Akibat Bentrokan Dua Ormas di Bekasi, Pertokoan Rusak dan 4 Motor Terbakar

Kompas.com - 22/05/2020, 08:52 WIB
Tawuran antara dua organisasi masyarakat pecah di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2020). Tangkapan layar dari akun @jakarta.terkiniTawuran antara dua organisasi masyarakat pecah di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bentrokan dua organisasi masyarakat (ormas) terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bintara, Bekasi Barat sekitar pukul 18.00 WIB, Kamis (21/5/2020) kemarin.

Akibatnya beberapa bangunan pertokoan rusak serta empat buah kendaraan sepeda motor milik salah satu anggota ormas ludes terbakar api.

Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes Pol Wijonarko menjelaskan, kejadian bermula pada pukul 03.00 WIB, ketika ormas Pemuda Pancasila (PP) melontarkan kalimat menantang kepada ormas Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Kemudian pada pukul 15.00 WIB, ormas PSHT mendatangi Jalan I Gusti Ngurah Rai dengan maksud mendatangi ormas PP.

Baca juga: Awal Mula Bentrokan Ormas di Bekasi, Dipicu Utang 6 Gelas Kopi di Warung

Mengetahui peristiwa tersebut, Polsek Bekasi Kota pun segera meluncur ke tempat kejadian perkara untuk menindaklanjuti aksi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wijonarko menuturkan telah berhasil mengamankan sejumlah anggota dan ketua dari kedua ormas untuk dilakukan pemeriksaan.

"Sebagian mereka kita bawa ke Polsek untuk mediasi dan terjadi kesepakatan kembali antara kedua belah pihak, dalam hal ini unsur pimpinan ormas Pancasila dan PSHT," ujar Wijonarko ketika dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (21/5/2020).

Kendati telah mencapai kesepakatan damai, namun rupanya terjadi bentrok susulan dengan aksi lempar antara ormas PP dengan ormas PSHT di Jalan I Gusti Ngurahrai pada sekitar pukul 18.00 WIB.

Baca juga: Kronologi Bentrokan Dua Ormas di Bekasi, Berawal dari Tagihan Kopi yang Tak Dibayar

Meski tidak memakan korban jiwa namun atas aksi tersebut, beberapa toko dilaporkan rusak dan empat buah unit kendaraan roda dua milik anggota ormas dilaporkan terbakar kobaran api.

Saat ini Wijonarko telah mengamankan pimpinan ormas. Ia pun menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini dengan tegas.

"Kita tindak lanjuti dan kita kumpulkan pimpinan kedua ormas. Jika ada sesuatu yang menyalahi pindana kita tindak sesuai UU yang berlaku," pungkas Wijonarko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Megapolitan
Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Megapolitan
PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

Megapolitan
UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Megapolitan
Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Megapolitan
Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Megapolitan
Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Megapolitan
Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Megapolitan
Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Megapolitan
Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Megapolitan
Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Megapolitan
PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

Megapolitan
Kasus Remaja Disekap dan Dilecehkan Penjaga Warung di Pamulang, Polisi: Diselesaikan Kekeluargaan

Kasus Remaja Disekap dan Dilecehkan Penjaga Warung di Pamulang, Polisi: Diselesaikan Kekeluargaan

Megapolitan
Kota Bogor PPKM Level 2, Sarana Olahraga hingga Wisata Air Dapat Kelonggaran

Kota Bogor PPKM Level 2, Sarana Olahraga hingga Wisata Air Dapat Kelonggaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.