DKI Jakarta Ubah Seleksi PPDB SMP-SMA 2020

Kompas.com - 15/05/2020, 08:26 WIB
Ilustrasi siswa SMA ujian. KOMPAS.com/ALBERTUS ADITIlustrasi siswa SMA ujian.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta akan mengubah sistem seleksi penerimaan peserta didik baru ( PPDB) jenjang SMP dan SMA untuk jalur afirmasi.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, seleksi yang menggunakan nilai ujian nasional (UN) pada PPDB 2019 diubah dengan sistem seleksi usia pada PPDB tahun ini.

"Jalur afirmasi yang sebelumnya menggunakan seleksi UN, kami saat ini menggunakan usia," ujar Nahdiana dalam video rapat pimpinan yang diunggah di akun YouTube Pemprov DKI, Kamis (14/5/2020).

Baca juga: Tahun Ajaran Baru, Pemprov DKI Siapkan 3 Skema Siswa Belajar di Sekolah

Nahdiana berujar, sistem seleksi untuk jalur afirmasi diubah karena tahun ini pemerintah meniadakan UN.

Selain itu, Pemprov DKI ingin mengakomodasi siswa dengan kemampuan akademis rendah dan berasal dari keluarga tidak mampu untuk bisa mengenyam pendidikan di sekolah negeri.

Berdasarkan hasil evaluasi PPDB 2019, lanjut Nahdiana, jalur afirmasi belum mengakomodasi calon peserta didik berkemampuan akademis rendah dari keluarga tidak mampu.

"Selain UN tahun ini ditiadakan, ini juga untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu dengan kemampuan akademis yang rendah," kata Nahdiana.

Baca juga: Tidak Ada Hasil UN, Ini Syarat Pendaftaran PPDB Tangsel 2020/2021

PPDB jalur afirmasi diperuntukan bagi calon peserta didik yang berasal dari keluarga dengan ekonomi tidak mampu atau anak yang berprestasi.

Calon peserta didik yang bisa mendaftar lewat jalur ini adalah anak asuh panti, anak para tenaga kesehatan yang meninggal dunia dalam penanganan Covid-19, pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, anak pemegang Kartu Pekerja Jakarta.

Kemudian, anak pengemudi Jak Lingko, anak yang berprestasi dan tercantum dalam surat keputusan (SK) pembinaan olahraga prestasi berkelanjutan, serta anak yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Adapun PPDB tahun ajaran 2020/2021 akan dilaksanakan pada 15 Juni sampai 9 Juli 2020.

Pendaftaran akan dilakukan secara online demi menghindari kerumunan di sekolah pada masa pandemi Covid-19.

Baca juga: PPDB di Jakarta Dibuka 15 Juni, Pendaftaran Dilakukan Secara Online



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemilik Akun Instagram yang Hina Brimob Kacung China Jadi Tersangka

Pemilik Akun Instagram yang Hina Brimob Kacung China Jadi Tersangka

Megapolitan
Pemasukan Pajak Tempat Hiburan di Kota Bekasi Tahun 2020 Hanya Rp 22 Miliar

Pemasukan Pajak Tempat Hiburan di Kota Bekasi Tahun 2020 Hanya Rp 22 Miliar

Megapolitan
Anies Klaim Pemprov DKI Terbitkan 105.000 Izin bagi UMKM dalam 4 Bulan

Anies Klaim Pemprov DKI Terbitkan 105.000 Izin bagi UMKM dalam 4 Bulan

Megapolitan
Hina Brimob dengan Sebutan Kacung China, Seorang Pria di Bogor Diamankan

Hina Brimob dengan Sebutan Kacung China, Seorang Pria di Bogor Diamankan

Megapolitan
Pemuda Pembunuh Mantan Bos di Tangerang Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Pemuda Pembunuh Mantan Bos di Tangerang Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Megapolitan
AMAN Tak Merasa Kirim Karangan Bunga ke Kodam Jaya

AMAN Tak Merasa Kirim Karangan Bunga ke Kodam Jaya

Megapolitan
Anies Klaim Pemprov DKI Sudah Bagikan 22,5 Juta Masker Gratis

Anies Klaim Pemprov DKI Sudah Bagikan 22,5 Juta Masker Gratis

Megapolitan
Anies: Dampak Libur Panjang, Sekarang Kita Saksikan Kenaikan Kasus Covid-19

Anies: Dampak Libur Panjang, Sekarang Kita Saksikan Kenaikan Kasus Covid-19

Megapolitan
104 Warga Petamburan Ikut Rapid Test Massal, 5 Orang Reaktif Covid-19

104 Warga Petamburan Ikut Rapid Test Massal, 5 Orang Reaktif Covid-19

Megapolitan
Dendam Motornya Dihilangkan, Pemuda Bunuh Mantan Bosnya

Dendam Motornya Dihilangkan, Pemuda Bunuh Mantan Bosnya

Megapolitan
Hindari Mobil yang Putar Balik, Truk Boks Terguling di Jalan Benyamin Sueb

Hindari Mobil yang Putar Balik, Truk Boks Terguling di Jalan Benyamin Sueb

Megapolitan
Anies: Stabilitas Jakarta di Tengah Pandemi Tidak Gratis

Anies: Stabilitas Jakarta di Tengah Pandemi Tidak Gratis

Megapolitan
Berkurang, Kini Ada 16 RW di Jakarta yang Masuk Zona Merah

Berkurang, Kini Ada 16 RW di Jakarta yang Masuk Zona Merah

Megapolitan
Gowes Pakai Seli Keliling Dufan hingga Main Sepuasnya Cuma Bayar Rp 50.000, Tertarik?

Gowes Pakai Seli Keliling Dufan hingga Main Sepuasnya Cuma Bayar Rp 50.000, Tertarik?

Megapolitan
1.823 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Depok, Ini Data di 11 Kecamatan

1.823 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Depok, Ini Data di 11 Kecamatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X