Fakta Kasus Daging Oplosan Sapi dan Babi di Tangerang, Kelabui Pembeli dengan Harga Murah

Kompas.com - 19/05/2020, 07:12 WIB
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Heriyanto konferensi pers penangkapan tersangka penjual daging sapi campur babi di Polres Metro Tangerang Kota, Senin (18/5/2020) Dok Humas Polres Metro Tangerang KotaKapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Heriyanto konferensi pers penangkapan tersangka penjual daging sapi campur babi di Polres Metro Tangerang Kota, Senin (18/5/2020)
|

Barang bukti lainnya berupa mobil Toyota Rush Nomor Polisi B-1729-VOI yang diketahui merupakan alat angkut dari ratusan kilogram daging babi yang dicampur daging sapi.

Daging oplosan dijual murah

Abduh Surahman mengatakan pedagang daging oplosan tersebut sengaja mencampur daging sapi dengan daging babi agar harga bisa lebih murah dari daging sapi normal.

"Ini memang kesengajaan pelaku, memang niat banget untuk mencampur daging sapi dengan daging babi supaya harganya lebih rendah dari yang lain," kata dia.

Motif tersebut dibenarkan juga oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto.

Sugeng menerangkan pelaku yang kini sudah berstatus tersangka mengaku menjual daging oplosannya tersebut dengan harga Rp 70.000 per kilogramnya.

Harga tersebut jauh lebih rendah dari harga daging sapi normal dengan kisaran Rp 110.000 per kilogramnya.

Kelabui korban dengan istilah daging impor

Sugeng mengatakan, agar tidak dicurigai pembeli karena harga yang murah, tersangka A bin S mengelabui korbannya dengan istilah daging impor.

Baca juga: Daging Sapi Oplosan Babi Ditemukan di Pasar Bengkok, DKP Kota Tangerang: 2014 Pernah Terjadi

"Pelaku menggunakan istilah daging impor agar pembeli percaya daging tersebut adalah daging sapi yang murah," tutur Sugeng.

Tidak hanya mengaku barang dagangannya sebagai daging impor, tersangka juga menyebut daging oplosan yang dijual sebagai daging sapi asli.

Tersangka juga mengaku membeli daging babi sebagai campuran untuk dagangannya tersebut dari tersangka RMT hanya Rp 35.000 per kilogramnya.

"Pelaku A bin S sudah mengedarkan daging babi hutan dari pelaku RMT (di Pasar Bengkok) sejak Maret sampai Mei 2020," tutur Sugeng.

Kini kedua tersangka dikenakan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar.

"Pelaku dikenakan Pasal 91A juncto Pasal 58 ayat (6) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Undang-Undang perlindungan konsumen," pungkas Sugeng.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klaster Keluarga Terus Melonjak, Kini Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Capai 3.237

Klaster Keluarga Terus Melonjak, Kini Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Capai 3.237

Megapolitan
Minggu Ke-2 PSBB, Jumlah Pelanggar Masker Hanya Berkurang 9 Orang

Minggu Ke-2 PSBB, Jumlah Pelanggar Masker Hanya Berkurang 9 Orang

Megapolitan
Begini Prosedur Merujuk Pasien Covid-19 ke Wisma Atlet

Begini Prosedur Merujuk Pasien Covid-19 ke Wisma Atlet

Megapolitan
Pemprov DKI Tambah 98 Tempat Tidur RS untuk Pasien Covid-19

Pemprov DKI Tambah 98 Tempat Tidur RS untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Megapolitan
Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Burung Murai Saat Sedang Beraksi di Kemayoran

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Burung Murai Saat Sedang Beraksi di Kemayoran

Megapolitan
300 Tahanan Polda Metro Lakukan Tes Swab Sebelum Pindah ke Lapas

300 Tahanan Polda Metro Lakukan Tes Swab Sebelum Pindah ke Lapas

Megapolitan
RSD Stadion Patriot Bekasi Telah Rawat 39 Pasien Covid-19

RSD Stadion Patriot Bekasi Telah Rawat 39 Pasien Covid-19

Megapolitan
Anies Bentuk Tim untuk Kelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Anies Bentuk Tim untuk Kelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Megapolitan
Sebaran 1.200 Lebih Pasien Covid-19 di Depok, Terbanyak di Sukmajaya dan Pancoran Mas

Sebaran 1.200 Lebih Pasien Covid-19 di Depok, Terbanyak di Sukmajaya dan Pancoran Mas

Megapolitan
Polisi Amankan Potongan Besi Konstruksi Tol yang Timpa Seorang Sekuriti hingga Tewas

Polisi Amankan Potongan Besi Konstruksi Tol yang Timpa Seorang Sekuriti hingga Tewas

Megapolitan
Kedapatan Langgar PSBB Saat Disidak, Sebuah Perusahaan di Jalan Sudirman Ditutup

Kedapatan Langgar PSBB Saat Disidak, Sebuah Perusahaan di Jalan Sudirman Ditutup

Megapolitan
Pasien Covid-19 Gratis Isolasi Mandiri di Hotel atas Rekomendasi Puskesmas

Pasien Covid-19 Gratis Isolasi Mandiri di Hotel atas Rekomendasi Puskesmas

Megapolitan
Bandara Soekarno-Hatta Siap Fasilitasi Wisata Terbang Tanpa Tujuan

Bandara Soekarno-Hatta Siap Fasilitasi Wisata Terbang Tanpa Tujuan

Megapolitan
Pemotor Tewas Tertimpa Besi Pembangunan Tol, Ternyata Sekuriti Proyek Tersebut

Pemotor Tewas Tertimpa Besi Pembangunan Tol, Ternyata Sekuriti Proyek Tersebut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X