Ungkapan Kekecewaan Petugas Makam Khusus Covid-19, Tulis "Indonesia Terserah" di Papan Nisan

Kompas.com - 20/05/2020, 09:42 WIB
Petugas TPU Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan menyerukan kekecewannya dengan membuat tulisan di papan nisan dengan kalimat Indonesia Bin Terserah Kalian. Kami Tunggu di sini TPU Jombang, Tangerang Selatan. Hal ini sebagai bentuk penyampaian kepada masyarakat yang masih melanggar aturan di rumah saja. Pembuatan tulisan pada papa nisan ini dilakukan pada, Rabu (13/5/2020) dokumentasi TPU JombangPetugas TPU Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan menyerukan kekecewannya dengan membuat tulisan di papan nisan dengan kalimat Indonesia Bin Terserah Kalian. Kami Tunggu di sini TPU Jombang, Tangerang Selatan. Hal ini sebagai bentuk penyampaian kepada masyarakat yang masih melanggar aturan di rumah saja. Pembuatan tulisan pada papa nisan ini dilakukan pada, Rabu (13/5/2020)

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Cara berbeda yang dilakukan oleh petugas pemakaman TPU Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, dalam menyampaikan kekecewaan terhadap pemerintah dan masyarakat yang meremehkan virus corona.

Petugas makam tersebut menyerukan kekecewaannya dengan membuat tulisan di papan nisan dengan kalimat "Indonesia Bin Terserah Kalian. Kami Tunggu di sini TPU Jombang, Tangerang Selatan".

Saat ini TPU Jombang memang menjadi pusat pemakaman pasien kasus Covid-19 di Tangerang Selatan.

Baca juga: Ironi dalam PSBB, Ketika Warga Berbondong-bondong ke Mal di Tengah Pandemi Covid-19...

"Iya intinya PSBB kan gagal ya, banyak orang yang keluar (rumah). Dan juga toko kecil ditutup, yang besar (mal) dibuka," kata Kepala Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Tabroni, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/5/2020).

Menurut Tabroni, cara tersebut juga menjadi dukungan bagi tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan kasus Covid-19.

Kata Tabroni, dokter terus berupaya membuat pasien sembuh dari Covid-19, tetapi banyak warga yang tak mendengar kebijakan pemerintah untuk tidak keluar rumah.

Banyak anggota masyarakat yang keluar rumah tanpa kepentingan, bahkan berkumpul dengan tidak menjaga jarak.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Wali Kota Depok Larang Warganya Ziarah Kubur Jelang Idul Fitri

"Iya ini bentuk support tenaga medis saja. Kita buat (kalimat pada nisan) minggu kemarin," ucapnya.

Tabroni berharap, aksi tersebut dapat membuka mata bagi masyarakat yang melanggar untuk lebih patuh pada peraturan tidak keluar rumah.

Terlebih lagi, ketika melihat data jenazah kasus Covid-19 yang sudah mencapai 97 di TPU Jombang.

"Ya mudah-mudahan tidak bertambah lagi, karena tenaga kita juga sudah terkuras," tutupnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AMAN Tak Merasa Kirim Karangan Bunga ke Kodam Jaya

AMAN Tak Merasa Kirim Karangan Bunga ke Kodam Jaya

Megapolitan
Anies Klaim Pemprov DKI Sudah Bagikan 22,5 Juta Masker Gratis

Anies Klaim Pemprov DKI Sudah Bagikan 22,5 Juta Masker Gratis

Megapolitan
Anies: Dampak Libur Panjang, Sekarang Kita Saksikan Kenaikan Kasus Covid-19

Anies: Dampak Libur Panjang, Sekarang Kita Saksikan Kenaikan Kasus Covid-19

Megapolitan
104 Warga Petamburan Ikut Rapid Test Massal, 5 Orang Reaktif Covid-19

104 Warga Petamburan Ikut Rapid Test Massal, 5 Orang Reaktif Covid-19

Megapolitan
Dendam Motornya Dihilangkan, Pemuda Bunuh Mantan Bosnya

Dendam Motornya Dihilangkan, Pemuda Bunuh Mantan Bosnya

Megapolitan
Hindari Mobil yang Putar Balik, Truk Boks Terguling di Jalan Benyamin Sueb

Hindari Mobil yang Putar Balik, Truk Boks Terguling di Jalan Benyamin Sueb

Megapolitan
Anies: Stabilitas Jakarta di Tengah Pandemi Tidak Gratis

Anies: Stabilitas Jakarta di Tengah Pandemi Tidak Gratis

Megapolitan
Berkurang, Kini Ada 16 RW di Jakarta yang Masuk Zona Merah

Berkurang, Kini Ada 16 RW di Jakarta yang Masuk Zona Merah

Megapolitan
Gowes Pakai Seli Keliling Dufan hingga Main Sepuasnya Cuma Bayar Rp 50.000, Tertarik?

Gowes Pakai Seli Keliling Dufan hingga Main Sepuasnya Cuma Bayar Rp 50.000, Tertarik?

Megapolitan
1.823 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Depok, Ini Data di 11 Kecamatan

1.823 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Depok, Ini Data di 11 Kecamatan

Megapolitan
Satpol PP DKI Tertibkan 1.483 Baliho dalam Sehari, Termasuk yang Bergambar Rizieq

Satpol PP DKI Tertibkan 1.483 Baliho dalam Sehari, Termasuk yang Bergambar Rizieq

Megapolitan
Agustinus Woro Kembali Panjat Tiang Baliho, Kali Ini Setinggi 30 Meter

Agustinus Woro Kembali Panjat Tiang Baliho, Kali Ini Setinggi 30 Meter

Megapolitan
Kronologi Dugaan Pungutan Liar Bansos Covid-19 oleh Ketua RT di Penjaringan

Kronologi Dugaan Pungutan Liar Bansos Covid-19 oleh Ketua RT di Penjaringan

Megapolitan
KBM Tatap Muka Diserahkan ke Pemerintah Daerah, Koordinator Nasional P2G: Tanda Mendikbud Lepas Tangan

KBM Tatap Muka Diserahkan ke Pemerintah Daerah, Koordinator Nasional P2G: Tanda Mendikbud Lepas Tangan

Megapolitan
Pemkot Depok Belum Tentukan Sikap soal KBM Tatap Muka Semester Depan

Pemkot Depok Belum Tentukan Sikap soal KBM Tatap Muka Semester Depan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X