KKP Bandara Soetta Akui Ada Calon Penumpang Ditolak Terbang

Kompas.com - 19/05/2020, 12:55 WIB
Ratusan calon penumpang mengantre untuk mendapatkan pengesahan surat ijin naik pesawat di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (14/5/2020). Kementerian Perhubungan mewajibkan semua calon penumpang yang akan menggunakan pesawat memiliki surat kesehatan, surat negatif COVID-19 dari Rumah Sakit sebagai protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas COVID-19. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALRatusan calon penumpang mengantre untuk mendapatkan pengesahan surat ijin naik pesawat di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (14/5/2020). Kementerian Perhubungan mewajibkan semua calon penumpang yang akan menggunakan pesawat memiliki surat kesehatan, surat negatif COVID-19 dari Rumah Sakit sebagai protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas COVID-19.

TANGERANG, KOMPAS.com - Kantor Kesehatan Pelabuhan ( KKP) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mengakui ada calon penumpang yang ditolak melakukan perjalanan karena persyaratan tidak lengkap.

"Sudah ada tapi kami tidak tertulis, karena bisa di depan (pemeriksaan dokumen) ditolak, ada juga yang punya dokumen tapi misalnya ada masalah keterangan sehat punya tapi tidak punya hasil rapid test," ujar Kepala KKP Bandara Soetta Anas Maruf saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/5/2020).

Pemeriksaan sendiri, kata Anas dibagi menjadi empat tahap. Di tahap pertama dilakukan oleh Satuan Gugus Tugas Covid-19 terkait pemeriksaan dokumen.

Sedangkan domain KKP Bandara Soetta, kata Anas ada di tahap kedua, yakni memastikan kesehatan calon penumpang dan juga surat bebas Covid-19 yang asli.

Baca juga: Beredar Surat Bebas Covid-19 Palsu, KKP Bandara Soetta Perketat Verifikasi

Itulah sebabnya data penumpang yang ditolak untuk melakukan perjalanan tidak tercatat karena bisa ada banyak yang tertolak di pemeriksaan dokumen pertama.

"Jadi untuk penerbangan domestik diawasi oleh gugus tugas, bukan hanya KKP. (posko pertama) Memastikan bahwa setiap orang yang berangkat memiliki dokumen perjalanan, dokumen kesehatan dan tiket," tutur dia.

Tugas KKP, lanjut Anas, kemudian memastikan bahwa penumpang dalam keadaan sehat, maka dicek suhu, saturasi oksigen dan diamati tanda gejala dan mengecek lagi dokumen kesehatan apakah masih valid.

Baca juga: Simak Daftar Persyaratan Calon Penumpang Garuda Indonesia agar Bisa Terbang

"Kemudian ketika semua memenuhi syarat, akan diterbitkan izin kesehatan atau clearence kesehatan untuk dilakukan penerbangan," tutur Anas.

Untuk yang ditolak di pemeriksaan kesehatan seperti kekurangan keterangan bebas Covid-19, kata Anas, penumpang disarankan untuk melakukan reschedule dan melakukan minimal rapid test dan membawa keterangan bebas covid.

"Mereka bisa reschedule, tesnya di luar (Bandara Soetta)," tutur Anas.

Adapun Senior Manager Branch Communication and Legal Bandara Soetta Febri Toga Simatupang mengatakan jumlah calon penumpang yang ditolak atau gagal terbang sebanyak 15 sampai 20 persen dari total penerbangan.

"Ada kurang lebih 15 sampai 20 persen dari jumlah total penerbangan selama masa Surat Edaran 04 (tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19) ini," ujar dia Jumat lalu.

Untuk jumlah pergerakan penumpang yang datang dan pergi di Bandara Soetta sendiri, lanjut Febri berada di kisaran 4.800 orang per hari selama pembukaan penerbangan domestik bersyarat yang dimulai 7 Mei lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga di Depok Dinilai Patuh Pakai Masker di Jalan Raya, Giliran di Permukiman Malah Dilepas

Warga di Depok Dinilai Patuh Pakai Masker di Jalan Raya, Giliran di Permukiman Malah Dilepas

Megapolitan
Kota Bekasi Disebut Paling Taat Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Respons Wali Kota

Kota Bekasi Disebut Paling Taat Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Respons Wali Kota

Megapolitan
Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Megapolitan
Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Megapolitan
Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja di Jakarta Smart City

Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja di Jakarta Smart City

Megapolitan
Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Megapolitan
Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Megapolitan
Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Update 19 Januari: Berkurang 139, Kini Ada 4.722 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Update 19 Januari: Berkurang 139, Kini Ada 4.722 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Megapolitan
Membandingkan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab Vs Raffi Ahmad-Ahok

Membandingkan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab Vs Raffi Ahmad-Ahok

Megapolitan
Gudang Dekorasi Pernikahan di Kembangan Terbakar

Gudang Dekorasi Pernikahan di Kembangan Terbakar

Megapolitan
Polisi Akan Cari Pelaku Tawuran di Manggarai Lewat Video di Medsos

Polisi Akan Cari Pelaku Tawuran di Manggarai Lewat Video di Medsos

Megapolitan
Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Tamu Tidak Diundang, Datang Sendiri

Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Tamu Tidak Diundang, Datang Sendiri

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Pasar Rebo Ditutup 3 Hari

Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Pasar Rebo Ditutup 3 Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X