Staf Eselon 3 dan 4 Pemkot Depok Dikerahkan untuk Awasi Pergerakan Warga

Kompas.com - 14/05/2020, 17:53 WIB
Pemeriksaan Covid-19 menggunakan metode rapid test dilakukan di Pasar Agung, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat pada Senin (11/5/2020). Dok. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota DepokPemeriksaan Covid-19 menggunakan metode rapid test dilakukan di Pasar Agung, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat pada Senin (11/5/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Wali Kota Depok, Mohammad Idris, memutuskan akan mengerahkan lebih banyak stafnya untuk mengawasi pergerakan warga selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) .

Keputusan itu diambil karena kerumunan warga kian banyak dijumpai di beberapa tempat. Padahal, tujuan PSBB adalah untuk memutus rantai penularan Covid-19 yang disebabkan virus corona baru (SARS-CoV-2)

Idris mengatakan, staf yang akan dikerahkan untuk mengawasi pergerakan warga di tingkat kecamatan ialah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), seperti kepala dinas serta staf eselon 3 dan 4 yang mulanya bekerja dari rumah. Mereka akan diminta untuk mendampingi aparat kelurahan.

Baca juga: Khawatir Nasib Tenaga Medis, Wali Kota Depok Tak Ingin Gegabah Longgarkan PSBB

"Kami ingin menyelesaikan kerumunan masyarakat yang masih ada di beberapa tempat. Penyelesaian harus dari hulu," ujar Idris kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).

"Semua kepala OPD menjadi pengawas pendampingan pak camat. Eselon 3 dan 4 menjadi pendamping pak lurah. Semua kami pekerjakan, yang tadinya work from home. Kami dapat gaji semuanya, maka kami harus kerja semuanya," kata dia.

Menurut Idris, dari evaluasi PSBB tahap I dan II, pihaknya menerima banyak keluhan dari RW di Depok soal sulitnya menggiring warga agar tetap di rumah dan mengurangi pergerakan mereka di luar rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Umumnya, warga keluar dengan argumen yang sulit dibantah, yakni membeli makan untuk bekal sahur atau berbuka puasa.

Idris menyatakan akan membuat terobosan agar pasokan logistik warga untuk sahur dan berbuka puasa tetap tersedia tanpa mereka harus sering keluar rumah. Namun, terobosan itu akan tergangung pada inovasi para kepala OPD.

Baca juga: Belum Kunjung Swab PCR Massal, Depok Akan Rapid Test 5.000 Orang

"Itu nanti ada tim logistik. Saya sudah arahkan. Nanti tergantung kreativitas dari kepala-kepala OPD bikin dapur umum," ungkap dia.

"Teknisnya bisa berinovasi, misalnya si ibu ini masak sekian kilogram daging. Yang jelas logistik harus dipenuhi," ujar Idris.

PSBB di Depok telah diperpanjang dan memasuki tahap ketiga sejak Rabu kemarin. Perpanjangan akan berlangsung hingga 26 Mei ini.

Setelah sebulan berlaku, PSBB belum sanggup meredakan laju penularan Covid-19.

Data terbaru hingga Rabu kemarin, Depok telah mencatat total 365 pasien positif Covid-19. Dari jumlah itu, 66 orang di antaranya telah sembuh dan 21 lainnya meninggal dunia.

Angka kematian tersebut belum menghitung jumlah kematian suspect/pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah mencapai 65 korban sejak medio Maret 2020.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 25 Juni: Tambah 6.934, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus Setengah Juta

UPDATE 25 Juni: Tambah 6.934, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus Setengah Juta

Megapolitan
Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Efektif Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Diberlakukan Lagi Akhir Pekan Ini

Efektif Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Diberlakukan Lagi Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Penyesuaian Operasional Transportasi Publik: MRT, LRT dan Transjakarta hingga Pukul 21.00

Penyesuaian Operasional Transportasi Publik: MRT, LRT dan Transjakarta hingga Pukul 21.00

Megapolitan
Menangis Tak Mampu Tolong Warga Kritis Covid-19, Wakapolres: Maaf Bu, Tadi Saya Janji Bawa Bapak Selamat

Menangis Tak Mampu Tolong Warga Kritis Covid-19, Wakapolres: Maaf Bu, Tadi Saya Janji Bawa Bapak Selamat

Megapolitan
Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel Mulai Dimakamkan Tanpa Peti Mati karena Stok Habis

Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel Mulai Dimakamkan Tanpa Peti Mati karena Stok Habis

Megapolitan
Pasien Kritis Terbaring di Tikar dan Pikap, Dirut RSUD Kota Bekasi: Covid-19 Itu Nyata

Pasien Kritis Terbaring di Tikar dan Pikap, Dirut RSUD Kota Bekasi: Covid-19 Itu Nyata

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov DKI Batasi Kunjungan ke TPU

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov DKI Batasi Kunjungan ke TPU

Megapolitan
Warga Tangerang Meninggal Usai Divaksinasi Covid-19, IDI Minta Keluarganya Laporkan Kronologi Lengkap

Warga Tangerang Meninggal Usai Divaksinasi Covid-19, IDI Minta Keluarganya Laporkan Kronologi Lengkap

Megapolitan
Dirikan Tenda Darurat, RSUD Tarakan Pinjam Lahan SDN 02 Cideng

Dirikan Tenda Darurat, RSUD Tarakan Pinjam Lahan SDN 02 Cideng

Megapolitan
Pemakaman dengan Protap Covid-19 Tembus 1.001, TPU Jombang Siapkan Lahan Baru

Pemakaman dengan Protap Covid-19 Tembus 1.001, TPU Jombang Siapkan Lahan Baru

Megapolitan
Nakes Kewalahan, RSUD Bekasi Minta Tambahan Relawan untuk Tangani Pasien Covid-19

Nakes Kewalahan, RSUD Bekasi Minta Tambahan Relawan untuk Tangani Pasien Covid-19

Megapolitan
Link untuk Mengecek Ketersediaan RS Rujukan Covid-19 di Jakarta

Link untuk Mengecek Ketersediaan RS Rujukan Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Direhabilitasi di RSKO Cibubur, Anji: Minta Doanya...

Direhabilitasi di RSKO Cibubur, Anji: Minta Doanya...

Megapolitan
Potret Pilu Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Rorotan: 3 Peti Ditumpuk dalam Satu Ambulans

Potret Pilu Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Rorotan: 3 Peti Ditumpuk dalam Satu Ambulans

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X