BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Djarum Bakti Pendidikan

Balapan Liar di Kembangan, Tujuh Remaja Diamankan Polisi

Kompas.com - 15/05/2020, 10:46 WIB
Para remaja yang diamankan oleh anggota polisi saat gelar aksi balap liar di Kembangan, Jakarta Barat Akun instagram @info.jakartabaratPara remaja yang diamankan oleh anggota polisi saat gelar aksi balap liar di Kembangan, Jakarta Barat

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana sepi saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dimanfaatkan kelompok remaja untuk balap liar.

Terakhir, sekelompok remaja menggelar balap liar di wilayah Kembangan Selatan, tepatnya di dekat kantor Kawan Lama, Jakarta, Kamis (14/5/2020) dini hari.

Mengetahui adanya balapan liar, polisi dari Polsek Kembangan langsung meluncur ke lokasi dan membubarkan massa.

Baca juga: Remaja Pembunuh Bocah di Sawah Besar adalah Korban Pelecehan Seksual, Kini Hamil 3,5 Bulan

Sebanyak tujuh orang yang ditangkap kemudian dibawa ke Mapolsek Kembangan untuk dimintai keterangan.

"Dari kejadian itu kami amankan tujuh orang," ucap Kanitreskrim Polsek Kembangan AKP Niko Purba, Jumat (15/5/2020).

Saat diinterogasi, para remaja ini mengaku hanya menonton dan tidak ikut balapan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rata-rata mereka bukan warga Jakarta Barat. Mereka mengaku warga Bekasi dan Jakarta Timur.

"Memang itu mereka mengaku menonton tapi dari media sosial," ucap Niko.

Baca juga: Warga Cengkareng Mengaku Saldo Hilang Rp 29 Juta Usai Transaksi di Mesin ATM di Kompleks Rusun

Usai diperiksa, ketujuh remaja tersebut dipulangkan ke rumah masing-masing.

"Mereka tidak ditahan, kami beritahu ke mereka lalu setelah kami dalami keterangan dari mereka hasilnya nihil. Kami pulangkan malam harinya," ucap Niko.

Sebelumnya, aksi balap liar viral di media sosial instagram dengan akun @info.jakartabarat.

Dalam video berdurasi 27 detik terlihat kerumunan massa berada di pinggir jalan wilayah Kembangan.


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.