TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Kompas.com - 27/05/2020, 07:02 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (14/5/2020). Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (14/5/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Restoran di Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai terima tamu kembali walau dengan sejumlah pembatasan.  Hal itu merupakan bagian rencana new normal life atau hidup normal secara baru yang akan diterapkan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, selama penerapan new normal, aparat TNI dan Polri akan dikerahkan untuk berjaga di tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan atau mal, restoran, dan pasar tradisional.

Aparat TNI dan Polri akan mengawasi penerapan protokol kesehatan terkait new normal itu.

"Barusan Presiden (Joko Widodo) sudah memerintahkan Panglima dan Kapolri selama adaptasi baru ini, minimal 14 hari itu, nantinya ada kehadiran secara fisik dari TNI/Polri," ujar Ridwan di Kota Bekasi, Selasa (26/5/2020).

Baca juga: Bekasi Menuju New Normal Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Ia mengatakan, kehadiran TNI maupun Polri untuk memastikan masyarakat menerapkan protokol Covid-19 saat berada di tempat-tempat umum. Protokol kesehatan Covid-19 itu  seperti mengenakan masker, sarung tangan, dan jaga jarak fisik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ridwan mengatakan, penerapan protokol kesehatan di fasilitas umum itu akan dievaluasi secara rutin keefektifannya.

Kota Bekasi telah berencana untuk merelaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan menerapan hidup normal secara baru.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, relaksasi PSBB itu untuk menghidupkan kembali roda perekonomian. New normal akan berlaku di wilayah yang masuk zona hijau atau bebas Covid-19.

Mal atau pusat perbelanjaan dan restoran akan kembali dibuka tetapi harus menerapkan protokol kesehatan baru, seperti kapasitas gedung atau tempat usaha yang dikunjungi masyarakat dibatasi.

Pengelola restoran misalnya harus mengumumkan ke pengunjung berapa jumlah kapasitas yang tersisa.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Keluarkan Kepgub, Perkantoran di Zona Merah Wajib WFH 75 Persen

Anies Keluarkan Kepgub, Perkantoran di Zona Merah Wajib WFH 75 Persen

Megapolitan
Anies Terbitkan Seruan Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok

Anies Terbitkan Seruan Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok

Megapolitan
Kapasitas Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Disebut Capai 158.000 Orang Per Hari

Kapasitas Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Disebut Capai 158.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Rizieq Akan Divonis Kamis Pekan Depan, Kuasa Hukum Berharap Kliennya Dibebaskan Murni

Rizieq Akan Divonis Kamis Pekan Depan, Kuasa Hukum Berharap Kliennya Dibebaskan Murni

Megapolitan
UPDATE 17 Juni: Bertambah 22 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 11.821

UPDATE 17 Juni: Bertambah 22 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 11.821

Megapolitan
Kejari Periksa 5 Pengurus KONI Tangsel, Telusuri Aliran Dana Hibah yang Dikorupsi

Kejari Periksa 5 Pengurus KONI Tangsel, Telusuri Aliran Dana Hibah yang Dikorupsi

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Stok Plasma Konvalesen PMI Kota Tangerang Habis

Kasus Covid-19 Melonjak, Stok Plasma Konvalesen PMI Kota Tangerang Habis

Megapolitan
24 Juni, Rizieq Shihab Akan Divonis Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

24 Juni, Rizieq Shihab Akan Divonis Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Megapolitan
Anies Targetkan 7,5 Juta Warga Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Akhir Agustus 2021

Anies Targetkan 7,5 Juta Warga Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Akhir Agustus 2021

Megapolitan
Tidak Lolos PPDB Jakarta? Jangan Khawatir, Masih Ada Tahap Kedua

Tidak Lolos PPDB Jakarta? Jangan Khawatir, Masih Ada Tahap Kedua

Megapolitan
24 Preman Pemeras Perusahaan Angkutan Barang di Tanjung Priok Tes Swab, Satu Reaktif Covid-19

24 Preman Pemeras Perusahaan Angkutan Barang di Tanjung Priok Tes Swab, Satu Reaktif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Keterisian Tempat Tidur di RSPI Sulianti Saroso Capai 86 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Keterisian Tempat Tidur di RSPI Sulianti Saroso Capai 86 Persen

Megapolitan
Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Rumah Perlindungan Sosial Dinsos Kota Tangerang Dijadikan RIT

Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Rumah Perlindungan Sosial Dinsos Kota Tangerang Dijadikan RIT

Megapolitan
Wali Kota Tangsel: Kemungkinan PTM Terbatas di Sekolah Belum Bisa Kami Laksanakan

Wali Kota Tangsel: Kemungkinan PTM Terbatas di Sekolah Belum Bisa Kami Laksanakan

Megapolitan
Cara Daftar dan Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk Warga 18 Tahun ke Atas di Jakarta:

Cara Daftar dan Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk Warga 18 Tahun ke Atas di Jakarta:

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X