Covid-19 Masih Marak, Wali Kota Tangerang Minta Pemudik Tak Kembali

Kompas.com - 27/05/2020, 09:20 WIB
Pelanggar PSBB di Kota Tangerang dikenakan sanksi sosial menyapu jalanan, Senin (18/5/2020) Dok Humas Pemkot TangerangPelanggar PSBB di Kota Tangerang dikenakan sanksi sosial menyapu jalanan, Senin (18/5/2020)

TANGERANG, KOMPAS.com - Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah, meminta para pemudik yang meninggalkan Kota Tangerang untuk tidak kembali.

Arief mengatakan, Kota Tangerang masih berbenah dan menjalani pembatasan sosial berskala besar tahap ketiga untuk menekan penularan Covid-19.

"Kita imbau yang sudah pulkam (pulang kampung) untuk tidak kembali," kata Arief kepada wartawan di Tangerang, Rabu (27/5/2020).

Arief menambahkan, roda perekonomian di Kota Tangerang saat ini masih terganggu karena dampak Covid-19. Banyak perusahaan kolaps. 

Baca juga: Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

"Karena Tangerang juga perusahaan yang tutup cukup banyak dan PHK (pemutuhan hubungan kerja) juga banyak," ujar dia.

Arief mengatakan, sebagian perusahaan telah memilih hengkang dari Kota Tangerang ke beberapa daerah yang memiliki upah minimum regional (UMR) lebih rendah.

Ia mengatakan, Kota Tangerang akan berupaya untuk memaksimalkan potensi masyarakat Kota Tangerang yang tinggal dan menetap di Kota Tangerang.

"Kami akan fokus untuk bagaimana pengembangan di dalam kota dengan potensi SDM (sumber daya manusia) yang ada di kota," kata Arief.

Arief mengatakan akan melakukan koordinasi dengan wilayah perbatasan seperti Jakarta, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang untuk mencegah masyarakat masif memasuki Kota Tangerang.

"Kalau dia (pemudik) misal baru balik, harus di karantina," kata Arief.

Baca juga: Setelah Lebaran, Bertambah 21 Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang

Data terakhir kasus Covid-19 di Kota Tangerang hingga Selasa kemarin tercatat 341 kasus positif.

Dari 341 kasus tersebut, 28 pasien dinyatakan meninggal dunia, 150 kasus sembuh, dan 163 pasien masih dalam perawatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Ciliwung Butuh Rp 5 Triliun

Wagub DKI: Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Ciliwung Butuh Rp 5 Triliun

Megapolitan
Pemkot Bogor Tiadakan Kebijakan Ganjil Genap untuk Akhir Pekan Ini

Pemkot Bogor Tiadakan Kebijakan Ganjil Genap untuk Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Sempat Bertemu Pembunuh Anaknya, Ibu Ade Sara : Assyifa Kalau Memang Kamu Pelakunya, Tante Maafkan Kamu

Sempat Bertemu Pembunuh Anaknya, Ibu Ade Sara : Assyifa Kalau Memang Kamu Pelakunya, Tante Maafkan Kamu

Megapolitan
Wagub: 7,6 Kilometer Lahan di Bantaran Ciliwung Bisa Dinormalisasi

Wagub: 7,6 Kilometer Lahan di Bantaran Ciliwung Bisa Dinormalisasi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Megapolitan
Virus Corona B.1.1.7 Sudah Menyebar di Jakarta Tanpa Terdeteksi?

Virus Corona B.1.1.7 Sudah Menyebar di Jakarta Tanpa Terdeteksi?

Megapolitan
Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang: Dipakai ART hingga Kenalan Pedagang

Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang: Dipakai ART hingga Kenalan Pedagang

Megapolitan
Ikappi Ingatkan PD Pasar Jaya Tak Menyepelekan Pendataan Pedagang untuk Vaksinasi Covid-19

Ikappi Ingatkan PD Pasar Jaya Tak Menyepelekan Pendataan Pedagang untuk Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Isi Pledoi Pembunuh Ade Sara, Assyifa: Mohon Putusan Ringan Agar Saya Bisa Melanjutkan Pendidikan...

Isi Pledoi Pembunuh Ade Sara, Assyifa: Mohon Putusan Ringan Agar Saya Bisa Melanjutkan Pendidikan...

Megapolitan
Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Megapolitan
Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Megapolitan
Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X