Polisi Panggil Perwakilan Pemuda Pancasila yang Keluarkan Surat Permintaan THR di Bekasi

Kompas.com - 13/05/2020, 20:28 WIB
Surat permintaan THR yang beredar di Bekasi, Selasa (12/5/2020). Dokumen IstimewaSurat permintaan THR yang beredar di Bekasi, Selasa (12/5/2020).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Polisi telah memanggil perwakilan organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila terkait beredarnya surat berkop Pemuda Pancasila Kecamatan Bekasi Timur yang berisi permintaan uang THR jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Adapun, permintaan uang THR tersebut ditujukan kepada perusahaan maupun pelaku usaha.

“Kemarin sudah kita lakukan klarifikasi dan minta keterangan kepada yang bersangkutan (Pemuda Pancasila),” ujar Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes Pol Wijonarko saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2020).

Ia mengatakan, saat dipanggil ke kantor polisi, perwakilan ormas tersebut telah minta maaf lantaran mengedarkan surat permintaan THR ke masyarakat dalam masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Beredar Surat Ormas Minta THR di Bekasi, Pemuda Pancasila: Itu Sumbangan Sukarela

Apalagi dalam surat tersebut, tercantum beberapa nama pejabat mulai dari Camat Bekasi Timur hingga Kapolsek bahkan Danramil Bekasi Timur.

Wijonarko mengatakan, Pemuda Pancasila sudah berjanji untuk mencabut surat-surat yang telah diedarkannya ke pelaku usaha maupun perusahaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Yang bersangkutan juga sudah minta maaf dan kemarin sudah ditarik secara keseluruhan surat-surat permintaan THR tersebut,” kata dia.

Meski demikian, pihak kepolisian tak akan diam. Jika ditemukan unsur pidana kekerasan dalam permintaan THR tersebut, polisi tak segan-segan untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Ia juga mempersilahkan pelaku usaha maupun perusahaan yang merasa resah dengan keberatan dengan adanya surat permintaan tersebut untuk lapor ke polisi.

Baca juga: Beredar Surat Permintaan THR dengan Kop Ormas di Bekasi

“Kita akan pelajari dan kita tindak lanjuti kalau memang ada unsur pidananya akan kita lakukan proses sesuai aturan yang berlaku,” tutur dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Ganjil Genap Selama PPKM Level 2 di Jakarta

Aturan Ganjil Genap Selama PPKM Level 2 di Jakarta

Megapolitan
Digugat Rp 1 Triliun, PSI Sebut Punya Bukti Kuat sebagai Dasar Pecat Viani Limardi

Digugat Rp 1 Triliun, PSI Sebut Punya Bukti Kuat sebagai Dasar Pecat Viani Limardi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Gugat PSI Rp 1 Triliun | Resepsi Pernikahan Boleh Digelar dengan Kapasitas 50 Persen

[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Gugat PSI Rp 1 Triliun | Resepsi Pernikahan Boleh Digelar dengan Kapasitas 50 Persen

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 7 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 43 Pasien Dirawat

UPDATE 20 Oktober: Tambah 7 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 43 Pasien Dirawat

Megapolitan
Depok Izinkan Wahana Permainan Anak di Mal Buka, Orangtua Wajib Catat Alamat dan Nomor Telepon

Depok Izinkan Wahana Permainan Anak di Mal Buka, Orangtua Wajib Catat Alamat dan Nomor Telepon

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober 2021: Ada 39 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 20 Oktober 2021: Ada 39 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Digugat Viani Limardi Rp 1 Triliun, PSI: Dia Makin Permalukan Dirinya Sendiri

Digugat Viani Limardi Rp 1 Triliun, PSI: Dia Makin Permalukan Dirinya Sendiri

Megapolitan
Kebakaran Landa Warung Makan di Makasar Jaktim, Pemilik Derita Luka Bakar di Tangan

Kebakaran Landa Warung Makan di Makasar Jaktim, Pemilik Derita Luka Bakar di Tangan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Megapolitan
Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.