Kompas.com - 18/05/2020, 11:07 WIB
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan hari terakhir pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bekasi pada 26 Mei 2020 akan menjadi penentu relaksasi di Kota Bekasi.

Jika kasus Covid-19 tidak meningkat, Tri yakin warga Bekasi perlahan-lahan bisa kembali ke kehidupan normal.

“Ini cuma tinggal sedikit lagi, ini tinggal ada di puncaknya saja. Saya punya keyakinan tanggal 26 kita sudah bisa menurunkan kasus dan secara perlahan kita (kembali) pada kehidupan yang normal.” kata Tri seperti dikutip saat wawancara di Instagram @Bekasi_24_jam, Minggu (17/5/2020).

Tri mengatakan, relaksasi PSBB itu bisa dilakukan jika tidak ada kasus baru Covid-19 di Kota Bekasi.

Baca juga: Berkurang 2, Tinggal 6 Kelurahan yang Masih Berstatus Zona Hijau di Kota Bekasi

Sejauh ini, ia mengklaim kurva Covid-19 di Kota Bekasi terus melandai. Hal itu dibuktikan dengan hasil pemeriksaan Covid-19 ke warga Bekasi, hasilnya rata-rata 1 persen dari sampel yang diujicobakan.

"Kita lihat perkembangannya apakah ada cluster atau kasus baru Covid-19, kalau tidak ada baru bisa kita relaksasi," ujar Tri.

Oleh karena itu, Tri menyarankan perayaan Idul Fitri ini disikapi masyarakat sesuai protokol pencegahan Covid-19.

Ia pun meminta warga untuk tidak lakukan shalat Idul Fitri di masjid melakukannya secara berjemaah di rumah.

Baca juga: Pemkot Bekasi Beri Teguran untuk RS Bella karena Rujuk Pasien Reaktif Covid-19 Tanpa Pengawasan

“Kalau silaturahmi bisa dilakukan secara virtual ya, kalau tidak ada kasus lagi kita bisa lakukan relaksasi. Tapi yang dikhawatirkan kalau shalat Ied ini bisa saja muncul (kasus baru Covid-19),” kata dia.

Dengan masyarakat lebih ketat lakukan protokol pencegahan Covid-19, tanggal 26 Mei diharapkan bisa hidup kembali normal.

"Harus disikapi bijak lebaran 24 dan 25 Mei, hari terakhir PSBB tanggal 26 Mei kalau kita disiplin dan penyebarannya sudah tidak ada lagi peningkatan, ODP dan PDP (tidak meningkat), kita bisa segera dalam kondisi hidup normal,” tutur Tri.

Adapun berdasarkan situs https://corona.bekasikota.go.id/, jumlah pasien positif di Kota Bekasi ada 280 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 193 orang telah berhasil sembuh.

Sementara itu, 29 orang meninggal dunia dan 58 orang masih dirawat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.