Paceklik bagi Ojek Kampus UI, Hilang Pemasukan Sejak Tak Ada Perkuliahan, Kini Dibantu Para Mahasiswa

Kompas.com - 20/05/2020, 04:43 WIB
Tampak suasana sepi pangkalan ojek mitra kampus UI, Selasa (19/5/2020). Para ojek mitra kampus mengeluhkan minimnya pemasukan sehubungan dengan liburnya aktivitas UI selama pandemi Covid-19, yang berimbas pada merosotnya jumlah penumpang. IstimewaTampak suasana sepi pangkalan ojek mitra kampus UI, Selasa (19/5/2020). Para ojek mitra kampus mengeluhkan minimnya pemasukan sehubungan dengan liburnya aktivitas UI selama pandemi Covid-19, yang berimbas pada merosotnya jumlah penumpang.

Akan tetapi, Adi malah kian tekor. Bensin habis untuk sekadar mencari penumpang, sedangkan yang dicari belum tentu ketemu.

“Kadang mereka keliling cari di luar, ya juga zonk juga. Saya coba juga zonk. Karena tertutup banget sudah,” ujar dia.

“Belum lagi kan PSBB tidak boleh sebetulnya kami ojek. Pernah sekali kena checkpoint, ya diberhentikan, penumpang diturunkan. Untung saat itu dengan kebijaksanaan, karena peraturannya masih baru, diizinkan lagi. Makanya kita kalau nyari penumpang keluar ke jalan raya, kita juga lihat-lihat dulu, ada daerah checkpoint apa enggak. Ya kucing-kucingan juga,” tutur Adi.

Baca juga: Curhat Remaja Pembunuh Balita kepada Kak Seto, tentang Penyesalannya dan Mimpi yang Tersisa

“Saya nekat, saya akui saat itu, walaupun bisa enggak dapat sama sekali saya tetap keluar. Pernah di jalan harus mendorong motor karena bensin habis dan tidak ada uang,” tambah dia.

Sulit dimungkiri, sektor pekerja informal memang kelompok yang paling terpukul oleh pandemi Covid-19.

Bukankah ada uluran bantuan dari pemerintah? Adi menyampaikan, dari sekitar 80 ojek mitra kampus UI yang sehari-hari berbagi pangkalan dengannya, hanya 2-3 orang yang memperoleh bantuan sosial dari pemerintah.

Bukan hanya masalah kas yang terbatas dari pemerintah, melainkan soal sengkarut pendataan yang menjegal pekerja sektor informal sepertinya bisa mengakses bantuan sosial dengan mudah.

Dalam keadaan terpuruk, Adi ogah menyalahkan siapa pun.

Ia paham bahwa masalah ini merupakan lingkaran setan antara ketidakpatuhan masyarakat serta desakan ekonomi.

Baca juga: Kepala BKD: THR Lebaran PNS Kota Depok Sudah Cair Seluruhnya

“Kadang ada bantuan, entah dari RT memikirkan kami, kadang mereka beri sembako juga, tapi kan tidak setiap hari. Oke lah dari kanan-kiri, tetangga, juga peduli, tapi kan enggak setiap hari,” ujar Adi.

“Kita enggak punya apa-apa ya teriak, ya sekali-sekali dibantuin. Kan kagak mungkin kita teriak setiap hari? Bahkan pernah sama sekali saya ‘enggak bisa masak’ (tidak ada bahan untuk dimasak) Saya pernah beberapa kali, karena memang kita mau mengeluh sama siapa,” tambah dia.

Adi menyebutkan, ia tak sendiri. Banyak rekan sejawatnya bahkan yang hanya bisa berpangku tangan di rumah, membantu usaha kecil-kecilan istrinya menjual panganan, atau mencari pekerjaan serabutan di luar seperti kuli bangunan.

Ia mengaku bersyukur, walaupun pemasukannya dari mengojek sudah nol, namun ia masih punya peran sebagai penjaga kost mahasiswa walaupun upahnya disunat karena beberapa mahasiswa telah pulang kampung.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Megapolitan
Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Megapolitan
Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Megapolitan
Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Megapolitan
Puluhan Kilogram Kulit Kabel Dibuang di Gorong-gorong, Diduga Ulah Pencuri

Puluhan Kilogram Kulit Kabel Dibuang di Gorong-gorong, Diduga Ulah Pencuri

Megapolitan
PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

Megapolitan
14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Megapolitan
Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.