Pemerintah Pusat Distribusikan Paket 55.000 Bansos di Kota Tangerang

Kompas.com - 20/05/2020, 22:34 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara turun langsung dalam pembagian bantuan sosial di Ciater, Serpong dan Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu (13/5/2020). dokumentasi Humas KemensosMenteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara turun langsung dalam pembagian bantuan sosial di Ciater, Serpong dan Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu (13/5/2020).

TANGERANG, KOMPAS.com - Sebanyak 55.000 paket bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat terdampak Covid-19 dari pemerintah pusat dibagikan kepada masyarakat di Kota Tangerang.

Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan, distribusi batuan itu sengaja didistribusikan mnejelang hari raya Idul Fitri.

"Jadi saya sengaja datang untuk memastikan bahwa bansos tahap ketiga sudah diterima oleh masyarakat," ujar Juliari sebagaimana dikutip keterangan tertulis Pempkot Tangerang, Rabu (20/5/2020).

Baca juga: Pemprov DKI Salurkan Bansos untuk Warga Jawa Tengah dan Pengemudi Ojol

Juliari menjelaskan, pemerintah pusat mengalokasikan bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 untuk wilayah Kota Tangerang. Totalnya adalah 90.468 paket sembako.

Untuk tahap sekarang ini, kata dia, paket sembako yang didistrubusikan sebanyak 55.000 paket dan sisanya akan menyusul.

"Sisanya akan segera didistribusikan dalam tempo dua sampai tiga hari ke depan," kata dia.

Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI atas bantuan itu.

Arief juga menjabarkan mekanisme yang ditempuh Pemkot Tangerang untuk memperoleh data valid penerima bantuan sosial. Salah satu metode yang dilakukan adalah dengan menugaskan ASN Pemkot Tangerang untuk turun melakukan pendataan kepada masyarakat.

"Para pegawai dan guru turun langsung ke tiap-tiap rumah untuk proses verifikasi datanya. Tujuannya untuk meminimalisir kesalahan data dalam bantuan yang nantinya didistribusikan," kata dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Megapolitan
4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

Megapolitan
Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Megapolitan
Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Megapolitan
Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Megapolitan
UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Megapolitan
Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Megapolitan
Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Megapolitan
Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Megapolitan
Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Megapolitan
Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Megapolitan
7 Pemudik Lolos Tanpa SIKM, Dishub Perketat Check Point di Jakarta Selatan

7 Pemudik Lolos Tanpa SIKM, Dishub Perketat Check Point di Jakarta Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X