Heboh Daging Babi Serupa Daging Sapi di Bandung, Walkot Bekasi Minta Anak Buahnya Awasi Pedagang

Kompas.com - 14/05/2020, 10:34 WIB
Ilustrasi perbandingan wujud daging sapi dengan daging babi Harry Freitag dari Universitas Gadjah Mada (UGM)Ilustrasi perbandingan wujud daging sapi dengan daging babi
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memberi perintah kepada anak buahnya hingga dokter hewan untuk mengawasi para pedagang daging di seluruh pasar tradisional di Bekasi.

Hal itu bertujuan guna mengantisipasi modus pedagang yang menjual daging babi serupa daging sapi seperti yang terjadi di Kabupaten Bandung baru-baru ini.

“Dinas Ketahanan Pangan sudah saya perintahkan untuk cek ke lapangan. Dokter hewan juga cek lapangan. Pasti yang kenal dokter hewan, orang biasa ya susah,” ujar Rahmat di Bekasi, Rabu (13/4/2020).

Baca juga: Daging Babi Serupa Daging Sapi Beredar di Bandung, Masyarakat Diimbau Beli di Kios Resmi

Menurut pria yang akrab disapa Pepen tersebut, antisipasi peredaran daging babi serupa daging sapi di pasar penting dilakukan agar tak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Penting lah, tapi kan daging babi sebenarnya berbeda atuh (dengan sapi),” kata dia.

Rahmat menegaskan, bentuk daging babi dan daging sapi itu berbeda. Perbedaan tampak pada tektur daging. Untuk daging sapi memiliki guratan atau marble yang kasar, sementara daging babi memiliki guratan yang halus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Disperindag Bandung: Daging Sapi Palsu dari Babi Ternak, Warnanya Lebih Pucat

“Lalu daging sapi itu kan merah, nah babi pasti agak pucat karena dia mendekati kayak daging ayam. Jadi dari situ sudah beda,” kata Rahmat.

Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar pintar memilah-milah ketika hendak belanja daging.

Sebelumnya, polisi mengamankan empat orang yang terlibat perdagangan daging babi yang "disulap" menjadi daging sapi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: Dari Solo, Daging Babi Disulap Jadi Daging Sapi, Dijual di Bandung 600 Kg Per Minggu

Dua orang sebagai pengepul adalah T (54) dan MP (46) serta dua orang pengecer, yakni AS (39) dan AR (38).

Kasus tersebut terungkap setelah polisi mendapatkan laporan jika ada aktivitas penjualan daging babi di sekitar Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, ada aktivitas penjualan daging babi.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Dugaan Pungli di Pasar Kramatjati Viral, Pengelola Pasang Imbauan

Video Dugaan Pungli di Pasar Kramatjati Viral, Pengelola Pasang Imbauan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Segera Pindahkan Makam yang Tertimbun Sampah

Pemkot Bekasi Segera Pindahkan Makam yang Tertimbun Sampah

Megapolitan
Tebar Ranjau Paku di Jalan Gatot Soebroto, Penambal Ban Manfaatkan Situasi PPKM Level 3

Tebar Ranjau Paku di Jalan Gatot Soebroto, Penambal Ban Manfaatkan Situasi PPKM Level 3

Megapolitan
Ratusan Makam di Bekasi Hilang Tertimbun Sampah

Ratusan Makam di Bekasi Hilang Tertimbun Sampah

Megapolitan
Anak Penyanyi Lawas Dilaporkan Penipuan Modus Penerimaan PNS, Para Korban Rugi Rp 9,7 M

Anak Penyanyi Lawas Dilaporkan Penipuan Modus Penerimaan PNS, Para Korban Rugi Rp 9,7 M

Megapolitan
Dari Berbagi Seporsi Nasi, Berujung Gerakan yang Menginspirasi

Dari Berbagi Seporsi Nasi, Berujung Gerakan yang Menginspirasi

Megapolitan
Akan Ada 148 SMP di Kota Tangerang yang Gelar PTM Pekan Depan

Akan Ada 148 SMP di Kota Tangerang yang Gelar PTM Pekan Depan

Megapolitan
PTM Jenjang SD di Kota Tangerang Dibatalkan, Dindik: Jangan Sampai Ada Klaster Covid-19

PTM Jenjang SD di Kota Tangerang Dibatalkan, Dindik: Jangan Sampai Ada Klaster Covid-19

Megapolitan
Pasar Jaya Sebut Petugas yang Pungli di Pasar Induk Kramatjati Ingin Cari Keuntungan Pribadi

Pasar Jaya Sebut Petugas yang Pungli di Pasar Induk Kramatjati Ingin Cari Keuntungan Pribadi

Megapolitan
Pasar Jaya Sebut Pelaku Pungli di Pasar Induk Kramatjati Telah Dipecat Pihak Ketiga

Pasar Jaya Sebut Pelaku Pungli di Pasar Induk Kramatjati Telah Dipecat Pihak Ketiga

Megapolitan
Penumpang Kereta dan Puluhan Donor Dermakan Darah di Stasiun Senen

Penumpang Kereta dan Puluhan Donor Dermakan Darah di Stasiun Senen

Megapolitan
Fakta Pembunuhan Anggota TNI di Depok, Niat Melerai Perkelahian tapi Berujung Tewas Ditusuk

Fakta Pembunuhan Anggota TNI di Depok, Niat Melerai Perkelahian tapi Berujung Tewas Ditusuk

Megapolitan
Pelaku Mengaku Tebar Ranjau Paku Bersama Anggota Dishub, Ini Kata Polisi

Pelaku Mengaku Tebar Ranjau Paku Bersama Anggota Dishub, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pemkot Tangerang Lagi-lagi Batalkan Sekolah Tatap Muka Jenjang SD

Pemkot Tangerang Lagi-lagi Batalkan Sekolah Tatap Muka Jenjang SD

Megapolitan
Modus Ranjau Paku di Jakarta oleh Penambal Ban

Modus Ranjau Paku di Jakarta oleh Penambal Ban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.