beraksi di Jakut dan Jaktim

Penjambret yang Ambil Barang Korban Lewat Kaca Mobil yang Terbuka Kerap Beraksi di Jakut dan Jaktim

Megapolitan
Dibuka Kembali, Bioskop XXI Mall Kelapa Gading Kini Tak Jual Makanan dan Minuman

Dibuka Kembali, Bioskop XXI Mall Kelapa Gading Kini Tak Jual Makanan dan Minuman

Megapolitan
Saat “Biarawan Gereja” Di Depok Cabuli Anak Panti Asuhan dan Dijuluki Kelelawar Malam

Saat “Biarawan Gereja” Di Depok Cabuli Anak Panti Asuhan dan Dijuluki Kelelawar Malam

Megapolitan
Mall Plaza Pondok Gede Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Mall Plaza Pondok Gede Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Megapolitan
Kembali Dibuka, Bioskop di Kawasan Blok M Masih Sepi

Kembali Dibuka, Bioskop di Kawasan Blok M Masih Sepi

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Bioskop XXI Mal Kelapa Gading Tak Terima Pembayaran Tunai

Kembali Beroperasi, Bioskop XXI Mal Kelapa Gading Tak Terima Pembayaran Tunai

Megapolitan
Polisi Tangkap Sindikat Penjambret yang Ambil Barang Korban Lewat Kaca Mobil yang Terbuka

Polisi Tangkap Sindikat Penjambret yang Ambil Barang Korban Lewat Kaca Mobil yang Terbuka

Megapolitan
101 Tempat Hiburan Malam di Bekasi Ajukan Permohonan Uji Coba Pembukaan

101 Tempat Hiburan Malam di Bekasi Ajukan Permohonan Uji Coba Pembukaan

Megapolitan
Mengeluh Sakit di Dada, Pengemudi Meninggal di Mobil di Jalan Tol Joglo

Mengeluh Sakit di Dada, Pengemudi Meninggal di Mobil di Jalan Tol Joglo

Megapolitan
Hari Pertama Bioskop CGV Central Park Buka: Dikunjungi Hampir 100 Orang, Mayoritas Beli Tiket Online

Hari Pertama Bioskop CGV Central Park Buka: Dikunjungi Hampir 100 Orang, Mayoritas Beli Tiket Online

Megapolitan
Bioskop di Jakarta Kembali Dibuka, Penonton: Prokes Ketat, Merasa Aman

Bioskop di Jakarta Kembali Dibuka, Penonton: Prokes Ketat, Merasa Aman

Megapolitan
Presiden hingga Gubernur DKI Divonis Bersalah Terkait Polusi Udara di Jakarta

Presiden hingga Gubernur DKI Divonis Bersalah Terkait Polusi Udara di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.