Iuran BPJS Naik, Pemkot Bekasi Tawarkan Layanan Kesehatan Masyarakat Gratis

Kompas.com - 15/05/2020, 12:17 WIB
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada awak media di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Senin (4/2/2019).. KOMPAS.com/DEAN PAHREVIWakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada awak media di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Senin (4/2/2019)..

BEKASI, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Namun, Pemerintah Kota Bekasi meminta warganya tidak khawatir.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan, Pemkot telah menjamin warga yang tidak mampu untuk ikut dalam layanan kesehatan masyarakat gratis.

Baca juga: Iuran Peserta Naik, Ini Solusi yang Ditawarkan BPJS Kesehatan

Layanan Kesehatan Masyarakat dahulu bernama Kartu Sehat. Ini salah satu program Pemkot Bekasi untuk mengayomi warganya yang tidak tercover program BPJS.

“Bekasi telah menjamin warganya yang tidak mampu ikut program BPJS, ada yang disebut layanan kesehatan masyarakat,” ujar Tri melalui pesan tertulis, Jumat (15/5/2020).

Tri mengatakan, dengan menggunakan layanan Kesehatan Masyarakat, warga bisa berobat gratis melalui puskesmas-puskesmas yang ada di Kota Bekasi.

Selain itu, warga juga bisa dirujuk ke RSUD Kota Bekasi untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis.

“Jadi gratis, biaya pengobatannya dibiayai Pemkot menggunakan dana APBD. Masyarakat bisa dapatkan layanan khusus kelas 3,” kata Tri.

Ia mengatakan, masyarakat yang hendak menggunakan layanan Kesehatan Masyarakat bisa langsung datang ke Puskesmas untuk berobat dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Jika mendapat rujukan dari Puskesmas untuk ke rumah sakit, warga tersebut bisa langsung melengkapi surat dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendudukan Catatan dan Sipil.

Nantinya Dinas terkait tersebut yang mengobservasi apakah warga tersebut benar-benar layak mendapatkan layanan kesehatan masyarakat.

Baca juga: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Peserta yang Keberatan Bisa Ajukan Turun Kelas Secara Online

Tri berharap dengan adanya program layanan Kesehatan Masyarakat milik Pemkot Bekasi itu bisa dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan.

"Tidak menyarankan, tetapi itu adalah pintu yang bisa dimanfaatkan agar Pemerintah hadir menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan," tuturnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tren Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Selama Mei, Grafik Masih Naik Turun

Tren Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Selama Mei, Grafik Masih Naik Turun

Megapolitan
Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Megapolitan
4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

Megapolitan
Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Megapolitan
Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Megapolitan
Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Megapolitan
UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Megapolitan
Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Megapolitan
Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Megapolitan
Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Megapolitan
Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Megapolitan
Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X