Pelanggar PSBB Bodebek di Sekolah dan Rumah Ibadah Hanya Ditegur, Tak Didenda

Kompas.com - 13/05/2020, 17:12 WIB
Umat Islam mendengarkan khotbah sebelum menunaikan Shalat Jumat dengan menjaga jarak fisik di Masjid Jami Daarul Muslimin, Pulo Kalibata, Jakarta, Jumat (17/4/2020). Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sejumlah masjid masih menggelar Shalat Jumat meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemprov DKI Jakarta telah mengimbau untuk menghentikan sementara kegiatan keagamaan di rumah ibadah guna menekan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSUmat Islam mendengarkan khotbah sebelum menunaikan Shalat Jumat dengan menjaga jarak fisik di Masjid Jami Daarul Muslimin, Pulo Kalibata, Jakarta, Jumat (17/4/2020). Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sejumlah masjid masih menggelar Shalat Jumat meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemprov DKI Jakarta telah mengimbau untuk menghentikan sementara kegiatan keagamaan di rumah ibadah guna menekan penyebaran COVID-19.

DEPOK, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meneken peraturan soal pengenaan sanksi administratif, mulai dari teguran, kerja sosial, denda, penyegelan, dan pencabutan izin terhadap pelanggaran PSBB di wilayah Bodebek (Bogor Raya, Depok, Bekasi Raya).

Hal itu termuat dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 4 Tahun 2020 yang terbit pada Selasa (12/5/2020).

Sanksi administratif akan dikenakan bagi warga yang berkerumun, tak memakai masker ketika bepergian, instansi/kegiatan tak patuh ketentuan pada instansi/kegiatan tertentu, pengemudi yang melanggar ketentuan berkendara, dan pengelola sekolah serta rumah ibadah yang di tempatnya terjadi pengumpulan khalayak.

Baca juga: Hotel, Restoran, dan Proyek yang Langgar PSBB di Bodebek Akan Disegel dan Dienda

Akan tetapi, Ridwan Kamil hanya melayangkan sanksi teguran bagi pengumpulan khalayak di sekolah dan rumah ibadah, sedangkan pelanggaran lainnya dikenakan denda dengan nominal bervariasi.

Hal tersebut termuat dalam Pasal 5 dan Pasal 10 Pergub Jabar Nomor 4 Tahun 2020.

Pada Pasal 5, penanggung jawab sekolah atau institusi pendidikan yang melanggar pemberhentian sementara kegiatan di tempat selama PSBB dikenakan sanksi administratif berupa teguran lisan atau teguran tertulis oleh Satpol PP.

Sementara itu, pada Pasal 10 tertulis bahwa setiap orang yang melanggar larangan melakukan kegiatan keagamaan di rumah ibadah atau di tempat tertentu selama PSBB dikenakan sanksi administratif berupa teguran lisan atau teguran tertulis oleh Satpol PP.

Sebagai perbandingan, pada kasus pelanggaran yang lain seperti berkerumun atau tak memakai masker dikenakan teguran, denda Rp 100.000 - Rp 250.000, serta kerja sosial membersihkan fasilitas umum.

Melanggar ketentuan berkendara, baik angkutan umum, sepeda motor termasuk ojek, serta mobil juga dikenakan teguran, kerja sosial, dan denda dengan nominal Rp 100.000 - Rp 1 juta.

Sebagai informasi, PSBB di Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kota Depok resmi diperpanjang untuk kali kedua pada hari ini, Rabu (13/5/2020) hingga Selasa (26/5/2020).

Perpanjangan PSBB dilakukan karena kasus Covid-19 di wilayah Bodebek masih terus bertambah setiap hari.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Megapolitan
Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Megapolitan
Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Megapolitan
Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Megapolitan
40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

Megapolitan
Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Megapolitan
Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Megapolitan
Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Megapolitan
Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X