Wakil Wali Kota Optimistis Warga Bekasi Akan Kembali Hidup Normal Usai PSBB Ketiga

Kompas.com - 18/05/2020, 11:07 WIB
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat ditemui di Underpass Tol Jorr Kalimalang, Selasa (25/2/2020). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAWakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat ditemui di Underpass Tol Jorr Kalimalang, Selasa (25/2/2020).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan hari terakhir pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bekasi pada 26 Mei 2020 akan menjadi penentu relaksasi di Kota Bekasi.

Jika kasus Covid-19 tidak meningkat, Tri yakin warga Bekasi perlahan-lahan bisa kembali ke kehidupan normal.

“Ini cuma tinggal sedikit lagi, ini tinggal ada di puncaknya saja. Saya punya keyakinan tanggal 26 kita sudah bisa menurunkan kasus dan secara perlahan kita (kembali) pada kehidupan yang normal.” kata Tri seperti dikutip saat wawancara di Instagram @Bekasi_24_jam, Minggu (17/5/2020).

Tri mengatakan, relaksasi PSBB itu bisa dilakukan jika tidak ada kasus baru Covid-19 di Kota Bekasi.

Baca juga: Berkurang 2, Tinggal 6 Kelurahan yang Masih Berstatus Zona Hijau di Kota Bekasi

Sejauh ini, ia mengklaim kurva Covid-19 di Kota Bekasi terus melandai. Hal itu dibuktikan dengan hasil pemeriksaan Covid-19 ke warga Bekasi, hasilnya rata-rata 1 persen dari sampel yang diujicobakan.

"Kita lihat perkembangannya apakah ada cluster atau kasus baru Covid-19, kalau tidak ada baru bisa kita relaksasi," ujar Tri.

Oleh karena itu, Tri menyarankan perayaan Idul Fitri ini disikapi masyarakat sesuai protokol pencegahan Covid-19.

Ia pun meminta warga untuk tidak lakukan shalat Idul Fitri di masjid melakukannya secara berjemaah di rumah.

Baca juga: Pemkot Bekasi Beri Teguran untuk RS Bella karena Rujuk Pasien Reaktif Covid-19 Tanpa Pengawasan

“Kalau silaturahmi bisa dilakukan secara virtual ya, kalau tidak ada kasus lagi kita bisa lakukan relaksasi. Tapi yang dikhawatirkan kalau shalat Ied ini bisa saja muncul (kasus baru Covid-19),” kata dia.

Dengan masyarakat lebih ketat lakukan protokol pencegahan Covid-19, tanggal 26 Mei diharapkan bisa hidup kembali normal.

"Harus disikapi bijak lebaran 24 dan 25 Mei, hari terakhir PSBB tanggal 26 Mei kalau kita disiplin dan penyebarannya sudah tidak ada lagi peningkatan, ODP dan PDP (tidak meningkat), kita bisa segera dalam kondisi hidup normal,” tutur Tri.

Adapun berdasarkan situs https://corona.bekasikota.go.id/, jumlah pasien positif di Kota Bekasi ada 280 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 193 orang telah berhasil sembuh.

Sementara itu, 29 orang meninggal dunia dan 58 orang masih dirawat.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selisih hingga 659, Data Kasus Aktif Covid-19 Pemkot Bekasi Tak Sinkron dengan Pemprov Jabar

Selisih hingga 659, Data Kasus Aktif Covid-19 Pemkot Bekasi Tak Sinkron dengan Pemprov Jabar

Megapolitan
Walhi Jakarta Sebut Larangan Kantong Plastik Belum Berjalan Maksimal

Walhi Jakarta Sebut Larangan Kantong Plastik Belum Berjalan Maksimal

Megapolitan
Pro Kontra Ganjil Genap di Tengah Pandemi Covid-19, Driver Ojol Untung tapi Pengguna Mobil Bingung

Pro Kontra Ganjil Genap di Tengah Pandemi Covid-19, Driver Ojol Untung tapi Pengguna Mobil Bingung

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Bos PS Store Putra Siregar Jadi Korban Pembunuhan Karakter

Kuasa Hukum Sebut Bos PS Store Putra Siregar Jadi Korban Pembunuhan Karakter

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Penembakan di Tangsel, Tersangka Klaim untuk Bubarkan Balap Liar

Polisi Dalami Motif Penembakan di Tangsel, Tersangka Klaim untuk Bubarkan Balap Liar

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Jimmy Paling Tahu Kepabeanan Ponsel Putra Siregar, Siapa Dia?

Kuasa Hukum Sebut Jimmy Paling Tahu Kepabeanan Ponsel Putra Siregar, Siapa Dia?

Megapolitan
Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Megapolitan
Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Megapolitan
Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Megapolitan
Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Megapolitan
3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

Megapolitan
Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Megapolitan
3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X