Kewalahan Cegah Pedagang Jualan di Trotoar Tanah Abang, Camat Kerahkan Lebih Banyak Satpol PP

Kompas.com - 18/05/2020, 06:09 WIB
Warga beraktivitas di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang penutupan sementara Pasar Tanah Abang hingga 22 Mei 2020 untuk mengurangi kerumunan orang di ruang publik guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp. Dhemas ReviyantoWarga beraktivitas di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang penutupan sementara Pasar Tanah Abang hingga 22 Mei 2020 untuk mengurangi kerumunan orang di ruang publik guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Ratusan petugas Satpol PP akan dikerahkan untuk mengawasi Pasar Tanah Abang guna mengantisipasi kembali terjadinya kerumunan pedagang yang berjualan di trotoar.

Camat Tanah Abang Yassin Passaribu menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta bantuan penguatan personel Satpol PP ke tingkat kota.

Sebab, berkaca dari kondisi pada Minggu (17/5/2020) pagi, jumlah pedagang yang berjualan itu lebih banyak daripada petugas yang diturunkan untuk melakukan penertiban.

“Antisipasinya, kita sudah minta bantuan personel pengunatan dari Satpol tingkat kota. Kalau tadi kan cuma 30 orangan kami,” ujarnya ketika dihubungi Kompas.com, Minggu malam.

Baca juga: Meski PSBB, Pedagang Pasar Tanah Abang Beramai-ramai Jualan di Trotoar

Menurut dia, akan ada sekitar 100 personel Satpol PP yang dikerahkan menjaga area Pasar Tanah Abang dan menertibkan pedagang yang sebetulnya tidak diperbolehkan beroperasional pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ini kan mereka yang di trotoar pedagang pakaian kebanyakan," ungkapnya.

Sebelumnya, sejumlah pedagang kembali meramaikan kawasan Pasar Tanah Abang, meski gedung pusat perbelanjaan itu masih ditutup.

Mereka kembali beraktivitas dengan berjualan di sepanjang trotoar kawasan Jatibaru sampai area Gedung Blok G Pasar Tanah Abang.

“Pemantauan kita memang beberapa hari belakangan ada yang pedagang yang coba-coba berjualan, tetapi tidak seramai ini. Kalau ini kayaknya kompak banget mereka,” ungkapnya.

Baca juga: Polisi Tertabrak Saat Bubarkan Gerombolan Geng Motor di Jakarta Pusat

Yassin mengungkapkan, petugas Satpol PP kecamatan Tanah Abang tidak bisa mencegah terjadinya kerumunan, karena banyaknya pedagang yang berjualan di sepanjang trotoar.

“Iya tadi kita sudah berusaha juga. Cuma memang lebih banyak pedagang, kuli panggul, dan sebagai macam,” kata Yassin.

Menurut Yassin, para pedagang pakaian tersebut tampaknya sudah tidak sabar menunggu waktu pembukaan Gedung Pasar Tanah Abang yang mengikuti masa pemberlakuan PSBB di wilayah DKI Jakarta.

Alhasil, mereka beramai-ramai berjualan di sepanjang trotoar kawasan Jatibaru hingga Blok G pasar Tanah Abang tanpa menghiraukan larangan berjualan dan berkerumun di tengah pandemi Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Dinas Penjaga SDN 12 Cawang Hangus Terbakar Saat Ditinggal Nyapu Penghuninya

Rumah Dinas Penjaga SDN 12 Cawang Hangus Terbakar Saat Ditinggal Nyapu Penghuninya

Megapolitan
Berlaku Mulai Hari Ini di Jakarta, Mobil Tak Lulus Uji Emisi Ditilang Rp 500.000, Motor Rp 250.000

Berlaku Mulai Hari Ini di Jakarta, Mobil Tak Lulus Uji Emisi Ditilang Rp 500.000, Motor Rp 250.000

Megapolitan
KPAD Kota Bekasi Terima 26 Laporan Pelecehan Seksual Sepanjang 2021

KPAD Kota Bekasi Terima 26 Laporan Pelecehan Seksual Sepanjang 2021

Megapolitan
Persatuan RS Tak Terima Disebut Ambil Untung Besar dari Tes PCR

Persatuan RS Tak Terima Disebut Ambil Untung Besar dari Tes PCR

Megapolitan
Serikat Buruh Geruduk Balai Kota DKI Jakarta, Minta Kepastian Kenaikan UMP

Serikat Buruh Geruduk Balai Kota DKI Jakarta, Minta Kepastian Kenaikan UMP

Megapolitan
Sidang Lanjutan Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, 7 Saksi Beri Kesaksian secara Virtual

Sidang Lanjutan Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, 7 Saksi Beri Kesaksian secara Virtual

Megapolitan
Rachel Vennya Datang Pemeriksaan Lebih Cepat dari Jadwal, Polisi Duga untuk Hindari Media

Rachel Vennya Datang Pemeriksaan Lebih Cepat dari Jadwal, Polisi Duga untuk Hindari Media

Megapolitan
WNA Nigeria Jadi Otak Kasus Penipuan Bermodus Black Dollar, Ini Fakta-fakta Kasusnya

WNA Nigeria Jadi Otak Kasus Penipuan Bermodus Black Dollar, Ini Fakta-fakta Kasusnya

Megapolitan
Ramai soal Nopol RFS Mobil Rachel Vennya, Siapa yang Boleh Menggunakannya?

Ramai soal Nopol RFS Mobil Rachel Vennya, Siapa yang Boleh Menggunakannya?

Megapolitan
Diperiksa Terkait Mobil Bernopol RFS, Rachel Vennya Datang ke Polda Lebih Awal

Diperiksa Terkait Mobil Bernopol RFS, Rachel Vennya Datang ke Polda Lebih Awal

Megapolitan
Polisi Buru Sekawanan Begal yang Bacok Korbannya hingga Tewas di Cakung

Polisi Buru Sekawanan Begal yang Bacok Korbannya hingga Tewas di Cakung

Megapolitan
Jokowi Minta Harga PCR Jadi Rp 300.000, Ini Tanggapan Persatuan Rumah Sakit

Jokowi Minta Harga PCR Jadi Rp 300.000, Ini Tanggapan Persatuan Rumah Sakit

Megapolitan
RSUI Layani Vaksinasi Covid-19 untuk Pengungsi Mancanegara, Simak Ketentuannya

RSUI Layani Vaksinasi Covid-19 untuk Pengungsi Mancanegara, Simak Ketentuannya

Megapolitan
Seorang Pria di Cakung Tewas Dibacok Sekawanan Begal

Seorang Pria di Cakung Tewas Dibacok Sekawanan Begal

Megapolitan
Menanti Hasil Investigasi Penyebab Kecelakaan Maut Transjakarta di Cawang

Menanti Hasil Investigasi Penyebab Kecelakaan Maut Transjakarta di Cawang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.