Gubernur Anies Apresiasi Tenaga Medis Saat Idul Fitri 1441 H

Kompas.com - 24/05/2020, 05:20 WIB
Pengendara motor melintas di depan mural yang bergambar dukungan untuk tenaga medis yang ada di Kavling Kinayung Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (15/5/2020). Mural yang dibuat oleh warga itu bertujuan untuk memberikan dukungan dan apresiasi atas perjuangan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALPengendara motor melintas di depan mural yang bergambar dukungan untuk tenaga medis yang ada di Kavling Kinayung Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (15/5/2020). Mural yang dibuat oleh warga itu bertujuan untuk memberikan dukungan dan apresiasi atas perjuangan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi apresiasi kepada para petugas medis saat Idul Fitri 1441 Hijriah karena saat ini mereka menjadi garda terdepan di tengah pandemi COVID-19.

"Kali ini kita berikan apresiasi kepada semua tenaga kesehatan yang telah bekerja tanpa kenal lelah menyelamatkan saudara-saudara kita yang terpapar virus. Kita sampaikan apresiasi dan terima kasih yang tak terhingga," kata Anies dalam video pesan Idul Fitri 1441H bagi warga Jakarta yang diunggahnya melalui Instagram resminya @aniesbaswedan, di Jakarta, Sabtu (23/5/2020), seperti dikutip Antara.

Dalam video itu, Anies berterima kasih karena para tenaga medis telah memberikan pelayanan yang baik bagi para pasien COVID-19.

"Anda (tenaga medis), telah menjadi pertahanan kita, yang memastikan bahwa setiap orang yang diantar ke rumah sakit akan bisa kembali ke keluarganya, berkumpul dengan keluarganya," ujar Anies.

Baca juga: Kerinduan Tenaga Medis Covid-19 Berkumpul Bersama Keluarga...

Selain menyampaikan apresiasi bagi tenaga medis, Anies juga mengingatkan masyarakat agar tetap merayakan Idul Fitri 1441H dengan tetap di rumah saja.

"Idul fitri, Lebaran, biasanya jadi momen berkumpul memperkuat ikatan silahturahim. Tahun ini berbeda karena adanya pandemi membuat kita tidak bisa bertemu secara fisik. Kita harus menahan diri di rumah. Tujuannya, agar kita bisa menjadi generasi penerus sejarah umat manusia," kata Anies.

Selain itu juga, Anies turut berpesan bagi masyarakat agar tetap mengumandangkan takbir meski tetap berada di rumah.

"Di penghujung bulan suci Ramadhan kita biasa menyaksikan takbir keliling. Takbiran yang mewarnai Ibu Kota, tahun ini takbir itu tetap menggema. Tapi takbir itu tidak bergaung di jalan-jalan, tapi takbir itu kini bergaung di tiap-tiap rumah, di tiap ruang-ruang di rumah. Di rumahku, takbirku," kata Anies.

Baca juga: 6 Hari Terakhir, 430.993 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Via Tol

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengumumkan kasus konfirmasi positif COVID-19 di Jakarta bertambah 127 orang, Sabtu.

"Sementara pasien sembuh meningkat 29 orang dan meninggal naik tiga orang," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Balai Kota Jakarta, Sabtu.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Megapolitan
4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

Megapolitan
Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Megapolitan
Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Megapolitan
Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Megapolitan
UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Megapolitan
Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Megapolitan
Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Megapolitan
Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Megapolitan
Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Megapolitan
Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Megapolitan
7 Pemudik Lolos Tanpa SIKM, Dishub Perketat Check Point di Jakarta Selatan

7 Pemudik Lolos Tanpa SIKM, Dishub Perketat Check Point di Jakarta Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X