Stasiun Gambir Beroperasi Lagi, 274 Penumpang Tinggalkan Jakarta, 72 Ditolak Berangkat

Kompas.com - 19/05/2020, 16:52 WIB
Calon penumpang kereta api mengenakan masker di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (31/1/2020). PT KAI Daop 1 Jakarta membagikan masker gratis pada calon penumpang dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOCalon penumpang kereta api mengenakan masker di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (31/1/2020). PT KAI Daop 1 Jakarta membagikan masker gratis pada calon penumpang dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona.

JAKARTA, KOMPAS.com -Sebanyak 274 penumpang telah meninggalkan Jakarta dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, sejak 12 Mei sampai 17 Mei 2020.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan hal itu dalam diskusi virtual, Selasa (19/5/2020).

"Untuk penumpang kereta api, yang berangkat adalah 274 orang dan yang datang hanya 164 penumpang," ujar Syafrin dalam diskusi virtual, Selasa (19/5/2020).

Baca juga: Erick Thohir hingga Kepala BNPB Pantau Penyemprotan Disinfektan di Stasiun Gambir untuk Cegah Corona

Rincian jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir yakni 30 penumpang pada 12 Mei, 36 penumpang pada 13 Mei, 44 penumpang pada 14 Mei, 50 penumpang pada 15 Mei, dan 114 penumpang pada 17 Mei.

Pada 16 Mei, tidak ada satu pun penumpang yang meninggalkan Jakarta melalui Stasiun Gambir.

Selain penumpang yang berangkat, ada 72 calon penumpang yang ditolak menggunakan layanan kereta api dari Stasiun Gambir karena tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Artinya, memang ada penerapan protokol yang ketat juga, masyarakat diseleksi untuk melakukan kegiatan hanya yang penting saja," kata Syafrin.

Stasiun Gambir kembali beroperasi pada 12 Mei 2020. KA luar biasa yang dioperasikan di sana hanya untuk penumpang golongan tertentu, yakni pekerja di pelayanan penanganan Covid-19, pertahanan dan keamanan, kesehatan, kebutuhan dasar, dan fungsi ekonomi penting.

Kategori lain adalah penumpang dengan perjalanan darurat (yakni pasien atau orang yang memiliki keluarga inti sakit keras atau meninggal, dan serta repatriasi.

Calon penumpang KA luar biasa wajib memenuhi sejumlah persyaratan sebelum membeli tiket di stasiun keberangkatan, di antaranya bukti hasil pemeriksaan negatif Covid-19, surat tugas untuk pegawai, hingga surat rujukan dari rumah sakit untuk pasien yang sakit.

Stasiun Gambir sempat ditutup sementara karena transportasi umum dilarang beroperasi. Larangan itu untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Ini Syarat Dapat Surat Izin dari Satgas Covid-19 untuk Beli Tiket Kereta Api Luar Biasa

Pemerintah pusat kemudian mencabut larangan itu pada 7 Mei 2020 dengan pertimbangan perekonomian nasional harus tetap berjalan.

Namun, aturan tersebut bukan berarti mencabut larangan mudik untuk masyarakat. Kelonggaran tersebut berlaku bagi warga dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan Panjang Dirikan GKI Yasmin, Proses Hukum Sampai MA hingga 130 Pertemuan

Jalan Panjang Dirikan GKI Yasmin, Proses Hukum Sampai MA hingga 130 Pertemuan

Megapolitan
Di Balik Pembangunan GKI Yasmin, 130 Pertemuan demi Selesaikan Konflik Belasan Tahun

Di Balik Pembangunan GKI Yasmin, 130 Pertemuan demi Selesaikan Konflik Belasan Tahun

Megapolitan
Operasional 229 Bus Dihentikan Sementara, PT Transjakarta Gunakan Armada Cadangan

Operasional 229 Bus Dihentikan Sementara, PT Transjakarta Gunakan Armada Cadangan

Megapolitan
Menag: Pembangunan GKI Yasmin Bogor Bukti Indonesia Rukun dan Damai

Menag: Pembangunan GKI Yasmin Bogor Bukti Indonesia Rukun dan Damai

Megapolitan
Kronologi Sumur Resapan di Lebak Bulus Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi

Kronologi Sumur Resapan di Lebak Bulus Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi

Megapolitan
Ormas PP Berencana Unjuk Rasa di Gedung DPRD Kota Depok, Polisi Siapkan Penjagaan

Ormas PP Berencana Unjuk Rasa di Gedung DPRD Kota Depok, Polisi Siapkan Penjagaan

Megapolitan
Tanggul Kali Baru yang Jebol Sudah Dipasang Bronjong, Akan Dibeton Awal 2022

Tanggul Kali Baru yang Jebol Sudah Dipasang Bronjong, Akan Dibeton Awal 2022

Megapolitan
Jakarta PPKM Level 2, Simak Perubahan Jam Operasional MRT dan LRT

Jakarta PPKM Level 2, Simak Perubahan Jam Operasional MRT dan LRT

Megapolitan
Banjir Rob di Lodan Ancol Sudah Surut, Warga Diimbau Tetap Waspada

Banjir Rob di Lodan Ancol Sudah Surut, Warga Diimbau Tetap Waspada

Megapolitan
Senin Ini, Polda Metro Jaya Gelar Perkara Bus Transjakarta Tabrak Pos Polisi di Simpang PGC

Senin Ini, Polda Metro Jaya Gelar Perkara Bus Transjakarta Tabrak Pos Polisi di Simpang PGC

Megapolitan
Kegiatan Menwa UPN Veteran Jakarta Berujung Maut, Siapa yang Bersalah?

Kegiatan Menwa UPN Veteran Jakarta Berujung Maut, Siapa yang Bersalah?

Megapolitan
Simak, Rekayasa Lalu Lintas Saat Persiapan Konstruksi MRT Fase 2A Glodok-Kota mulai 7 Desember

Simak, Rekayasa Lalu Lintas Saat Persiapan Konstruksi MRT Fase 2A Glodok-Kota mulai 7 Desember

Megapolitan
Anak yang Diduga Bunuh Ibu di Cengkareng Terbukti Gangguan Jiwa

Anak yang Diduga Bunuh Ibu di Cengkareng Terbukti Gangguan Jiwa

Megapolitan
Tanda Tanya Kasus Penembakan 2 Orang di Exit Tol Bintaro oleh Polantas

Tanda Tanya Kasus Penembakan 2 Orang di Exit Tol Bintaro oleh Polantas

Megapolitan
Bau Pesing dan Becek di JPO Terminal Depok, Warga: Baru Mau Naik, Eh Ada yang Kencing...

Bau Pesing dan Becek di JPO Terminal Depok, Warga: Baru Mau Naik, Eh Ada yang Kencing...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.